Penulisan yang Benar Elastis atau Elastik

Dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari, kita sering menjumpai dua kata yang tampak serupa namun menimbulkan kebingungan dalam penulisan, yaitu elastis dan elastik. Keduanya kerap dipakai secara bergantian, baik dalam percakapan informal maupun dalam tulisan ilmiah, jurnalistik, dan akademik. Pertanyaannya, manakah yang sebenarnya benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku? Apakah keduanya dapat digunakan secara bebas, atau ada perbedaan makna dan fungsi yang perlu kita pahami?

Artikel ini akan membahas secara komprehensif penulisan yang benar antara elastis dan elastik, mulai dari definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asal-usul kata, perbedaan makna, konteks penggunaan, hingga contoh penerapannya dalam berbagai bidang. Dengan pembahasan yang menyeluruh, kita diharapkan dapat menggunakan kedua istilah ini secara tepat dan sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Asal-Usul Kata Elastis dan Elastik

Untuk memahami perbedaan antara elastis dan elastik, kita perlu menelusuri asal-usul katanya. Kedua istilah ini berasal dari bahasa asing, yakni dari bahasa Yunani elastikos, yang berarti “dapat ditarik” atau “lentur”. Kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi elastic, yang memiliki makna serupa.

Dalam proses penyerapan ke dalam bahasa Indonesia, istilah asing sering kali mengalami penyesuaian bentuk dan makna agar sesuai dengan sistem bahasa Indonesia. Dari sinilah muncul dua bentuk kata, yaitu elastis dan elastik, yang masing-masing memiliki fungsi dan nuansa makna yang berbeda.

Pengertian Elastis Menurut KBBI

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata elastis merupakan kata sifat (adjektiva) yang memiliki beberapa makna, di antaranya:

  • Dapat kembali ke bentuk asal setelah ditarik atau ditekan.
  • Lentur dan tidak mudah rusak.
  • Mudah menyesuaikan diri dengan keadaan atau kondisi tertentu.

Dari definisi tersebut, dapat kita simpulkan bahwa elastis lebih menekankan pada sifat atau karakter suatu benda, sistem, atau bahkan konsep abstrak seperti kebijakan dan pemikiran.

Contoh Penggunaan Kata Elastis

  • Kain ini bersifat elastis sehingga nyaman digunakan.
  • Peraturan tersebut dibuat cukup elastis agar mudah diterapkan di berbagai daerah.
  • Otot manusia memiliki sifat elastis yang memungkinkan tubuh bergerak dengan leluasa.

Pengertian Elastik Menurut KBBI

Sementara itu, kata elastik dalam KBBI juga tercatat sebagai bentuk baku. Elastik umumnya berfungsi sebagai kata sifat maupun kata benda yang berkaitan langsung dengan bahan atau benda yang memiliki daya lentur.

Dalam praktiknya, elastik sering berguna untuk merujuk pada material atau benda konkret yang memiliki sifat lentur, seperti karet atau pita karet.

Contoh Penggunaan Kata Elastik

  • Celana olahraga ini menggunakan pinggang elastik.
  • Benang elastik banyak digunakan dalam industri garmen.
  • Ikat rambut tersebut terbuat dari bahan elastik yang kuat.

Perbedaan Elastis dan Elastik

Meskipun elastis dan elastik sama-sama berakar dari kata yang sama dan memiliki makna dasar tentang kelenturan, terdapat perbedaan penggunaan yang penting untuk kita pahami.

1. Dari Segi Makna

Elastis lebih menekankan pada sifat atau kemampuan untuk menyesuaikan diri, baik secara fisik maupun abstrak. Kata ini dapat kita gunakan untuk benda, konsep, aturan, hingga cara berpikir.

Elastik cenderung merujuk pada bahan atau benda fisik yang memang memiliki daya lentur.

2. Dari Segi Konteks Penggunaan

Elastis sering kita gunakan dalam konteks ilmiah, sosial, ekonomi, dan kebijakan, misalnya elastisitas permintaan dalam ilmu ekonomi atau kebijakan yang elastis dalam pemerintahan.

Elastik lebih lazim dalam konteks sehari-hari yang berhubungan dengan produk, pakaian, dan material.

3. Dari Segi Nuansa Bahasa

Dalam tulisan formal dan akademik, kata elastis lebih sering dipilih karena dianggap lebih abstrak dan konseptual. Sementara itu, elastik terasa lebih praktis dan konkret.

Penggunaan Elastis dan Elastik dalam Berbagai Bidang

Bidang Ilmu Pengetahuan

Dalam fisika dan teknik, istilah elastis berguna untuk menjelaskan sifat benda yang dapat kembali ke bentuk semula setelah mengalami deformasi. Misalnya, hukum elastisitas atau gaya elastis.

Bidang Ekonomi

Dalam ilmu ekonomi, istilah elastis sangat umum kita gunakan, seperti pada frasa elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Di sini, elastis menggambarkan tingkat kepekaan terhadap perubahan harga.

Bidang Industri dan Mode

Di dunia industri tekstil dan mode, elastik lebih sering kita pakai untuk menyebut bahan tertentu, seperti karet elastik atau pita elastik yang berfungsi memberikan kelenturan pada pakaian.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Elastis dan Elastik

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan kata elastik untuk menggambarkan konsep abstrak, seperti “kebijakan elastik”. Dalam konteks ini, penggunaan yang tepat adalah elastis, bukan elastik.

Begitu pula sebaliknya, menyebut benda konkret seperti karet gelang sebagai “karet elastis” memang tidak sepenuhnya salah, tetapi akan lebih tepat jika kita sebut “karet elastik” karena merujuk pada materialnya.

Mana yang Lebih Benar: Elastis atau Elastik?

Jawaban yang paling tepat adalah keduanya benar, asalkan kita gunakan pada konteks yang sesuai. Elastis dan elastik sama-sama merupakan kata baku dalam bahasa Indonesia. Yang membedakan hanyalah fungsi, nuansa makna, dan konteks penggunaannya.

Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat meningkatkan kualitas tulisan dan komunikasi, terutama dalam konteks profesional, akademik, dan publikasi digital.

Kesimpulan

Elastis dan elastik adalah dua kata baku dalam bahasa Indonesia yang berasal dari akar kata yang sama, tetapi memiliki perbedaan dalam penggunaan. Elastis lebih menekankan pada sifat atau kemampuan menyesuaikan diri, baik secara fisik maupun abstrak. Elastik lebih merujuk pada bahan atau benda konkret yang memiliki daya lentur.

Dengan memahami perbedaan tersebut, kita dapat menggunakan kedua istilah ini secara tepat dan konsisten. Ketepatan dalam memilih kata tidak hanya mencerminkan kemampuan berbahasa, tetapi juga meningkatkan kredibilitas tulisan kita di mata pembaca.