Penulisan yang Benar Memengaruhi atau Mempengaruhi

Dalam praktik berbahasa Indonesia, kita sering menjumpai kebingungan dalam penulisan kata memengaruhi atau mempengaruhi. Keduanya terdengar mirip, kerap dipakai secara bergantian, bahkan tidak jarang dianggap sama-sama benar. Padahal, jika merujuk pada kaidah kebahasaan yang baku, hanya satu bentuk yang diakui secara resmi. Kesalahan kecil seperti ini dapat memengaruhi kualitas tulisan, terutama dalam konteks akademik, jurnalistik, maupun komunikasi profesional.

Artikel ini akan membahas secara mendalam penulisan yang benar antara memengaruhi atau mempengaruhi, dilengkapi dengan dasar kaidah bahasa, penjelasan morfologis, contoh penggunaan, serta dampaknya terhadap kualitas komunikasi tertulis. Dengan memahami pembahasan ini, kita diharapkan mampu menggunakan bahasa Indonesia secara lebih tepat, konsisten, dan berwibawa.

Pengertian Kata “memengaruhi”

Kata memengaruhi berasal dari kata dasar pengaruh. Secara makna, memengaruhi berarti memberi pengaruh, membawa dampak, atau menyebabkan perubahan terhadap sikap, perilaku, pendapat, atau keadaan sesuatu. Dalam konteks komunikasi, kata ini sering digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antara dua hal.

Contoh makna kalimat, yaitu:

  • Keputusan pemimpin dapat memengaruhi kebijakan publik.
  • Lingkungan keluarga sangat memengaruhi perkembangan karakter anak.

Makna tersebut menegaskan bahwa memengaruhi berfungsi sebagai kata kerja aktif yang menunjukkan adanya proses memberi pengaruh.

Asal-usul Kata dan Proses Pembentukan

Untuk memahami penulisan yang benar, kita perlu menelusuri proses pembentukan katanya. Kata dasar pengaruh mengalami proses afiksasi dengan penambahan awalan me- dan akhiran -i. Dalam bahasa Indonesia, proses ini mengikuti kaidah morfofonemik.

Kata Dasar: pengaruh

Kata pengaruh diawali dengan fonem /p/. Namun, dalam kata ini, huruf p bukan bagian dari akar kata yang berdiri sendiri seperti pada kata pukul atau pakai. Kata pengaruh tidak memiliki bentuk dasar *aruh* yang berdiri sendiri dalam bahasa Indonesia modern.

Peluluhan Huruf Awal

Ketika awalan me- bertemu dengan kata dasar tertentu, terjadi proses peluluhan huruf awal. Pada kata pengaruh, huruf p luluh sehingga terbentuklah kata memengaruhi, bukan mempengaruhi.

Inilah alasan utama mengapa bentuk memengaruhi yang sudah benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku.

Mengapa “mempengaruhi” Dianggap Tidak Baku?

Bentuk mempengaruhi sering muncul dalam tulisan sehari-hari, media daring, bahkan dokumen resmi. Hal ini terjadi karena pengaruh kebiasaan lisan dan analogi dengan kata lain seperti mempengaruhi terlihat sejajar dengan mempengaruhi (padahal analoginya keliru).

Secara kaidah, penulisan mempengaruhi tidak sesuai dengan aturan pembentukan kata kerja dari kata dasar pengaruh. Oleh karena itu, bentuk ini dikategorikan sebagai tidak baku dan sebaiknya dihindari dalam konteks formal.

Penegasan Menurut Kaidah Bahasa Indonesia

Dalam kaidah bahasa Indonesia baku, terutama yang mengacu pada kamus dan pedoman resmi, bentuk yang tercatat hanyalah memengaruhi. Hal ini penting untuk diperhatikan oleh penulis, editor, guru, dosen, jurnalis, dan siapa pun yang berkecimpung dalam dunia tulis-menulis.

Konsistensi penggunaan kata baku akan mencerminkan ketelitian dan profesionalisme penulis. Sebaliknya, kesalahan berulang dapat menurunkan kredibilitas tulisan.

Contoh Penggunaan yang Tepat dalam Kalimat

Untuk memperjelas pemahaman, berikut beberapa contoh penggunaan kata memengaruhi dalam berbagai konteks:

  • Faktor ekonomi global dapat memengaruhi stabilitas nasional.
  • Media sosial kini sangat memengaruhi cara kita berkomunikasi.
  • Pola asuh orang tua akan memengaruhi kepribadian anak di masa depan.

Dalam semua contoh tersebut, penggunaan memengaruhi sesuai dengan kaidah bahasa dan makna yang ingin tersampaikan.

Dampak Kesalahan Penulisan terhadap Kualitas Tulisan

Kesalahan penulisan kata seperti mempengaruhi bukan sekadar masalah ejaan. Dalam konteks yang lebih luas, kesalahan ini dapat memengaruhi kualitas komunikasi tertulis secara keseluruhan.

Dampak Akademik

Dalam karya ilmiah, skripsi, tesis, atau jurnal, kesalahan bahasa dapat mengurangi nilai akademik dan menunjukkan kurangnya penguasaan kaidah bahasa.

Dampak Profesional

Dalam dunia kerja, penggunaan bahasa yang tidak baku dapat menurunkan citra profesional, terutama pada dokumen resmi, laporan, dan surat menyurat.

Dampak Kredibilitas Konten Digital

Dalam dunia digital dan SEO, kualitas bahasa juga memengaruhi persepsi pembaca. Tulisan yang rapi, baku, dan konsisten akan lebih dipercaya dan dianggap bernilai.

Tips Agar Tidak Keliru Menggunakan Kata Baku

Agar kita tidak lagi keliru membedakan memengaruhi dan mempengaruhi, berikut beberapa tips praktis:

  • Biasakan merujuk pada kamus bahasa Indonesia saat ragu.
  • Pahami proses pembentukan kata, bukan sekadar menghafal.
  • Lakukan penyuntingan ulang sebelum menerbitkan tulisan.
  • Gunakan alat bantu pengecekan bahasa jika perlu.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar dan baku adalah memengaruhi, bukan mempengaruhi. Kesalahan yang sering terjadi karena kebiasaan dan kurangnya pemahaman terhadap kaidah morfologi bahasa Indonesia.

Dengan menggunakan bentuk yang tepat, kita tidak hanya mematuhi aturan bahasa, tetapi juga meningkatkan kualitas, kredibilitas, dan profesionalisme tulisan. Oleh karena itu, artikel ini dapat memengaruhi kita untuk lebih cermat dan sadar dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar.