Indeks atau Index, yang Benar Mana?

Dalam praktik berbahasa Indonesia, kita sering menjumpai dua bentuk penulisan yang tampak mirip tetapi menimbulkan keraguan: indeks atau index. Keduanya kerap digunakan secara bergantian, baik dalam karya ilmiah, laporan akademik, artikel media, maupun percakapan sehari-hari. Pertanyaannya, manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku?

Melalui artikel ini, kita akan membahas secara mendalam perbedaan antara “indeks” dan “index”, mulai dari asal-usul kata, ketentuan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hingga contoh penggunaan yang tepat dalam berbagai konteks. Dengan pemahaman yang komprehensif, kita diharapkan dapat menggunakan istilah ini secara konsisten dan sesuai kaidah.

Asal Usul Kata Indeks dan Index

Untuk memahami perbedaan “indeks” dan “index”, kita perlu menelusuri asal-usul katanya. Kata index berasal dari bahasa Latin index yang berarti “penunjuk”, “petunjuk”, atau “daftar”. Dalam bahasa Inggris, kata ini dipertahankan menjadi index dengan makna yang relatif sama, misalnya daftar isi, penunjuk data, atau ukuran statistik.

Sementara itu, bahasa Indonesia banyak menyerap kosakata asing, terutama dari bahasa Belanda dan Inggris. Namun, tidak semua kata diserap secara utuh. Sebagian besar mengalami penyesuaian ejaan agar sesuai dengan sistem fonologi dan ortografi bahasa Indonesia. Dari proses inilah, kata index kemudian diserap menjadi indeks.

Penulisan Menurut KBBI

Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai acuan utama bahasa Indonesia baku, bentuk yang diakui secara resmi adalah indeks. Dalam KBBI, “indeks” memiliki beberapa makna, antara lain:

  • Daftar kata atau istilah penting yang tersusun secara alfabetis, biasanya terdapat di bagian akhir buku.
  • Angka atau perbandingan yang berguna sebagai ukuran tertentu, misalnya dalam bidang ekonomi dan statistik.
  • Petunjuk atau penanda yang menunjukkan keadaan tertentu.

Sebaliknya, bentuk index tidak tercantum sebagai entri baku dalam KBBI. Hal ini menegaskan bahwa dalam konteks bahasa Indonesia, penulisan yang benar dan dianjurkan adalah indeks, bukan index.

Alasan “Index” Masih Sering Digunakan

Meskipun “indeks” adalah bentuk baku, kita masih sering menjumpai penggunaan “index” dalam berbagai tulisan. Fenomena ini tidak terjadi tanpa sebab. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain:

1. Pengaruh Bahasa Inggris

Dalam dunia akademik, teknologi, dan bisnis, bahasa Inggris memiliki pengaruh yang sangat kuat. Istilah seperti search engine index, price index, atau stock index sering digunakan tanpa diterjemahkan, sehingga penulis terbiasa memakai bentuk “index”.

2. Kebiasaan dalam Bidang Tertentu

Di bidang pemrograman komputer dan basis data, istilah index merupakan istilah teknis yang umum digunakan. Dalam konteks ini, penulisan “index” sering kita pertahankan karena merujuk langsung pada istilah teknis berbahasa Inggris.

3. Kurangnya Kesadaran Kaidah Baku

Tidak semua penulis atau pengguna bahasa menyadari perbedaan antara bahasa baku dan tidak baku. Akibatnya, bentuk “index” kita gunakan begitu saja tanpa mempertimbangkan kaidah bahasa Indonesia.

Penggunaan yang Tepat dalam Bahasa Indonesia

Secara umum, dalam penulisan berbahasa Indonesia yang bersifat formal dan mengikuti kaidah baku, kita harus menggunakan kata indeks. Berikut beberapa contoh penggunaan yang benar:

  • Indeks harga konsumen mengalami kenaikan pada kuartal terakhir.
  • Buku ini dilengkapi dengan indeks di bagian akhir untuk memudahkan pencarian istilah.
  • Indeks prestasi mahasiswa ditentukan oleh nilai akademik setiap semester.

Penggunaan kata “index” dapat kita terima hanya dalam konteks tertentu, misalnya:

  • Saat mengutip istilah teknis berbahasa Inggris secara langsung.
  • Dalam penulisan kode program atau dokumentasi teknis yang memang menggunakan bahasa Inggris.

Namun, untuk artikel ilmiah, karya tulis, berita, atau dokumen resmi berbahasa Indonesia, penggunaan “indeks” tetap menjadi pilihan yang paling tepat.

Indeks dalam Berbagai Bidang Ilmu

Kata “indeks” memiliki peran penting dalam berbagai disiplin ilmu. Berikut beberapa contoh penggunaannya:

1. Indeks dalam Dunia Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, kita mengenal istilah Indeks Prestasi (IP) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Istilah ini berguna untuk mengukur capaian akademik mahasiswa. Penulisan “indeks” di sini sudah menjadi standar baku.

2. Indeks dalam Ekonomi dan Keuangan

Di bidang ekonomi, indeks berguna sebagai alat ukur perubahan harga, produksi, atau kondisi pasar. Contohnya adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) dan indeks saham. Semua istilah tersebut menggunakan bentuk “indeks” dalam bahasa Indonesia.

3. Indeks dalam Statistik dan Penelitian

Dalam penelitian ilmiah, indeks sering kita gunakan untuk menyederhanakan data kompleks menjadi satu angka representatif. Misalnya, indeks pembangunan manusia atau indeks kepuasan pelanggan.

4. Indeks dalam Penerbitan dan Perbukuan

Dalam dunia penerbitan, indeks berfungsi sebagai alat bantu pembaca untuk menemukan topik tertentu dengan cepat. Oleh karena itu, hampir semua buku ilmiah dan referensi memiliki indeks di bagian akhir.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Indeks

Beberapa kesalahan yang sering kita temui terkait penggunaan kata ini antara lain:

  • Menggunakan “index” dalam tulisan formal berbahasa Indonesia.
  • Mencampur penggunaan “indeks” dan “index” dalam satu tulisan.
  • Menganggap keduanya sama-sama baku dalam bahasa Indonesia.

Kesalahan-kesalahan tersebut dapat kita hindari dengan selalu merujuk pada KBBI dan pedoman bahasa Indonesia yang berlaku.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia adalah “indeks”. Bentuk “index” merupakan ejaan bahasa Inggris dan tidak termasuk bentuk baku dalam bahasa Indonesia.

Penggunaan “indeks” mencerminkan sikap berbahasa yang baik dan benar, terutama dalam konteks formal, akademik, dan profesional. Dengan memahami perbedaan ini, kita tidak hanya meningkatkan kualitas tulisan, tetapi juga turut menjaga ketertiban dan konsistensi bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, mulai sekarang, mari kita biasakan menggunakan kata indeks dalam penulisan berbahasa Indonesia, kecuali jika memang ada alasan khusus untuk mempertahankan istilah bahasa Inggris.