Penulisan yang Benar Karirnya atau Kariernya

Dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari, kita sering menjumpai kebingungan dalam memilih kata yang tampak sederhana, tetapi sebenarnya memiliki aturan baku yang jelas. Salah satu contoh yang cukup sering menimbulkan pertanyaan adalah penulisan “karirnya” atau “kariernya”. Sekilas, kedua bentuk ini tampak benar dan bahkan sama-sama lazim digunakan di berbagai media, baik cetak maupun digital. Namun, jika kita mengacu pada kaidah bahasa Indonesia yang baku, hanya satu bentuk yang dinyatakan benar.

Melalui artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif penulisan yang tepat antara “karirnya” dan “kariernya” berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), serta aspek kebahasaan pendukung lainnya. Dengan demikian, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia yang lebih tepat, profesional, dan kredibel, khususnya dalam konteks penulisan formal.

Memahami Asal Kata Karier

Untuk menentukan penulisan yang benar, langkah awal yang perlu kita lakukan adalah memahami asal-usul kata karier. Kata ini merupakan serapan dari bahasa asing, yaitu bahasa Belanda carrière dan bahasa Inggris career. Dalam proses penyerapan ke dalam bahasa Indonesia, kata asing tidak selalu diserap secara mentah, melainkan disesuaikan dengan sistem fonologi dan ejaan bahasa Indonesia.

Penyesuaian ini bertujuan agar kata serapan dapat diucapkan, ditulis, dan dipahami secara konsisten oleh penutur bahasa Indonesia. Oleh karena itu, perubahan bentuk kata sering kali tidak bisa dihindari, termasuk dalam hal penggunaan huruf vokal dan tanda diakritik tertentu.

Bentuk Baku Menurut KBBI

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk baku yang tercatat secara resmi adalah karier, bukan karir. Kata karier memiliki makna sebagai perkembangan dan kemajuan seseorang dalam kehidupan, pekerjaan, atau jabatan profesional.

Dengan demikian, ketika kata karier diberi imbuhan atau kata ganti kepemilikan, bentuk yang benar adalah kariernya. Sementara itu, bentuk karirnya tidak tercatat sebagai entri baku dalam KBBI, sehingga penggunaannya tidak benar dalam konteks resmi.

Contoh Penggunaan yang Benar

  • Kita patut mengapresiasi kariernya yang terus menanjak di dunia akademik.
  • Perjalanan kariernya di industri kreatif sejak usia muda.
  • Ia berhasil membangun kariernya melalui kerja keras dan konsistensi.

Contoh Penggunaan yang Tidak Baku

  • ❌ Kita patut mengapresiasi karirnya yang terus menanjak.
  • ❌ Perjalanan karirnya di dunia bisnis sangat inspiratif.

Mengapa Banyak Orang Masih Menulis “Karirnya”?

Meskipun bentuk bakunya adalah kariernya, kenyataannya bentuk karirnya masih sangat sering kita temukan. Fenomena ini tidak terjadi tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesalahan ini terus berulang.

1. Pengaruh Pengucapan Lisan

Dalam pengucapan sehari-hari, bunyi vokal e pada kata karier sering terdengar samar atau bahkan tidak terlalu jelas. Akibatnya, banyak orang menuliskannya sesuai dengan apa yang mereka dengar, bukan berdasarkan kaidah ejaan.

2. Kebiasaan Lama yang Mengakar

Sebelum pembakuan ejaan bahasa Indonesia dilakukan secara lebih ketat, bentuk karir sempat digunakan secara luas di berbagai media. Kebiasaan ini kemudian terbawa hingga sekarang, meskipun aturan baku telah lebih baru.

3. Kurangnya Rujukan Resmi

Tidak semua penulis atau pengguna bahasa secara rutin merujuk pada KBBI atau PUEBI. Akibatnya, kesalahan yang seharusnya bisa dihindari justru terus digunakan dan dianggap wajar.

Pentingnya Menggunakan Bentuk Baku

Menggunakan kata baku bukan sekadar soal benar atau salah, tetapi juga berkaitan dengan kredibilitas dan profesionalisme. Dalam konteks akademik, jurnalistik, maupun konten digital seperti artikel blog dan situs web, penggunaan bahasa yang tepat akan meningkatkan kepercayaan pembaca.

Selain itu, penggunaan bentuk baku juga sangat penting dalam dunia digital. Mesin pencari seperti Google cenderung lebih menghargai konten yang ditulis dengan bahasa yang baik dan benar. Oleh karena itu, konsistensi dalam menggunakan kata kariernya dapat memberikan nilai tambah bagi kualitas konten kita.

Karier dan Perkembangan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang dinamis dan terus berkembang. Namun, perkembangan tersebut tetap memiliki batasan berupa kaidah dan pedoman resmi. Kata karier adalah contoh nyata bagaimana bahasa Indonesia menyerap unsur asing, lalu menyesuaikannya dengan sistem kebahasaan sendiri.

Dengan memahami proses ini, kita tidak hanya sekadar menghafal bentuk baku, tetapi juga memahami alasan di balik penetapannya. Pemahaman ini akan membantu kita lebih cermat dalam menulis dan berbicara.

Tips Agar Tidak Salah Menulis “Kariernya”

Agar kita tidak lagi keliru dalam menulis kariernya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita terapkan.

1. Biasakan Mengecek KBBI

Setiap kali ragu terhadap suatu kata, kita sebaiknya langsung mengeceknya di KBBI daring. Langkah ini sederhana, tetapi sangat efektif.

2. Gunakan Alat Bantu Penulisan

Saat ini, banyak aplikasi pengolah kata yang sudah hadir dengan pemeriksa ejaan bahasa Indonesia. Manfaatkan fitur tersebut untuk meminimalkan kesalahan.

3. Tingkatkan Kesadaran Berbahasa

Semakin sering kita membaca dan menulis dengan bahasa baku, semakin terbiasa pula kita dengan bentuk yang benar.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar dan baku menurut kaidah bahasa Indonesia adalah kariernya, bukan karirnya. Bentuk karier telah ditetapkan secara resmi dalam KBBI, sehingga penggunaannya dianjurkan dalam segala bentuk tulisan formal.

Dengan menggunakan bentuk yang benar, kita tidak hanya menghormati kaidah bahasa Indonesia, tetapi juga meningkatkan kualitas dan profesionalisme tulisan kita. Oleh karena itu, mulai sekarang, mari kita biasakan menulis kariernya dengan benar dan konsisten.