Penulisan yang Benar Souvenir atau Suvenir

Dalam penggunaan bahasa Indonesia, kita sering menjumpai dua bentuk penulisan yang tampak serupa, yaitu souvenir dan suvenir. Kedua kata ini sama-sama merujuk pada benda kenang-kenangan. Namun, perbedaan ejaan tersebut sering memunculkan keraguan, khususnya ketika kita menulis artikel, laporan, atau karya tulis formal.

Oleh karena itu, kita perlu memahami secara menyeluruh penulisan yang benar berdasarkan kaidah bahasa Indonesia. Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat menggunakan istilah ini secara konsisten dan bertanggung jawab.

Asal-Usul Kata Souvenir

Pertama-tama, kita perlu menelusuri asal kata souvenir. Kata ini berasal dari bahasa Prancis souvenir yang bermakna “kenangan” atau “pengingat”. Dalam konteks budaya modern, masyarakat menggunakan istilah ini untuk menyebut benda yang dibawa pulang dari suatu tempat atau peristiwa.

Selanjutnya, ketika kata tersebut masuk ke dalam bahasa Indonesia, penutur bahasa melakukan penyesuaian agar ejaannya sesuai dengan sistem fonologi dan ortografi Indonesia. Dari proses inilah muncul bentuk kata suvenir.

Penggunaan Kata Souvenir dalam Kehidupan Sehari-hari

Popularitas Penulisan Souvenir

Pada praktiknya, kita lebih sering menemukan penulisan souvenir dalam percakapan sehari-hari. Selain itu, media sosial, iklan, dan nama usaha juga banyak menggunakan bentuk ini. Akibatnya, sebagian orang menganggap penulisan tersebut sudah benar.

Namun demikian, frekuensi penggunaan tidak selalu mencerminkan ketepatan bahasa. Oleh sebab itu, kita perlu membedakan antara kebiasaan dan kaidah.

Status Kebahasaan Souvenir

Secara linguistik, kata souvenir masih mempertahankan ejaan asing. Karena alasan tersebut, bahasa Indonesia tidak menetapkannya sebagai bentuk baku. Dalam penulisan formal, penggunaan ejaan asing seperti ini kurang tepat.

Dengan demikian, meskipun masyarakat sering memakainya, kita tetap perlu berhati-hati saat menggunakan kata souvenir dalam teks resmi.

Suvenir sebagai Bentuk Baku Bahasa Indonesia

Definisi Suvenir Menurut KBBI

Berbeda dengan souvenir, Kamus Besar Bahasa Indonesia mencantumkan kata suvenir sebagai bentuk baku. KBBI mendefinisikan suvenir sebagai benda kenang-kenangan atau cendera mata.

Oleh karena itu, ketika kita menulis dengan mengacu pada kaidah bahasa Indonesia, kita sebaiknya menggunakan kata suvenir.

Alasan Penyesuaian Ejaan

Penyesuaian ejaan dari souvenir menjadi suvenir memiliki tujuan yang jelas. Pertama, penyesuaian ini membuat kata tersebut lebih mudah dibaca. Kedua, pelafalannya menjadi lebih sesuai dengan kebiasaan penutur bahasa Indonesia. Ketiga, bahasa Indonesia dapat mempertahankan konsistensi sistem ejaannya.

Selain itu, bahasa Indonesia juga menerapkan pola serupa pada banyak kata serapan lain, seperti objective menjadi objektif dan practice menjadi praktik.

Perbedaan Souvenir dan Suvenir

Agar kita dapat memahami perbedaannya dengan jelas, mari kita bandingkan kedua bentuk tersebut.

  • Souvenir merupakan ejaan asing dan tidak termasuk bentuk baku.
  • Suvenir merupakan ejaan yang telah disesuaikan dan diakui secara resmi.

Dengan kata lain, perbedaan utama terletak pada status kebahasaannya. Oleh sebab itu, pemilihan kata harus menyesuaikan konteks penulisan.

Contoh Penggunaan Kata yang Tepat

Contoh Kalimat dengan Kata Suvenir

Berikut ini beberapa contoh penggunaan kata suvenir dalam kalimat aktif dan sesuai kaidah:

  • Panitia memberikan suvenir kepada seluruh peserta kegiatan.
  • Pengrajin lokal memproduksi suvenir khas daerah tersebut.
  • Kita menerima suvenir sebagai tanda apresiasi dari penyelenggara.

Contoh Penggunaan yang Kurang Tepat

  • Panitia membagikan souvenir kepada peserta.
  • Toko itu menjual berbagai souvenir khas daerah.

Dalam penulisan formal, kita sebaiknya mengganti kata souvenir pada contoh di atas dengan suvenir.

Penggunaan Suvenir dalam Berbagai Konteks

Penulisan Formal dan Edukatif

Dalam artikel, buku, dan laporan resmi, kita perlu menggunakan bahasa baku secara konsisten. Oleh karena itu, kata suvenir menjadi pilihan yang paling tepat.

Dunia Pendidikan

Di bidang pendidikan, guru dan penulis materi ajar dapat memberikan contoh yang baik melalui penggunaan kata suvenir. Dengan cara ini, peserta didik dapat terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang benar.

Bidang Budaya dan Pariwisata

Dalam konteks budaya dan pariwisata, istilah suvenir sering muncul untuk menjelaskan produk khas daerah. Selain memperjelas makna, penggunaan kata baku juga membantu menjaga identitas bahasa Indonesia.

Penggunaan Kata Souvenir dalam Nama Usaha

Meskipun demikian, kita masih sering menemukan kata souvenir dalam nama usaha atau merek. Umumnya, pelaku usaha memilih bentuk tersebut karena pertimbangan kebiasaan dan daya tarik visual.

Namun, dalam artikel, deskripsi, atau teks informatif, kita tetap dianjurkan menggunakan kata suvenir agar selaras dengan kaidah bahasa.

Pentingnya Konsistensi Penulisan

Konsistensi memainkan peran penting dalam kualitas tulisan. Jika kita mencampur dua bentuk kata yang berbeda, pembaca dapat merasa bingung. Oleh sebab itu, kita perlu menentukan satu bentuk sejak awal.

Dengan memilih kata suvenir dan menggunakannya secara konsisten, kita dapat menyajikan tulisan yang rapi dan mudah dipahami.

Kesimpulan

Pada akhirnya, kita dapat menyimpulkan bahwa souvenir merupakan ejaan asing yang sering muncul dalam penggunaan sehari-hari, sedangkan suvenir merupakan bentuk baku dalam bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, dalam penulisan formal dan edukatif, kita sebaiknya menggunakan kata suvenir. Dengan pemahaman ini, kita dapat menerapkan bahasa Indonesia secara lebih tepat dan konsisten.