Penulisan yang Benar Prilaku atau Perilaku?

Dalam praktik berbahasa Indonesia, kita sering menjumpai kata-kata yang terdengar benar saat diucapkan, namun keliru ketika dituliskan. Salah satu kesalahan yang paling sering muncul adalah penulisan “prilaku” atau “perilaku”. Kesalahan ini tidak hanya terjadi dalam percakapan informal, tetapi juga sering muncul dalam artikel, tugas akademik, laporan resmi, dan konten digital.

Oleh karena itu, kita perlu memahami aturan bahasa secara tepat. Ketepatan penulisan bukan sekadar soal teknis, melainkan juga mencerminkan kualitas berpikir dan profesionalisme penulis. Melalui artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif penulisan yang benar, latar belakang kesalahan yang sering terjadi, serta pentingnya menggunakan bahasa baku dalam berbagai konteks.

Pengertian Perilaku dalam Bahasa Indonesia

Secara umum, perilaku merujuk pada tindakan, sikap, dan respons seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya. Selain itu, perilaku juga mencerminkan kebiasaan, kecenderungan, dan pola interaksi individu dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perilaku berarti tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan tertentu. Dengan demikian, perilaku tidak hanya mencakup tindakan fisik yang tampak, tetapi juga sikap mental dan kecenderungan psikologis.

Prilaku atau Perilaku: Mana yang Benar?

Penulisan Baku Menurut KBBI

Berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku, penulisan yang benar dan baku adalah perilaku. Sementara itu, bentuk “prilaku” tidak tercantum dalam KBBI dan dianggap sebagai penulisan yang salah.

Oleh sebab itu, kita sebaiknya menghindari penggunaan kata “prilaku”, terutama dalam konteks formal. Penggunaan kata baku menjadi sangat penting dalam karya ilmiah, dokumen resmi, media massa, serta konten edukatif.

Proses Pembentukan Kata Perilaku

Kata perilaku berasal dari kata dasar laku yang berarti perbuatan atau tindakan. Selanjutnya, imbuhan pe- membentuk kata benda yang bermakna keseluruhan tindakan atau sikap seseorang.

Dengan mengikuti pola morfologi bahasa Indonesia, pembentukan kata ini menghasilkan bentuk yang baku. Oleh karena itu, tidak ada dasar linguistik yang mendukung penulisan “prilaku”.

Penyebab Kesalahan Penulisan “Prilaku”

Pengaruh Pengucapan Lisan

Pertama, kesalahan ini sering muncul akibat kebiasaan pengucapan sehari-hari. Dalam praktik lisan, bunyi huruf e pada kata “perilaku” sering terdengar samar. Akibatnya, banyak orang menuliskannya sebagai “prilaku”.

Kurangnya Rujukan ke Sumber Resmi

Selain itu, sebagian penulis jarang merujuk pada KBBI atau pedoman bahasa resmi. Mereka lebih mengandalkan kebiasaan atau contoh yang beredar luas di internet.

Pengaruh Konten Digital

Di era digital, kesalahan ejaan dapat menyebar dengan cepat. Ketika sebuah kata salah digunakan secara berulang, banyak orang akhirnya menganggapnya sebagai bentuk yang benar. Dengan demikian, kesalahan penulisan “prilaku” terus berulang.

Pentingnya Menggunakan Penulisan yang Baku

Meningkatkan Kredibilitas Tulisan

Penggunaan bahasa yang benar secara langsung meningkatkan kredibilitas penulis. Ketika kita menggunakan kata baku seperti perilaku, pembaca akan menilai tulisan sebagai karya yang serius dan tepercaya.

Menjaga Kejelasan Makna

Selain itu, bahasa baku membantu menjaga kejelasan makna. Dengan menggunakan istilah yang tepat, kita dapat menyampaikan gagasan tanpa menimbulkan ambiguitas atau kesalahpahaman.

Mendukung Komunikasi Akademik dan Profesional

Dalam dunia akademik dan profesional, ketepatan bahasa menjadi syarat utama. Kesalahan ejaan, sekecil apa pun, dapat mengurangi kualitas dokumen. Oleh karena itu, penggunaan kata baku merupakan kebutuhan, bukan sekadar pilihan.

Contoh Penggunaan Kata “Perilaku” dalam Kalimat

Untuk memperjelas pemahaman, berikut beberapa contoh penggunaan kata perilaku yang tepat:

  • Perilaku disiplin membantu seseorang mencapai tujuan hidup.
  • Peneliti mengamati perilaku konsumen dalam memilih produk.
  • Guru membimbing siswa agar menunjukkan perilaku positif.
  • Lingkungan sosial memengaruhi perilaku individu secara signifikan.

Dari contoh tersebut, kita dapat melihat bahwa kata “perilaku” selalu digunakan dalam konteks yang formal dan baku.

Perilaku dalam Berbagai Bidang Kehidupan

Perilaku dalam Psikologi

Dalam psikologi, para ahli mempelajari perilaku sebagai respons terhadap stimulus tertentu. Selain itu, mereka juga menganalisis proses mental yang melatarbelakangi perilaku tersebut.

Perilaku dalam Pendidikan

Dunia pendidikan menempatkan perilaku sebagai aspek penting dalam pembentukan karakter. Oleh karena itu, pendidik tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membina sikap dan nilai.

Perilaku dalam Kehidupan Sosial

Dalam kehidupan sosial, perilaku individu memengaruhi keharmonisan masyarakat. Dengan mematuhi norma dan nilai sosial, masyarakat dapat hidup secara tertib dan saling menghargai.

Tips Menghindari Kesalahan Penulisan

  • Biasakan memeriksa kata melalui KBBI sebelum menulis.
  • Gunakan alat bantu pengecekan ejaan.
  • Perbanyak membaca tulisan berkualitas dan tepercaya.
  • Latih kepekaan terhadap bentuk kata baku dan tidak baku.

Kesimpulan

Kesalahan penulisan “prilaku” sering terjadi akibat kebiasaan lisan dan kurangnya perhatian terhadap kaidah bahasa. Namun demikian, standar bahasa Indonesia dengan jelas menetapkan bahwa penulisan yang benar adalah “perilaku”.

Dengan memahami dan menerapkan penulisan yang tepat, kita dapat meningkatkan kualitas komunikasi tertulis. Lebih jauh lagi, kebiasaan ini turut menjaga ketertiban dan kelestarian bahasa Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan.