Dalam bahasa Indonesia, kita sering menemukan dua bentuk penulisan kata yang tampak mirip, tetapi menimbulkan kebingungan dalam penggunaannya. Salah satu contoh yang cukup sering diperdebatkan adalah penulisan hirarki atau hierarki. Kedua bentuk ini kerap muncul dalam buku pelajaran, artikel ilmiah, dokumen resmi, hingga tulisan di internet. Namun, pertanyaannya adalah: manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia?
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam mengenai penulisan yang benar antara hirarki dan hierarki, dilengkapi dengan penjelasan etimologi, kaidah kebahasaan, penggunaan dalam berbagai bidang, contoh kalimat, serta kesalahan umum yang sering terjadi. Dengan pembahasan ini, kita diharapkan mampu menggunakan istilah tersebut secara tepat dan konsisten.
Pengertian Hirarki dan Hierarki
Secara makna, baik kata hirarki maupun hierarki merujuk pada konsep yang sama, yaitu sistem tingkatan atau jenjang yang tersusun dari level tertinggi hingga terendah. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan struktur organisasi, sistem pemerintahan, klasifikasi sosial, hingga susunan konsep dalam ilmu pengetahuan.
Dalam praktiknya, kata ini digunakan untuk menjelaskan hubungan atasan dan bawahan, urutan kewenangan, atau tingkat kepentingan suatu unsur dalam sistem tertentu. Namun, kesamaan makna ini tidak berarti kedua penulisan tersebut sama-sama benar menurut kaidah bahasa Indonesia.
Asal Usul Kata Hierarki
Untuk memahami penulisan yang benar, kita perlu menelusuri asal-usul kata ini. Kata hierarki berasal dari bahasa Yunani, yaitu hierarkhia, yang terdiri dari dua unsur, yakni hieros (suci) dan archein (memerintah atau memimpin). Pada awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan struktur kepemimpinan dalam institusi keagamaan.
Dari bahasa Yunani, kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Latin dan bahasa Eropa modern, seperti bahasa Inggris (hierarchy) dan bahasa Belanda (hiërarchie). Bahasa Indonesia kemudian menyerap istilah ini dengan penyesuaian ejaan sesuai kaidah yang berlaku.
Penulisan yang Benar Menurut KBBI
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang benar dan baku adalah hierarki, bukan hirarki. Kata hierarki tercatat secara resmi sebagai kosakata bahasa Indonesia dengan makna “urutan tingkatan atau jenjang jabatan (pangkat kedudukan)” atau “susunan bertingkat”.
Sementara itu, bentuk hirarki tidak tercantum sebagai entri baku dalam KBBI. Dengan demikian, dalam penulisan resmi, akademik, maupun formal, kita dianjurkan untuk menggunakan kata hierarki.
Mengapa Banyak Orang Menulis Hirarki?
Meskipun bentuk bakunya adalah hierarki, penulisan hirarki masih sangat sering ditemukan. Hal ini terjadi karena beberapa faktor.
1. Penyederhanaan Pengucapan
Dalam pengucapan sehari-hari, bunyi hi-e sering terdengar seperti hi saja. Akibatnya, banyak orang menuliskan kata tersebut sesuai dengan cara mereka mengucapkannya, yaitu hirarki.
2. Pengaruh Kebiasaan Lama
Pada masa lalu, sebelum adanya standarisasi ejaan yang ketat, beberapa kata serapan memang ditulis dengan variasi yang berbeda. Kebiasaan lama ini masih terbawa hingga sekarang, terutama di kalangan penulis nonakademik.
3. Kurangnya Rujukan ke Kamus
Tidak semua penulis terbiasa memeriksa KBBI sebelum menulis. Akibatnya, bentuk yang salah tetap digunakan dan diwariskan dari satu tulisan ke tulisan lain.
Penggunaan Kata Hierarki dalam Berbagai Bidang
Kata hierarki bisa kita gunakan secara luas di berbagai disiplin ilmu dan bidang kehidupan. Berikut beberapa contohnya.
Hierarki dalam Organisasi
Dalam dunia organisasi, hierarki merujuk pada struktur jabatan, mulai dari pimpinan tertinggi hingga staf pelaksana. Struktur ini penting untuk menjaga kejelasan wewenang, tanggung jawab, dan alur komunikasi.
Hierarki dalam Pemerintahan
Dalam sistem pemerintahan, hierarki terlihat pada pembagian kewenangan antara lembaga pusat dan daerah, serta hubungan antara pejabat di berbagai tingkatan.
Hierarki dalam Ilmu Pengetahuan
Dalam ilmu pengetahuan, hierarki berguna untuk mengklasifikasikan konsep, teori, atau makhluk hidup, seperti hierarki taksonomi dalam biologi.
Hierarki dalam Sosial dan Budaya
Dalam masyarakat, hierarki sosial menggambarkan susunan status atau peran individu berdasarkan faktor tertentu, seperti usia, jabatan, atau adat.
Contoh Penggunaan Kata Hierarki dalam Kalimat
Untuk memperjelas pemahaman, berikut beberapa contoh penggunaan kata hierarki yang benar dalam kalimat.
- Perusahaan tersebut memiliki hierarki organisasi yang jelas dan terstruktur.
- Dalam hierarki pemerintahan, presiden berada pada posisi tertinggi.
- Hierarki kebutuhan manusia tertulis secara rinci dalam teori Maslow.
- Setiap anggota harus menghormati hierarki jabatan yang berlaku.
Dampak Penggunaan Kata Tidak Baku
Menggunakan kata tidak baku seperti hirarki dalam konteks formal dapat menimbulkan beberapa dampak, antara lain menurunkan kredibilitas tulisan, menimbulkan kesan kurang profesional, serta berpotensi menyebabkan kesalahan dalam penilaian akademik.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membiasakan diri menggunakan kata baku sesuai KBBI, terutama dalam penulisan ilmiah, karya jurnalistik, dokumen resmi, dan konten edukatif.
Tips Agar Konsisten Menggunakan Kata Baku
Agar tidak keliru dalam penulisan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan.
1. Biasakan Mengecek KBBI
Sebelum mempublikasikan tulisan, luangkan waktu untuk memeriksa kata-kata yang meragukan melalui KBBI.
2. Gunakan Alat Bantu Penulisan
Manfaatkan aplikasi pengolah kata atau pemeriksa ejaan yang mendukung bahasa Indonesia.
3. Tingkatkan Kesadaran Bahasa
Semakin sering kita membaca tulisan berkualitas dan berbahasa baku, semakin terbiasa pula kita menggunakan kata yang benar.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita tegaskan bahwa penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia adalah hierarki, bukan hirarki. Meskipun bentuk hirarki sering kita gunakan dalam praktik sehari-hari, bentuk tersebut tidak termasuk kata baku.
Dengan memahami asal-usul kata, rujukan KBBI, serta contoh penggunaannya, kita dapat lebih cermat dan konsisten dalam menulis. Penggunaan kata baku bukan hanya soal aturan, tetapi juga mencerminkan sikap profesional dan kepedulian terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar.