Dalam penggunaan bahasa Indonesia, kita sering menjumpai kata-kata yang tampak serupa, tetapi memiliki status kebakuan yang berbeda. Salah satu pasangan kata yang kerap menimbulkan kebingungan adalah mempercayakan dan memercayakan. Banyak penulis menggunakan kedua bentuk ini secara bergantian tanpa memahami kaidah yang melatarbelakanginya.
Untuk menulis secara tepat dan konsisten, kita perlu memahami proses pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Artikel ini membahas secara rinci penulisan yang benar antara mempercayakan dan memercayakan, disertai penjelasan kaidah, makna, serta contoh penggunaan dalam kalimat.
Kata Dasar “Percaya” dalam Bahasa Indonesia
Kata percaya berfungsi sebagai kata dasar dalam pembentukan kata turunan yang berkaitan dengan keyakinan, amanah, dan penyerahan tanggung jawab. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata percaya tercatat sebagai bentuk baku dan memiliki makna yakin atau mengakui kebenaran sesuatu.
Ketika kita membentuk kata turunan dari percaya, kita harus mengikuti aturan afiksasi yang berlaku. Pemahaman terhadap kata dasar ini akan membantu kita menentukan bentuk turunan yang benar secara gramatikal.
Afiksasi sebagai Proses Pembentukan Kata
Bahasa Indonesia menggunakan afiksasi sebagai salah satu cara utama dalam membentuk kata baru. Afiksasi melibatkan penambahan imbuhan pada kata dasar, baik berupa awalan, akhiran, maupun gabungan keduanya. Setiap imbuhan memiliki aturan penggunaan yang jelas dan konsisten.
Dalam pembahasan ini, kita menyoroti penggunaan awalan me- dan akhiran -kan. Kombinasi imbuhan ini sering digunakan untuk membentuk kata kerja transitif yang menyatakan tindakan terhadap objek tertentu.
Aturan Peluluhan Huruf pada Awalan “me-”
Ketika awalan me- bertemu dengan kata dasar yang diawali huruf p, bahasa Indonesia menerapkan aturan peluluhan. Aturan ini mengharuskan huruf p pada kata dasar dihilangkan.
Sebagai contoh, kata pakai berubah menjadi memakai, bukan mempakai. Aturan yang sama juga berlaku pada kata percaya.
Proses Pembentukan Kata “Memercayakan”
Ketika kita menambahkan awalan me- pada kata dasar percaya, huruf p pada awal kata tersebut luluh. Proses ini menghasilkan bentuk memercaya. Selanjutnya, kita menambahkan akhiran -kan untuk membentuk kata kerja transitif.
Dari proses tersebut, kita memperoleh bentuk memercayakan. Bentuk inilah yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan digunakan sebagai bentuk baku.
Alasan Bentuk “Mempercayakan” Tidak Tepat
Bentuk mempercayakan mempertahankan huruf p yang seharusnya luluh saat bertemu dengan awalan me-. Oleh karena itu, bentuk ini tidak mengikuti aturan afiksasi bahasa Indonesia.
Kita sering menemukan bentuk ini dalam percakapan sehari-hari karena kebiasaan lisan tidak selalu mengikuti kaidah baku. Namun, dalam bahasa tulis formal, kita perlu menghindari bentuk yang tidak sesuai aturan.
Makna Kata “Memercayakan”
Kata memercayakan bermakna menyerahkan sesuatu kepada pihak lain dengan rasa yakin dan penuh tanggung jawab. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan pemberian amanah, tanggung jawab, atau kepercayaan.
Dalam konteks tulisan formal, kata memercayakan membantu menyampaikan makna penyerahan yang disertai keyakinan terhadap kemampuan atau integritas pihak penerima.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
Untuk memperjelas pemahaman, berikut beberapa contoh penggunaan kata memercayakan dalam kalimat aktif:
- Kita memercayakan pengelolaan acara kepada panitia yang berpengalaman.
- Orang tua memercayakan pendidikan anak kepada lembaga yang terpercaya.
- Pimpinan perusahaan memercayakan tugas penting itu kepada tim inti.
Kata Turunan Lain dari “Percaya”
Selain memercayakan, kata dasar percaya juga membentuk kata turunan lain, seperti memercayai dan kepercayaan. Semua kata tersebut mengikuti pola peluluhan huruf yang sama.
Jadi, dengan memahami pola ini, kita dapat menulis berbagai kata turunan secara konsisten dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Pentingnya Ketepatan Penulisan
Ketepatan penulisan mencerminkan kemampuan kita dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Oleh karena itu, ketika kita menulis menggunakan bentuk kata yang tepat, pembaca dapat memahami pesan secara lebih jelas dan akurat.
Selain itu, kebiasaan menggunakan bentuk baku akan membantu kita meningkatkan kualitas tulisan secara keseluruhan, baik dalam konteks akademik maupun profesional.
Kesimpulan
Dari seluruh pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa penulisan yang benar adalah memercayakan. Terlebih, bentuk ini mengikuti aturan peluluhan huruf p pada kata dasar percaya ketika bertemu dengan awalan me-.
Jadi, dengan memahami kaidah ini, kita dapat menulis secara lebih tepat, konsisten, dan sesuai dengan aturan bahasa Indonesia yang berlaku.