Penulisan yang Benar Bertaraf atau Bertarap

Dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari, kita sering menjumpai kata-kata yang terdengar mirip, tetapi memiliki bentuk penulisan yang berbeda. Salah satu pasangan kata yang kerap menimbulkan kebingungan adalah “bertaraf” dan “bertarap”. Tidak sedikit orang yang menggunakan kedua bentuk tersebut secara bergantian, seolah-olah keduanya sama-sama benar. Padahal, dalam kaidah bahasa Indonesia baku, hanya satu bentuk yang diakui secara resmi.

Artikel ini akan membahas secara mendalam penulisan yang benar antara bertaraf dan bertarap, dilengkapi dengan penjelasan makna, dasar kebahasaan, contoh penggunaan, serta faktor penyebab kesalahan penulisan. Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia secara lebih cermat, terutama dalam konteks akademik dan profesional.

Makna Kata Taraf dalam Bahasa Indonesia

Untuk memahami perbedaan antara bertaraf dan bertarap, kita perlu terlebih dahulu memahami makna kata dasarnya, yaitu taraf.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), taraf berarti tingkatan, derajat, atau mutu tertentu. Kata ini sering digunakan untuk menunjukkan level kualitas, status, atau kelas suatu hal, baik yang bersifat abstrak maupun konkret.

Beberapa contoh penggunaan kata taraf antara lain:

  • taraf pendidikan
  • taraf hidup masyarakat
  • taraf internasional

Dari makna tersebut, dapat kita simpulkan bahwa taraf berhubungan erat dengan konsep tingkatan atau level.

Pembentukan Kata Bertaraf

Kata bertaraf merupakan hasil pembentukan kata dari imbuhan ber- dan kata dasar taraf. Dalam tata bahasa Indonesia, imbuhan ber- berfungsi untuk membentuk kata kerja atau kata sifat yang menunjukkan keadaan atau kepemilikan sifat tertentu.

Dengan demikian, bertaraf memiliki makna “memiliki taraf”, “mempunyai tingkat tertentu”, atau “berada pada level tertentu”.

Contoh penggunaan kata bertaraf dalam kalimat:

  • Sekolah tersebut dikenal sebagai lembaga pendidikan bertaraf internasional.
  • Rumah sakit ini menyediakan layanan kesehatan bertaraf nasional.
  • Acara tersebut dirancang agar bertaraf profesional.

Dalam semua contoh di atas, kata bertaraf digunakan untuk menjelaskan kualitas atau tingkatan sesuatu.

Apakah Kata Bertarap Baku?

Berbeda dengan bertaraf, kata bertarap tidak ditemukan dalam KBBI sebagai bentuk baku. Kata tarap sendiri memang ada dalam bahasa Indonesia, tetapi memiliki makna yang berbeda dan tidak berkaitan dengan konsep tingkatan atau level.

Kata tarap umumnya merujuk pada tindakan atau alat tertentu dalam konteks yang sangat spesifik, dan bukan dalam arti “tingkatan” sebagaimana taraf. Oleh karena itu, pembentukan kata bertarap untuk menyatakan level atau kualitas adalah tidak tepat.

Kesimpulannya, “bertarap” bukanlah bentuk baku dan tidak dianjurkan penggunaannya dalam bahasa Indonesia standar.

Mengapa Kesalahan Bertarap Sering Terjadi?

Kesalahan penulisan bertarap sering terjadi karena beberapa faktor yang cukup umum dalam penggunaan bahasa sehari-hari.

1. Pengaruh Pelafalan Lisan

Dalam bahasa lisan, bunyi huruf f pada kata taraf sering terdengar samar atau bahkan berubah menjadi bunyi p. Akibatnya, sebagian penutur menuliskannya sesuai dengan apa yang mereka dengar, bukan berdasarkan kaidah baku.

2. Kurangnya Rujukan ke Kamus

Banyak pengguna bahasa yang jarang memeriksa kebenaran kata di kamus resmi. Padahal, KBBI merupakan rujukan utama dalam menentukan apakah suatu kata baku atau tidak.

3. Kebiasaan yang Salah tetapi Menyebar

Ketika suatu bentuk salah sering digunakan di media sosial, percakapan sehari-hari, atau bahkan dalam tulisan semi-resmi, kesalahan tersebut perlahan dianggap benar oleh sebagian orang.

Dampak Kesalahan Penulisan dalam Konteks Profesional

Kesalahan penulisan antara bertaraf dan bertarap mungkin tampak sepele, tetapi dalam konteks tertentu, dampaknya bisa cukup signifikan.

Dalam dunia akademik, kesalahan ini dapat mengurangi kredibilitas penulis. Dalam dokumen resmi atau bisnis, penggunaan kata tidak baku bisa memberi kesan kurang profesional. Oleh karena itu, ketelitian dalam memilih kata menjadi hal yang sangat penting.

Perbandingan Penggunaan Bertaraf dan Bertarap

Bentuk KataStatusKeterangan
BertarafBakuSesuai dengan KBBI dan kaidah bahasa Indonesia
BertarapTidak bakuTidak memiliki makna yang sesuai dalam konteks tingkatan

Tips Agar Tidak Salah Menggunakan Kata

Agar kita terhindar dari kesalahan serupa, ada beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan.

1. Biasakan Mengecek KBBI

Sebelum menggunakan kata yang meragukan, kita sebaiknya memeriksanya di KBBI, baik versi daring maupun cetak.

2. Perhatikan Kata Dasar

Memahami kata dasar dan maknanya akan membantu kita menentukan bentuk turunan yang tepat.

3. Tingkatkan Kesadaran Berbahasa

Dengan membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kita turut berkontribusi menjaga kualitas bahasa nasional.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita tegaskan bahwa penulisan yang benar adalah “bertaraf”, bukan bertarap. Kata bertaraf berasal dari kata dasar taraf yang berarti tingkatan atau level, dan pembentukannya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Sementara itu, bertarap tidak tertulis sebagai bentuk baku dan sebaiknya kita hindari, terutama dalam tulisan formal, akademik, dan profesional. Jadi, dengan memahami perbedaan ini, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia secara lebih tepat, cermat, dan bertanggung jawab.