Dalam kehidupan sehari-hari, kita hampir tidak pernah lepas dari aktivitas mencuci. Mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, hingga perlengkapan tertentu, semuanya membutuhkan bahan pembersih agar tetap bersih dan higienis. Salah satu bahan pembersih yang paling umum digunakan adalah detergen atau deterjen. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia sebenarnya detergen atau deterjen? Perbedaan satu huruf ini tampak sepele, tetapi dalam konteks kebahasaan formal, penulisan yang tepat memiliki arti penting.
Artikel ini akan membahas secara mendalam penulisan yang benar antara detergen dan deterjen, ditinjau dari aspek etimologi, kaidah Ejaan Bahasa Indonesia, penggunaan dalam konteks formal dan nonformal, hingga implikasinya dalam dunia pendidikan, media, dan industri. Dengan pembahasan yang komprehensif, kita diharapkan dapat menggunakan istilah ini secara tepat dan konsisten.
Pentingnya Ketepatan Penulisan dalam Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memiliki kaidah baku yang diatur dalam berbagai pedoman resmi, seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Ketepatan penulisan bukan sekadar soal estetika bahasa, melainkan juga mencerminkan tingkat literasi dan profesionalisme penulis.
Dalam konteks tulisan ilmiah, akademik, jurnalistik, maupun dokumen resmi, penggunaan kata yang tidak baku dapat menurunkan kredibilitas isi tulisan. Oleh karena itu, memahami penulisan yang benar antara detergen dan deterjen menjadi bagian dari upaya kita untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Asal Usul Kata Detergen
Etimologi Kata
Kata detergen berasal dari bahasa Inggris detergent, yang pada gilirannya berakar dari bahasa Latin detergere, yang berarti “membersihkan” atau “menghapus kotoran”. Dalam bahasa Inggris, kata detergent digunakan untuk menyebut zat pembersih sintetis yang memiliki kemampuan mengikat dan mengangkat kotoran.
Ketika kata ini masuk ke dalam bahasa Indonesia, terjadi proses penyesuaian ejaan agar sesuai dengan sistem fonologi dan ortografi bahasa Indonesia. Proses inilah yang kemudian memunculkan perbedaan penulisan antara detergen dan deterjen.
Proses Penyerapan dalam Bahasa Indonesia
Dalam penyerapan kata asing, bahasa Indonesia memiliki kaidah tertentu. Salah satunya adalah penyesuaian huruf -gent atau -gen dari bahasa asing menjadi -gen atau -jen sesuai dengan lafal dan kebiasaan fonetik bahasa Indonesia.
Namun, tidak semua variasi penulisan tersebut otomatis menjadi bentuk baku. Hanya bentuk yang telah ditetapkan dan dibakukan oleh lembaga kebahasaan yang diakui sebagai bentuk resmi.
Detergen atau Deterjen: Mana yang Baku?
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia
Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai rujukan utama kebakuan kata, bentuk yang tercatat secara resmi adalah detergen. Kata ini mengandung arti sebagai bahan pembersih, terutama untuk mencuci, yang dibuat dari bahan kimia tertentu dan memiliki kemampuan menurunkan tegangan permukaan air.
Sementara itu, bentuk deterjen tidak tercantum sebagai entri utama dalam KBBI. Hal ini menunjukkan bahwa secara kebahasaan, detergen adalah penulisan yang benar dan baku.
Alasan Kebakuan Kata Detergen
Kebakuan kata detergen tergantung beberapa faktor, antara lain:
- Penyesuaian ejaan yang konsisten dengan kaidah serapan bahasa Indonesia.
- Penggunaan bentuk tersebut dalam literatur ilmiah dan akademik.
- Pengesahan melalui kamus dan pedoman resmi kebahasaan.
Dengan demikian, dalam konteks formal seperti karya tulis ilmiah, buku pelajaran, artikel edukatif, dan dokumen resmi, penggunaan kata detergen lebih dianjurkan.
Mengapa Kata Deterjen Lebih Populer di Masyarakat?
Pengaruh Pelafalan Sehari-hari
Meskipun tidak baku, kata deterjen sangat populer dalam penggunaan sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh pelafalan kata detergent dalam bahasa Inggris yang terdengar mendekati “deterjen” ketika diucapkan oleh penutur bahasa Indonesia.
Kecenderungan masyarakat untuk menuliskan kata sesuai dengan bunyi yang kita dengar membuat bentuk deterjen lebih akrab dan mudah diingat.
Pengaruh Iklan dan Media
Iklan produk pembersih di media massa, baik cetak maupun elektronik, turut berperan dalam mempopulerkan kata deterjen. Banyak produsen yang menggunakan istilah ini karena kita anggap lebih komunikatif dan dekat dengan konsumen.
Namun, popularitas dalam penggunaan sehari-hari tidak serta-merta menjadikan sebuah kata sebagai bentuk baku dalam kaidah bahasa.
Penggunaan Detergen dalam Konteks Formal dan Nonformal
Konteks Formal
Dalam konteks formal, seperti penulisan artikel ilmiah, laporan penelitian, buku pelajaran, dan dokumen resmi pemerintahan, kita sebaiknya menggunakan kata detergen. Penggunaan kata baku menunjukkan kepatuhan terhadap kaidah bahasa dan meningkatkan kualitas tulisan.
Konteks Nonformal
Dalam percakapan sehari-hari, iklan, atau komunikasi santai, penggunaan kata deterjen masih sering kita jumpai. Namun, tetap penting bagi kita untuk menyadari perbedaan antara bentuk baku dan tidak baku agar tidak keliru dalam situasi yang menuntut ketepatan bahasa.
Detergen dalam Perspektif Ilmiah dan Industri
Pengertian Detergen Secara Ilmiah
Secara ilmiah, detergen adalah senyawa kimia yang memiliki sifat surfaktan, yaitu mampu menurunkan tegangan permukaan air sehingga kotoran dapat terangkat dan terlarut. Detergen umumnya terdiri atas bahan aktif, bahan pembentuk, dan bahan tambahan seperti pewangi atau pemutih.
Dalam literatur ilmiah dan pendidikan kimia, istilah yang bisa kita gunakan secara konsisten adalah detergen, bukan deterjen.
Penggunaan Istilah dalam Dunia Industri
Di dunia industri, khususnya dalam dokumen teknis, standar mutu, dan laporan produksi, penggunaan istilah baku menjadi sangat penting. Oleh karena itu, kata detergen lebih sering kita gunakan dalam konteks ini untuk menjaga keseragaman dan kejelasan istilah.
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
Salah satu kesalahan umum dalam penulisan adalah menganggap kata yang sering kita gunakan otomatis sebagai kata baku. Untuk menghindari kesalahan ini, kita dapat melakukan beberapa langkah sederhana:
- Memeriksa kata dalam KBBI sebelum kita gunakan dalam tulisan formal.
- Membiasakan diri membaca tulisan ilmiah dan edukatif yang menggunakan bahasa baku.
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kaidah bahasa dalam komunikasi tertulis.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar dan baku menurut kaidah bahasa Indonesia adalah detergen, bukan deterjen. Meskipun kata deterjen lebih populer dalam penggunaan sehari-hari, terutama dalam iklan dan percakapan informal, bentuk tersebut tidak tercatat sebagai kata baku.
Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat menggunakan istilah yang tepat sesuai dengan konteksnya. Penggunaan kata baku seperti detergen dalam tulisan formal tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap kaidah bahasa, tetapi juga menunjukkan profesionalisme dan kepedulian kita terhadap kualitas berbahasa Indonesia.