Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai perbedaan penulisan kata yang tampak sepele, tetapi sebenarnya memiliki dasar kebahasaan yang jelas. Salah satu contoh yang kerap menimbulkan kebingungan adalah penulisan karir atau karier. Kedua bentuk ini sama-sama sering digunakan, baik dalam percakapan lisan, tulisan informal, maupun dokumen resmi. Namun, pertanyaannya adalah: manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku?
Artikel ini akan membahas secara mendalam penulisan yang tepat antara karir dan karier, dilengkapi dengan penjelasan etimologi, rujukan kaidah bahasa, contoh penggunaan, serta relevansinya dalam dunia profesional. Dengan pembahasan yang komprehensif, kita diharapkan mampu menggunakan kata ini secara tepat dan konsisten.
Pengertian Karir dan Karier
Secara makna, baik karir maupun karier merujuk pada konsep yang sama, yaitu perjalanan atau perkembangan seseorang dalam dunia pekerjaan, profesi, atau jabatan tertentu. Karier tidak hanya berbicara tentang pekerjaan yang sedang dijalani, tetapi juga mencakup proses, pencapaian, tantangan, serta tujuan jangka panjang dalam kehidupan profesional.
Dalam konteks modern, karier sering dikaitkan dengan pengembangan diri, peningkatan kompetensi, dan strategi untuk mencapai posisi atau peran yang diinginkan. Oleh karena itu, istilah ini memiliki nilai penting, khususnya dalam dunia pendidikan, ketenagakerjaan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Asal-Usul Kata Karier
Jejak Etimologis
Untuk memahami penulisan yang benar, kita perlu menelusuri asal-usul kata ini. Kata karier berasal dari bahasa Belanda carrière, yang berarti lintasan, perjalanan, atau kemajuan dalam pekerjaan. Bahasa Belanda sendiri menyerap kata tersebut dari bahasa Prancis dengan makna yang relatif sama.
Dalam proses penyerapan ke dalam bahasa Indonesia, banyak kata asing mengalami penyesuaian ejaan agar sesuai dengan sistem fonologi dan ortografi bahasa Indonesia. Penyesuaian inilah yang kemudian memengaruhi bagaimana sebuah kata ditulis secara baku.
Pengaruh Penyerapan Kata Asing
Bahasa Indonesia memiliki kaidah khusus dalam menyerap kata dari bahasa asing. Salah satu prinsipnya adalah mempertahankan pelafalan sedekat mungkin dengan bahasa asal, tetapi tetap disesuaikan dengan sistem ejaan bahasa Indonesia. Dalam kasus carrière, bunyi vokal ganda pada akhir kata menjadi perhatian utama.
Karir atau Karier Menurut KBBI
Rujukan utama dalam menentukan penulisan kata baku bahasa Indonesia adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berdasarkan KBBI, bentuk yang diakui sebagai kata baku adalah karier, bukan karir.
Kata karier berguna untuk menjelaskan perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, atau jabatan seseorang. Sementara itu, bentuk karir tidak tercantum sebagai entri utama, melainkan hanya bentuk tidak baku yang muncul akibat kebiasaan penggunaan sehari-hari.
Mengapa Karir Sering Digunakan?
Kebiasaan dan Pengaruh Lisan
Salah satu alasan utama mengapa bentuk karir lebih sering kita gunakan adalah karena pengaruh pelafalan lisan. Dalam percakapan sehari-hari, pengucapan karier sering terdengar seperti karir, sehingga banyak orang menuliskannya sesuai dengan apa yang mereka dengar.
Kebiasaan ini kemudian terbawa ke dalam tulisan, baik di media sosial, artikel nonresmi, maupun dokumen yang sebenarnya menuntut penggunaan bahasa baku.
Kesederhanaan Penulisan
Faktor lain adalah kecenderungan untuk memilih bentuk yang lebih singkat dan sederhana. Penulisan karir dianggap lebih ringkas dibandingkan karier yang menggunakan huruf vokal rangkap ie. Namun, kesederhanaan ini tidak selalu sejalan dengan kaidah kebahasaan yang benar.
Pentingnya Menggunakan Penulisan Baku
Konteks Akademik dan Profesional
Dalam konteks akademik dan profesional, penggunaan bahasa baku mencerminkan tingkat literasi dan profesionalisme seseorang. Penulisan karier yang sesuai dengan KBBI menunjukkan bahwa kita memahami dan menghargai kaidah bahasa Indonesia.
Dokumen seperti surat lamaran kerja, laporan akademik, proposal, dan artikel ilmiah seharusnya menggunakan bentuk baku. Kesalahan ejaan, meskipun terlihat kecil, dapat memengaruhi kredibilitas penulis.
Konsistensi dalam Komunikasi
Penggunaan kata baku juga membantu menciptakan konsistensi dalam komunikasi tertulis. Ketika semua pihak menggunakan bentuk yang sama, risiko kesalahpahaman dapat kita hindari. Dalam jangka panjang, hal ini turut berkontribusi pada pemeliharaan standar bahasa Indonesia.
Contoh Penggunaan Kata Karier yang Benar
Untuk memperjelas, berikut beberapa contoh penggunaan kata karier yang benar dalam kalimat:
- Kita perlu merencanakan karier sejak dini agar tujuan profesional dapat tercapai.
- Pendidikan yang baik dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun karier.
- Ia berhasil mengembangkan karier-nya di bidang teknologi informasi.
Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa kata karier bisa kita gunakan dalam berbagai konteks, baik formal maupun semi-formal, tanpa mengubah makna dasarnya.
Karier dalam Perspektif Pengembangan Diri
Karier Bukan Sekadar Pekerjaan
Dalam perkembangan zaman, konsep karier mengalami perluasan makna. Karier tidak lagi kita pahami sekadar sebagai pekerjaan tetap atau jabatan tertentu, melainkan sebagai perjalanan panjang yang melibatkan pembelajaran, adaptasi, dan pertumbuhan pribadi.
Kita sering kita hadapkan pada pilihan untuk berpindah bidang, meningkatkan keterampilan, atau bahkan memulai jalur karier yang sama sekali baru. Semua proses ini tetap berada dalam kerangka besar pengembangan karier.
Perencanaan Karier yang Matang
Perencanaan karier menjadi aspek penting yang tidak bisa terabaikan. Dengan perencanaan yang baik, kita dapat menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, mengenali potensi diri, serta menyesuaikan langkah dengan peluang yang ada.
Dalam konteks ini, penggunaan istilah yang tepat dan baku, seperti karier, juga mencerminkan keseriusan kita dalam memandang dunia profesional.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar dan baku menurut kaidah bahasa Indonesia adalah karier, bukan karir. Penulisan ini merujuk pada KBBI dan mengikuti prinsip penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia.
Meskipun bentuk karir masih sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks informal, kita sebaiknya membiasakan diri menggunakan bentuk baku karier, khususnya dalam tulisan resmi, akademik, dan profesional. Dengan demikian, kita tidak hanya menyampaikan pesan dengan tepat, tetapi juga turut menjaga kualitas dan kelestarian bahasa Indonesia.