Dalam praktik berbahasa Indonesia sehari-hari, kita sering menjumpai dua bentuk penulisan yang tampak serupa tetapi menimbulkan pertanyaan: kerjasama atau kerja sama. Sekilas keduanya terlihat benar, apalagi karena keduanya sama-sama sering digunakan di media massa, dokumen resmi, maupun percakapan informal. Namun, jika kita ingin berbahasa secara tepat dan sesuai kaidah, tentu kita perlu merujuk pada aturan yang berlaku.
Melalui artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mana penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia, mengapa bentuk tersebut yang diakui, bagaimana proses pembentukan katanya, serta contoh penggunaannya dalam berbagai konteks. Dengan pemahaman yang utuh, kita tidak lagi ragu saat menulis dokumen resmi, karya ilmiah, maupun konten digital.
Mana yang Benar: kerjasama atau kerja sama?
Bentuk yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku adalah kerja sama (ditulis terpisah).
Bentuk kerjasama (ditulis serangkai) tidak sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, dalam penulisan formal seperti surat resmi, laporan, artikel ilmiah, berita, maupun dokumen pemerintahan, kita sebaiknya menggunakan bentuk kerja sama.
Dasar Kaidah Penulisannya
Penulisan kerja sama merujuk pada prinsip bahwa kata tersebut merupakan gabungan dua kata dasar, yaitu kerja dan sama. Dalam bahasa Indonesia, gabungan kata yang membentuk makna baru umumnya tetap ditulis terpisah, kecuali sudah mengalami proses pemadatan atau dianggap sebagai satu kesatuan morfologis yang mapan.
Karena “kerja sama” masih dipahami sebagai gabungan dua kata yang membentuk makna baru tanpa perubahan bentuk, maka penulisannya tetap dipisah.
Memahami Konsep Gabungan Kata dalam Bahasa Indonesia
Untuk memahami mengapa “kerja sama” ditulis terpisah, kita perlu memahami konsep gabungan kata dalam bahasa Indonesia.
Apa Itu Gabungan Kata?
Gabungan kata adalah dua kata atau lebih yang membentuk makna baru, tetapi masing-masing unsurnya masih dapat dikenali sebagai kata yang berdiri sendiri. Contoh lain yang serupa dengan “kerja sama” antara lain:
- tanggung jawab
- rumah sakit
- kambing hitam
- mata pelajaran
Semua contoh di atas kita tulis terpisah karena merupakan gabungan kata, bukan kata turunan yang sudah menyatu secara morfologis.
Kapan Gabungan Kata Ditulis Serangkai?
Gabungan kata dapat ditulis serangkai jika sudah mendapatkan imbuhan dan mengalami perubahan bentuk atau sudah dianggap sebagai satu kata baru. Misalnya:
- kerja sama → bekerja sama
- kerja sama → kerjasamakan (bentuk turunan dengan imbuhan)
Dalam bentuk dasar, tetap kita tulis kerja sama. Namun, ketika mendapat imbuhan tertentu yang melekat pada keseluruhan bentuk, penulisannya dapat berubah menjadi serangkai sesuai aturan pembentukan kata.
Makna Kata “Kerja Sama”
Secara makna, kerja sama berarti kegiatan atau usaha oleh dua pihak atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Unsur “kerja” merujuk pada aktivitas atau usaha, sedangkan “sama” mengandung makna kebersamaan atau kesetaraan.
Makna dalam Konteks Sosial
Dalam konteks sosial, kerja sama mencerminkan semangat gotong royong, kolaborasi, dan saling membantu. Kita sering mendengar istilah kerja sama tim, kerja sama antarwarga, atau kerja sama antarorganisasi.
Makna dalam Konteks Profesional
Dalam dunia profesional dan bisnis, kerja sama biasanya merujuk pada kemitraan, kolaborasi strategis, atau perjanjian antarperusahaan. Penulisan yang tepat dalam dokumen resmi sangat penting karena menyangkut kredibilitas dan profesionalisme.
Kesalahan Umum dalam Penulisan “Kerjasama”
Meskipun bentuk bakunya adalah “kerja sama”, kita masih sering menemukan penulisan “kerjasama”. Kesalahan ini umumnya terjadi karena beberapa faktor berikut:
1. Pengaruh Kebiasaan
Karena sering melihat bentuk “kerjasama” di media sosial atau dokumen tidak resmi, banyak orang menganggap bentuk tersebut benar.
2. Anggapan Sebagai Satu Konsep Utuh
Sebagian orang menganggap kerja sama sebagai satu konsep tunggal sehingga menuliskannya serangkai. Padahal, dalam kaidah bahasa, tidak semua konsep tunggal harus kita tulis menyatu.
3. Kurangnya Pemahaman tentang Kaidah Gabungan Kata
Tidak semua orang memahami aturan tentang gabungan kata dan kapan harus dipisah atau disambung. Di sinilah pentingnya literasi bahasa yang baik.
Contoh Penggunaan yang Benar dalam Kalimat
Agar lebih jelas, berikut beberapa contoh penggunaan yang benar:
- Kita perlu menjalin kerja sama yang baik dengan semua pihak.
- Perusahaan tersebut menandatangani perjanjian kerja sama internasional.
- Keberhasilan proyek ini bergantung pada kerja sama tim.
- Sekolah menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan bahasa.
Jika menggunakan bentuk turunan:
- Kita harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
- Kedua lembaga itu akan mengkerjasamakan program pelatihan.
Perhatikan bahwa dalam bentuk dasar tetap dipisah, sedangkan dalam bentuk tertentu dengan imbuhan bisa ditulis serangkai sesuai aturan morfologi.
Pentingnya Ketepatan Ejaan dalam Dunia Profesional
Ketepatan ejaan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan profesionalisme dan kredibilitas. Dalam proposal kerja sama, laporan bisnis, atau surat resmi, kesalahan kecil seperti “kerjasama” dapat memberikan kesan kurang teliti.
Dampak pada Kredibilitas
Dokumen resmi yang penuh kesalahan ejaan bisa menurunkan tingkat kepercayaan pembaca. Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri menggunakan bentuk yang sesuai kaidah.
Dampak pada Dunia Digital
Dalam penulisan konten digital, penggunaan ejaan yang benar juga berpengaruh pada kualitas konten. Mesin pencari semakin cerdas dalam mengenali struktur bahasa, sehingga konsistensi dan ketepatan ejaan dapat mendukung kualitas tulisan secara keseluruhan.
Perbandingan dengan Kasus Serupa
Agar pemahaman kita semakin kuat, mari kita bandingkan dengan beberapa pasangan kata lain yang sering membingungkan:
- tanggung jawab (bukan tanggungjawab)
- terima kasih (bukan terimakasih)
- kerja keras (bukan kerjakeras)
Semua contoh di atas mengikuti pola yang sama: gabungan dua kata dasar yang tetap kita tulis terpisah.
Bagaimana Cara Menghindari Kesalahan?
1. Biasakan Mengecek Kamus
Sebelum menulis dokumen penting, kita dapat membiasakan diri memeriksa bentuk kata dalam kamus resmi bahasa Indonesia.
2. Pahami Pola Gabungan Kata
Dengan memahami pola umum gabungan kata, kita akan lebih mudah menentukan apakah suatu bentuk harus dipisah atau disambung.
3. Konsisten dalam Penulisan
Konsistensi adalah kunci. Jika kita sudah mengetahui bentuk yang benar, gunakan secara konsisten dalam seluruh dokumen.
Kesimpulan
Berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku, penulisan yang benar adalah kerja sama, bukan kerjasama. Bentuk tersebut merupakan gabungan dua kata dasar yang membentuk makna baru, tetapi tetap ditulis terpisah.
Memahami aturan ini membantu kita berbahasa secara lebih tepat, profesional, dan kredibel. Dalam konteks pendidikan, bisnis, maupun komunikasi sehari-hari, penggunaan ejaan yang benar mencerminkan ketelitian dan penghargaan kita terhadap bahasa Indonesia.
Mulai sekarang, mari kita biasakan menulis kerja sama dengan benar. Hal kecil seperti ini dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas komunikasi kita.