Dalam praktik berbahasa Indonesia, kita sering menemui perbedaan penulisan kata yang tampak sederhana, tetapi sebenarnya memiliki dampak besar terhadap ketepatan makna dan kebakuan bahasa. Salah satu contoh yang cukup sering menimbulkan keraguan adalah penulisan mensurvei atau menyurvei. Kedua bentuk ini sama-sama beredar luas di masyarakat, baik dalam tulisan formal maupun nonformal.
Namun, sebagai pengguna bahasa Indonesia yang baik, kita perlu memahami bentuk mana yang benar menurut kaidah kebahasaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam penulisan yang tepat antara mensurvei atau menyurvei, dilihat dari asal kata, aturan pembentukan kata, rujukan kamus, serta contoh penggunaannya dalam kalimat.
Asal Kata Survei dalam Bahasa Indonesia
Kata survei merupakan kata serapan dari bahasa Inggris survey yang bermakna peninjauan, penyelidikan, atau pengumpulan data secara sistematis. Dalam bahasa Indonesia, kata survei telah diserap secara resmi dan digunakan sebagai kata benda (nomina).
Dalam berbagai konteks, survei digunakan untuk menggambarkan kegiatan pengumpulan informasi, baik dalam bidang penelitian, pemasaran, pendidikan, maupun sosial. Contoh penggunaannya antara lain survei kepuasan pelanggan, survei lapangan, dan survei penduduk.
Dari kata dasar inilah kemudian kita bentuk kata kerja untuk menyatakan kegiatan melakukan survei.
Pembentukan Kata Kerja dalam Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki sistem morfologi yang teratur dalam membentuk kata, salah satunya melalui proses afiksasi atau pemberian imbuhan. Untuk membentuk kata kerja aktif, awalan yang paling sering kita gunakan adalah me-.
Namun, awalan me- tidak selalu muncul dalam bentuk yang sama. Awalan ini dapat berubah menjadi mem-, men-, meng-, meny-, atau tetap me-, tergantung pada huruf awal kata dasar yang mengikutinya. Perubahan ini bertujuan agar kata yang dihasilkan lebih mudah diucapkan.
Aturan Awalan Me- dan Peluluhan Huruf
Salah satu aturan penting dalam penggunaan awalan me- adalah peluluhan huruf awal kata dasar. Peluluhan terjadi pada huruf-huruf tertentu, salah satunya huruf s.
Jika kata dasar diawali huruf s, maka awalan me- akan berubah menjadi meny-, dan huruf s pada kata dasar tersebut akan luluh atau hilang. Contohnya:
- sapu → menyapu
- sebut → menyebut
- saring → menyaring
Aturan inilah yang menjadi dasar penentuan bentuk kata kerja dari kata survei.
Mensurvei atau Menyurvei: Mana yang Benar?
Kata dasar survei diawali dengan huruf s. Berdasarkan kaidah peluluhan huruf dalam pembentukan kata kerja aktif, awalan me- yang melekat pada kata ini akan berubah menjadi meny-, dan huruf s pada kata dasar akan hilang.
Dengan demikian, bentuk kata kerja yang benar adalah menyurvei, bukan mensurvei.
Bentuk mensurvei tidak sesuai dengan kaidah morfologi bahasa Indonesia karena tidak menerapkan peluluhan huruf s sebagaimana mestinya.
Rujukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
Untuk memastikan kebakuan suatu kata, kita dapat merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam KBBI, kata menyurvei tercatat sebagai verba (kata kerja) yang berarti melakukan survei.
Sementara itu, bentuk mensurvei tidak tercantum sebagai entri baku. Hal ini semakin menegaskan bahwa penulisan yang benar dan sesuai adalah menyurvei.
Alasan Bentuk Mensurvei Masih Sering Digunakan
Meskipun tidak baku, bentuk mensurvei masih sering kita temui dalam berbagai tulisan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi.
Pengaruh Bahasa Asing
Banyak penutur bahasa Indonesia yang masih terpengaruh oleh bentuk kata dalam bahasa Inggris. Kata survey sering dianggap sebagai satu kesatuan utuh, sehingga ketika diberi awalan, peluluhan huruf s sering diabaikan.
Kurangnya Pemahaman Kaidah Bahasa
Tidak semua orang memahami aturan perubahan awalan me-. Akibatnya, penulisan yang keliru terus digunakan dan dianggap lazim.
Kebiasaan dalam Bahasa Lisan
Dalam pengucapan lisan, perbedaan antara mensurvei dan menyurvei tidak terlalu mencolok. Kebiasaan ini kemudian terbawa ke dalam bahasa tulis.
Contoh Penggunaan Kata Menyurvei dalam Kalimat
Agar kita semakin memahami penggunaan yang tepat, berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata menyurvei dengan benar:
- Kita akan menyurvei kondisi lingkungan sebelum memulai penelitian.
- Tim peneliti sedang menyurvei pendapat masyarakat mengenai kebijakan baru.
- Mahasiswa harus menyurvei respon konsumen terhadap produk lokal.
Dalam contoh-contoh tersebut, kata menyurvei berfungsi sebagai kata kerja aktif yang menyatakan tindakan.
Pentingnya Ketepatan Berbahasa dalam Tulisan
Ketepatan dalam menggunakan bahasa Indonesia bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga mencerminkan sikap menghargai bahasa nasional. Tulisan yang menggunakan kata baku akan lebih mudah kita pahami, lebih jelas maknanya, dan terlihat lebih profesional.
Dalam konteks akademik, jurnalistik, maupun penulisan umum, penggunaan kata yang sesuai kaidah akan membantu menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan kualitas komunikasi.
Mensurvei dan Menyurvei dalam Perkembangan Bahasa
Bahasa bersifat dinamis dan terus berkembang. Namun, dalam ragam bahasa baku, terutama untuk tulisan resmi dan ilmiah, rujukan utama tetaplah kaidah yang telah berlaku. Oleh karena itu, meskipun bentuk mensurvei sering digunakan, kita tetap dianjurkan untuk memakai bentuk menyurvei.
Pemahaman seperti ini penting agar kita tidak hanya mengikuti kebiasaan, tetapi juga memahami alasan di balik penggunaan suatu kata.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan secara menyeluruh, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia adalah menyurvei, bukan mensurvei. Bentuk menyurvei sesuai dengan aturan peluluhan huruf s pada kata dasar survei ketika mendapat awalan me-.
Dengan memahami aturan ini, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia secara lebih tepat dan bertanggung jawab. Ketelitian dalam memilih kata akan membantu kita menghasilkan tulisan yang lebih berkualitas, jelas, dan sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku.