Penulisan yang Benar Absorpsi atau Absorbsi

Dalam bahasa Indonesia, kita sering menemukan dua bentuk penulisan kata yang tampak mirip, tetapi menimbulkan kebingungan saat digunakan dalam tulisan formal. Salah satu contoh yang cukup sering diperdebatkan adalah absorpsi atau absorbsi. Kedua bentuk ini kerap muncul dalam artikel ilmiah, buku pelajaran, media massa, hingga karya tulis akademik. Pertanyaannya, manakah penulisan yang benar dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia?

Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan absorpsi dan absorbsi, meninjau asal-usul katanya, aturan kebahasaan yang berlaku, serta memberikan contoh penggunaan yang tepat. Dengan pembahasan yang komprehensif, kita diharapkan dapat menggunakan istilah ini secara benar dan konsisten.

Pengertian Absorpsi dan Absorbsi

Apa Itu Absorpsi?

Kata absorpsi dalam bahasa Indonesia merujuk pada proses penyerapan suatu zat, energi, atau pengaruh ke dalam zat atau sistem lain. Istilah ini banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti fisika, kimia, biologi, ekonomi, hingga ilmu sosial.

Contohnya, dalam ilmu kimia, absorpsi menggambarkan proses suatu zat cair atau padat menyerap gas atau cairan lain ke dalam strukturnya. Dalam konteks ekonomi, absorpsi dapat merujuk pada kemampuan pasar menyerap produk atau tenaga kerja.

Apa Itu Absorbsi?

Sementara itu, absorbsi sering dianggap sebagai variasi penulisan dari absorpsi. Secara makna, absorbsi biasanya digunakan untuk menyampaikan arti yang sama, yaitu penyerapan. Namun, kemiripan makna ini tidak serta-merta menjadikan kedua bentuk tersebut sama-sama benar menurut kaidah bahasa.

Asal-Usul Kata Absorpsi

Untuk memahami penulisan yang benar, kita perlu menelusuri asal-usul kata ini. Kata absorpsi berasal dari bahasa Latin absorptio, yang berarti “penyerapan”. Kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi absorption.

Dalam proses penyerapan ke bahasa Indonesia, istilah asing umumnya sesuai dengan kaidah ejaan dan morfologi bahasa Indonesia. Penyesuaian inilah yang menjadi dasar penetapan bentuk baku suatu kata.

Kaidah Penyerapan Kata Asing dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia memiliki pedoman yang jelas dalam menyerap kata asing, terutama dari bahasa Inggris dan Latin. Pedoman tersebut teratur dalam PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) serta kamus resmi seperti KBBI.

Salah satu kaidah penting dalam penyerapan kata asing adalah penyederhanaan gugus konsonan. Gugus konsonan yang dianggap tidak lazim atau sulit diucapkan dalam bahasa Indonesia sering disederhanakan agar lebih sesuai dengan sistem fonologi bahasa Indonesia.

Dalam kasus absorption, gugus “-rpt-” menjadi “-rps-”, sehingga menghasilkan bentuk absorpsi.

Penulisan yang Diakui dalam KBBI

Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hanya satu bentuk yang menjadi kata baku, yaitu absorpsi. Kata ini tercatat secara resmi dan memiliki definisi yang jelas.

Sebaliknya, bentuk absorbsi tidak terdaftar sebagai entri utama dalam KBBI. Hal ini menunjukkan bahwa absorbsi kita anggap sebagai bentuk tidak baku atau keliru dalam konteks bahasa Indonesia standar.

Perbedaan Absorpsi dan Absorbsi

Perbedaan dari Segi Kebakuan

Hal yang paling mendasar antara absorpsi dan absorbsi terletak pada status kebakuannya. Absorpsi adalah bentuk baku, sedangkan absorbsi tidak baku.

Perbedaan dari Segi Penggunaan

Dalam tulisan ilmiah, dokumen resmi, karya akademik, dan media massa yang menjunjung kaidah bahasa, bentuk yang seharusnya kita gunakan adalah absorpsi. Penggunaan absorbsi dapat kita anggap sebagai kesalahan ejaan.

Perbedaan dari Segi Linguistik

Dari sudut pandang linguistik, penghilangan huruf “b” pada absorpsi bukanlah kesalahan, melainkan hasil penyesuaian fonologis. Bahasa Indonesia cenderung menghindari pengucapan konsonan rangkap yang tidak efisien.

Contoh Penggunaan Kata Absorpsi dalam Kalimat

Untuk memperjelas pemahaman, berikut beberapa contoh penggunaan kata absorpsi yang benar:

  • Proses absorpsi cahaya oleh daun sangat penting dalam fotosintesis.
  • Tingkat absorpsi tenaga kerja di sektor industri meningkat tahun ini.
  • Obat tersebut bekerja melalui absorpsi cepat di saluran pencernaan.
  • Kemampuan tanah dalam melakukan absorpsi air menentukan kesuburannya.

Kesalahan Umum dalam Penulisan Absorpsi

Salah satu kesalahan umum adalah menganggap absorbsi sebagai bentuk yang lebih “mendekati” bahasa Inggris absorb. Padahal, bahasa Indonesia tidak selalu mempertahankan struktur kata asing secara utuh.

Terlebih, kesalahan lain adalah ketidakkonsistenan dalam penulisan. Dalam satu dokumen, penulis terkadang menggunakan absorpsi dan absorbsi secara bergantian. Hal ini dapat menurunkan kualitas dan kredibilitas tulisan.

Pentingnya Menggunakan Kata Baku

Menggunakan kata baku seperti absorpsi bukan sekadar soal kepatuhan terhadap aturan bahasa. Penggunaan kata baku mencerminkan profesionalisme, ketelitian, dan penghargaan terhadap pembaca.

Dalam konteks akademik dan profesional, kesalahan ejaan dapat memengaruhi penilaian terhadap kualitas karya tulis. Oleh karena itu, membiasakan diri menggunakan kata baku menjadi langkah penting bagi siapa pun yang aktif menulis.

Absorpsi dalam Berbagai Bidang Ilmu

Absorpsi dalam Ilmu Alam

Dalam fisika dan kimia, absorpsi berkaitan dengan interaksi antara materi dan energi. Contohnya adalah absorpsi panas, cahaya, atau zat kimia.

Absorpsi dalam Ilmu Kesehatan

Dalam bidang kesehatan, absorpsi merujuk pada proses penyerapan nutrisi atau obat ke dalam aliran darah.

Absorpsi dalam Ilmu Sosial dan Ekonomi

Sementara itu, dalam ekonomi, absorpsi dapat menggambarkan daya serap pasar, tenaga kerja, atau anggaran terhadap suatu kebijakan.

Kesimpulan

Berdasarkan kaidah bahasa Indonesia dan rujukan resmi seperti KBBI, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar adalah absorpsi, bukan absorbsi. Meskipun kedua bentuk tersebut sering digunakan secara bergantian dalam praktik, hanya absorpsi yang diakui sebagai bentuk baku.

Jadi, dengan memahami asal-usul kata, aturan penyerapan bahasa, serta contoh penggunaannya, kita dapat menulis dengan lebih tepat dan profesional. Konsistensi dalam penggunaan kata baku akan meningkatkan kualitas tulisan dan memperkuat pesan yang ingin kita sampaikan.

Tinggalkan komentar