Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai perbedaan penulisan kata yang sekilas tampak sepele, tetapi sebenarnya memiliki dampak besar terhadap ketepatan berbahasa. Salah satu contoh yang paling sering menimbulkan kebingungan adalah penulisan aktivitas atau aktifitas. Kedua bentuk ini kerap kita gunakan secara bergantian dalam percakapan, media sosial, hingga tulisan formal seperti artikel, laporan, dan karya ilmiah.
Pertanyaannya, manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia? Apakah “aktivitas” atau “aktifitas”? Artikel ini akan membahasnya secara mendalam, mulai dari dasar kebahasaan, rujukan resmi, hingga dampaknya terhadap kualitas komunikasi tertulis. Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia secara lebih baik, benar, dan profesional.
Fenomena Kesalahan Penulisan dalam Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Namun, perkembangan ini sering diiringi dengan munculnya berbagai kesalahan penulisan yang kemudian dianggap lazim. Salah satunya adalah penambahan huruf yang tidak sesuai dengan kaidah, seperti huruf f pada kata “aktifitas”.
Kesalahan semacam ini umumnya terjadi karena pengaruh pengucapan lisan. Dalam tuturan sehari-hari, bunyi “v” dan “f” sering terdengar mirip, sehingga banyak orang menuliskannya tanpa menyadari bahwa bentuk tersebut tidak sesuai dengan standar bahasa baku.
Penulisan yang Benar Menurut KBBI
Bentuk Baku Kata Aktivitas
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk penulisan yang benar dan baku adalah aktivitas, bukan aktifitas. Kata “aktivitas” mengartikan sebagai kegiatan; kesibukan.
Sementara itu, kata “aktifitas” tidak tercantum sebagai entri dalam KBBI. Hal ini menegaskan bahwa “aktifitas” merupakan bentuk tidak baku yang sebaiknya kita hindari, terutama dalam konteks formal dan akademik.
Asal Usul Kata Aktivitas
Kata “aktivitas” berasal dari bahasa Inggris activity, yang diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan. Dalam proses penyerapan tersebut, huruf v tetap bisa kita gunakan karena sesuai dengan kaidah penyerapan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia.
Oleh karena itu, penulisan “aktivitas” dengan huruf v merupakan hasil adaptasi resmi yang telah disepakati dan dibakukan.
Mengapa Banyak Orang Menulis Aktifitas?
Pengaruh Pelafalan Sehari-hari
Salah satu alasan utama kesalahan penulisan “aktifitas” adalah pengaruh pelafalan lisan. Dalam percakapan, bunyi “v” sering diucapkan mendekati bunyi “f”, sehingga terjadi pergeseran dalam penulisan.
Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, maka kesalahan tersebut akan semakin mengakar dan dianggap wajar, meskipun sebenarnya bertentangan dengan kaidah bahasa.
Kurangnya Rujukan terhadap Bahasa Baku
Di era digital, banyak orang lebih mengandalkan kebiasaan atau contoh di internet tanpa melakukan verifikasi ke sumber resmi seperti KBBI. Akibatnya, bentuk tidak baku seperti “aktifitas” semakin sering digunakan dan tersebar luas.
Padahal, penggunaan bahasa baku sangat penting untuk menjaga konsistensi dan kredibilitas dalam komunikasi tertulis.
Dampak Penggunaan Kata Tidak Baku
Menurunkan Kualitas Tulisan
Penggunaan kata tidak baku, termasuk “aktifitas”, dapat menurunkan kualitas tulisan, terutama dalam konteks profesional. Tulisan yang seharusnya terlihat rapi dan kredibel justru terkesan kurang cermat.
Dalam dunia akademik, jurnalistik, dan pemerintahan, kesalahan semacam ini dapat memengaruhi penilaian pembaca terhadap penulis.
Menimbulkan Kesalahan Berantai
Jika satu kesalahan penulisan dianggap benar dan terus digunakan, maka akan muncul kesalahan-kesalahan lain yang mengikuti. Lama-kelamaan, bahasa baku semakin terpinggirkan oleh kebiasaan yang keliru.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memutus rantai kesalahan ini dengan mulai menggunakan bentuk yang benar.
Contoh Penggunaan Kata Aktivitas yang Benar
Dalam Kalimat Formal
Berikut beberapa contoh penggunaan kata “aktivitas” yang tepat:
- Mahasiswa diwajibkan mengikuti seluruh aktivitas akademik yang telah dijadwalkan.
- Pemerintah mendorong aktivitas ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
- Olahraga merupakan aktivitas penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa kata “aktivitas” bisa kita gunakan sesuai dengan konteks dan kaidah bahasa Indonesia yang benar.
Peran Kita dalam Menjaga Bahasa Indonesia
Kesadaran Berbahasa
Menjaga kemurnian dan ketepatan bahasa Indonesia bukan hanya tugas lembaga bahasa, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai penuturnya. Dengan menggunakan kata yang benar, kita turut berkontribusi dalam menjaga kualitas bahasa nasional.
Kesadaran berbahasa dapat kita mulai dari hal sederhana, seperti memilih penulisan yang tepat antara “aktivitas” dan “aktifitas”.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Kita dapat menerapkan penggunaan bahasa baku dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari menulis pesan singkat, konten media sosial, hingga dokumen resmi. Konsistensi dalam penggunaan kata yang benar akan membentuk kebiasaan positif.
Dengan demikian, bahasa Indonesia akan tetap menjadi alat komunikasi yang efektif, jelas, dan bermartabat.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia adalah aktivitas, bukan aktifitas. Bentuk “aktivitas” telah menjadi bentuk baku dalam KBBI dan berasal dari proses penyerapan istilah asing yang sesuai aturan.
Meskipun “aktifitas” sering digunakan dalam percakapan dan tulisan informal, penggunaannya tetap tidak dianjurkan, terutama dalam konteks formal dan profesional. Dengan membiasakan diri menggunakan kata “aktivitas”, kita tidak hanya meningkatkan kualitas tulisan, tetapi juga turut menjaga kelestarian bahasa Indonesia.
Semoga artikel ini dapat menjadi rujukan yang bermanfaat dan membantu kita semua untuk lebih cermat dalam berbahasa.