Penulisan yang Benar Simbolik atau Simbolis

Dalam penggunaan bahasa Indonesia, kita sering menemukan dua bentuk kata yang tampak serupa, tetapi menimbulkan keraguan dalam penulisan dan pemakaiannya. Salah satu pasangan kata yang kerap membingungkan adalah simbolik dan simbolis. Banyak orang menggunakannya secara bergantian tanpa mempertimbangkan konteks makna. Padahal, kaidah bahasa Indonesia memberikan penjelasan yang cukup jelas mengenai kedua istilah tersebut.

Melalui artikel ini, kita membahas secara mendalam penulisan yang benar antara simbolik atau simbolis. Pembahasan mencakup pengertian, dasar kebahasaan, perbedaan makna, contoh penggunaan, hingga penerapannya dalam berbagai bidang. Jadi dengan pemahaman yang tepat, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia secara lebih akurat dan profesional.

Pengertian Simbol dalam Bahasa Indonesia

Kita perlu memahami makna kata simbol sebelum membahas simbolik dan simbolis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), simbol berarti tanda, lambang, atau sesuatu yang mewakili ide, nilai, atau konsep tertentu yang disepakati bersama.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan simbol hampir di semua aspek kehidupan. Bendera melambangkan negara, cincin melambangkan ikatan pernikahan, dan warna tertentu menyampaikan makna emosional atau budaya. Oleh karena itu, simbol berperan penting dalam proses komunikasi manusia.

Asal Usul dan Pembentukan Kata Simbolik dan Simbolis

Kata simbolik dan simbolis berasal dari kata dasar simbol. Perbedaan keduanya terletak pada akhiran yang membentuk nuansa makna yang berbeda.

Pembentukan Kata Simbolik

Kata simbolik terbentuk melalui penambahan akhiran -ik. Dalam bahasa Indonesia, akhiran ini sering membentuk kata sifat yang menunjukkan karakter, sifat, atau keterkaitan dengan suatu konsep.

Dengan demikian, simbolik merujuk pada sesuatu yang berkaitan langsung dengan simbol atau memiliki sifat sebagai lambang. Istilah ini sering muncul dalam pembahasan konseptual, akademis, dan teoritis.

Pembentukan Kata Simbolis

Kata simbolis menggunakan akhiran -is. Akhiran ini menekankan sifat atau cara suatu tindakan berlangsung sebagai perlambang, bukan sebagai tindakan nyata yang bersifat fungsional. Dalam praktik berbahasa, simbolis sering muncul untuk menjelaskan suatu tindakan yang berfungsi sebagai tanda atau representasi makna tertentu.

Penulisan yang Benar Menurut Kaidah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia baku mengakui simbolik dan simbolis sebagai bentuk kata yang benar. KBBI mencatat keduanya sebagai kata sifat dengan makna yang saling berdekatan. Meskipun demikian, kita tidak selalu dapat menukarkan kedua kata tersebut secara bebas. Jadi, konteks pemakaian sangat menentukan ketepatan pilihan kata.

Perbedaan Makna Simbolik dan Simbolis

Perbedaan simbolik dan simbolis terletak pada fokus makna dan penggunaannya dalam kalimat.

Makna Simbolik

Simbolik menekankan makna konseptual atau sifat yang melekat pada simbol. Istilah ini banyak digunakan dalam kajian ilmu pengetahuan, bahasa, filsafat, dan sastra.

Contoh penggunaan yaitu:

  • Bahasa memiliki fungsi simbolik dalam menyampaikan gagasan manusia.
  • Upacara adat itu mengandung makna simbolik yang mencerminkan nilai budaya.

Pada contoh tersebut, simbolik menjelaskan makna yang bersifat abstrak dan konseptual.

Makna Simbolis

Simbolis menekankan tindakan atau peristiwa yang berfungsi sebagai perlambang. Istilah ini menunjukkan bahwa suatu kegiatan tidak sepenuhnya bersifat praktis, melainkan mewakili makna tertentu.

Contoh penggunaan yaitu:

  • Pejabat itu melakukan penyerahan kunci rumah secara simbolis.
  • Panitia melaksanakan pemotongan pita sebagai tindakan simbolis.

Dalam konteks ini, simbolis menunjukkan tindakan perwakilan, bukan aktivitas utama.

Penggunaan Simbolik dan Simbolis dalam Berbagai Bidang

Untuk memperjelas perbedaan makna, kita dapat meninjau penggunaannya dalam beberapa bidang berikut.

Bahasa dan Sastra

Dalam kajian sastra, penulis dan peneliti sering menggunakan istilah simbolik untuk membahas makna tersembunyi dalam tokoh, latar, atau alur cerita. Simbol membantu pembaca memahami pesan yang tidak disampaikan secara langsung.

Sementara itu, simbolis biasanya menjelaskan peristiwa dalam cerita yang berfungsi sebagai perlambang suatu kondisi atau konflik.

Sosial dan Budaya

Dalam kehidupan sosial dan budaya, masyarakat melekatkan makna simbolik pada tradisi, pakaian adat, dan ritual. Makna tersebut mencerminkan identitas dan nilai suatu kelompok. Di sisi lain, masyarakat menggunakan tindakan simbolis dalam acara seremonial, seperti prosesi peresmian atau penobatan.

Politik dan Pemerintahan

Dalam ranah politik, simbolis sering menggambarkan tindakan yang bertujuan menyampaikan pesan atau citra. Misalnya, seorang pemimpin melakukan kunjungan simbolis ke wilayah tertentu. Sebaliknya, simbolik menjelaskan makna ideologis lambang negara, konstitusi, dan nilai dasar pemerintahan.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Simbolik dan Simbolis

Banyak penutur bahasa Indonesia menganggap simbolik dan simbolis sepenuhnya sama. Anggapan ini sering memicu ketidaktepatan dalam penulisan. Terlebih, penggunaan simbolik untuk tindakan seremonial dan simbolis untuk konsep abstrak sering terdengar kurang tepat. Oleh karena itu, kita perlu menyesuaikan pilihan kata dengan konteks kalimat.

Tips Memilih Kata yang Tepat

  • Gunakan simbolik untuk membahas makna, konsep, atau sifat lambang.
  • Gunakan simbolis untuk tindakan atau peristiwa yang bersifat perwakilan.
  • Perhatikan tujuan komunikasi dan konteks kalimat.
  • Biasakan merujuk pada KBBI sebagai pedoman bahasa baku.

Kesimpulan

Bahasa Indonesia mengakui simbolik dan simbolis sebagai bentuk kata yang benar. Namun, perbedaan nuansa makna menuntut kita untuk menggunakan keduanya secara cermat.

Simbolik menekankan makna dan konsep yang berkaitan dengan simbol, sedangkan simbolis menekankan tindakan yang berfungsi sebagai perlambang. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat meningkatkan ketepatan berbahasa dan menyampaikan pesan secara lebih efektif.

Jadi, ketelitian dalam memilih kata mencerminkan sikap profesional dan kepedulian kita terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.