Penulisan yang Benar Desain atau Design

Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di dunia pendidikan, bisnis, dan industri kreatif, kita sering menjumpai dua bentuk penulisan yang tampak serupa namun berbeda, yaitu desain dan design. Keduanya kerap digunakan secara bergantian dalam percakapan, dokumen resmi, hingga konten digital. Pertanyaannya, manakah penulisan yang benar dalam bahasa Indonesia? Apakah keduanya dapat digunakan secara bebas, atau justru memiliki konteks dan kaidah yang berbeda?

Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan antara “desain” dan “design”, mulai dari aspek kebahasaan, etimologi, kaidah ejaan, hingga penerapannya dalam berbagai bidang. Dengan pembahasan yang komprehensif, kita diharapkan dapat menggunakan istilah ini secara tepat dan sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Asal Usul Kata Desain dan Design

Etimologi Kata Design

Kata design berasal dari bahasa Inggris. Secara historis, istilah ini berakar dari bahasa Latin designare yang berarti “menandai”, “merancang”, atau “menentukan”. Dalam bahasa Inggris modern, design memiliki makna luas, mencakup proses perencanaan, pembuatan konsep, hingga hasil akhir dari sebuah rancangan.

Karena bahasa Inggris memiliki pengaruh global yang sangat kuat, terutama dalam bidang teknologi, seni, dan industri kreatif, kata design kemudian banyak diserap atau digunakan oleh bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia.

Proses Penyerapan Menjadi Kata Desain

Dalam bahasa Indonesia, banyak kata asing yang diserap dengan penyesuaian ejaan dan pelafalan agar sesuai dengan kaidah lokal. Proses ini dikenal sebagai penyerapan kata. Kata design kemudian diserap menjadi desain, dengan penyesuaian huruf dan bunyi agar mudah diucapkan oleh penutur bahasa Indonesia.

Penyesuaian ini sejalan dengan prinsip ejaan bahasa Indonesia yang cenderung fonetis, yaitu penulisan kata mendekati cara pengucapannya.

Penulisan yang Baku Menurut Kaidah Bahasa Indonesia

Desain dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk kata yang baku adalah desain. Kata ini diartikan sebagai:

  • kerangka bentuk; rancangan
  • pola atau model
  • proses perancangan suatu objek, sistem, atau karya

Dengan tercantumnya kata desain dalam KBBI, dapat kita pastikan bahwa inilah bentuk penulisan yang benar dan resmi dalam bahasa Indonesia.

Status Kata Design dalam Bahasa Indonesia

Sementara itu, kata design tidak termasuk dalam kosakata baku bahasa Indonesia. Kata ini tetap dianggap sebagai istilah bahasa Inggris. Oleh karena itu, penggunaannya dalam teks berbahasa Indonesia sebaiknya dibatasi pada konteks tertentu, misalnya:

  • penulisan judul atau istilah berbahasa Inggris
  • kutipan langsung dari sumber asing
  • nama merek, produk, atau program internasional

Di luar konteks tersebut, penggunaan kata design dalam teks bahasa Indonesia tidak sesuai kaidah.

Penggunaan Desain dan Design dalam Berbagai Konteks

Dalam Penulisan Akademik dan Resmi

Dalam karya ilmiah, laporan resmi, surat dinas, dan dokumen pemerintahan, kita wajib menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Oleh karena itu, penulisan yang benar adalah desain, bukan design.

Contoh penggunaan yang tepat:

  • Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif.
  • Desain bangunan tersebut mengutamakan aspek ramah lingkungan.

Dalam Dunia Bisnis dan Profesional

Di dunia bisnis, khususnya pada perusahaan yang bergerak di bidang kreatif, teknologi, dan pemasaran, kata design sering kita gunakan karena faktor branding dan citra internasional. Namun, dalam dokumen internal berbahasa Indonesia, penulisan desain tetap lebih tepat.

Misalnya:

  • Divisi desain grafis bertanggung jawab atas identitas visual perusahaan.
  • Proses desain produk dilakukan melalui beberapa tahap evaluasi.

Dalam Dunia Kreatif dan Media Digital

Dalam dunia kreatif, seperti desain grafis, desain interior, dan desain web, penggunaan kata design memang sangat populer, terutama di media sosial dan portofolio internasional. Namun, saat kita menulis artikel, blog, atau konten edukatif berbahasa Indonesia, penggunaan kata desain tetap lebih tepat.

Penggunaan yang konsisten akan meningkatkan kredibilitas penulis serta kualitas bahasa yang kita gunakan.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Desain dan Design

Mencampur Bahasa dalam Satu Kalimat

Salah satu kesalahan yang sering kita temui adalah mencampur kata bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tanpa alasan yang jelas.

Contoh kurang tepat, yaitu:

  • Desain logo ini memiliki design yang modern.

Contoh yang benar, yaitu:

  • Desain logo ini memiliki konsep yang modern.

Anggapan bahwa Design Lebih Profesional

Banyak orang beranggapan bahwa penggunaan kata design terdengar lebih profesional atau bergengsi. Padahal, dalam konteks bahasa Indonesia, justru penggunaan kata desain menunjukkan pemahaman dan kepatuhan terhadap kaidah bahasa yang benar.

Pentingnya Menggunakan Bahasa yang Baku

Menjaga Kejelasan dan Keseragaman Makna

Bahasa baku berfungsi untuk menjaga keseragaman makna dan menghindari ambiguitas. Dengan menggunakan kata desain secara konsisten, pembaca akan lebih mudah memahami maksud yang ingin kita sampaikan.

Meningkatkan Kredibilitas Penulis

Penulisan yang sesuai kaidah bahasa Indonesia akan meningkatkan kredibilitas, baik bagi penulis individu maupun institusi. Hal ini sangat penting dalam dunia akademik, jurnalistik, dan profesional.

Mendukung Pelestarian Bahasa Indonesia

Menggunakan kosakata baku juga merupakan bentuk kontribusi kita dalam menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Kesimpulan Design?

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa:

  • Desain adalah penulisan yang benar dan baku dalam bahasa Indonesia.
  • Design adalah bentuk bahasa Inggris dan tidak termasuk kosakata baku bahasa Indonesia.
  • Penggunaan kata design hanya tepat dalam konteks tertentu, seperti judul berbahasa Inggris atau nama merek.

Oleh karena itu, dalam penulisan berbahasa Indonesia, terutama yang bersifat resmi dan edukatif, kita sebaiknya menggunakan kata desain. Dengan demikian, kita tidak hanya menyampaikan informasi secara tepat, tetapi juga turut menjaga kualitas dan martabat bahasa Indonesia.