Daftar 50 Kata Salah Tulis Bahasa Indonesia yang Umum

Kesalahan ejaan dan bentuk nonbaku masih sering muncul di tugas sekolah, konten digital, hingga surat resmi. Banyak orang butuh panduan ringkas yang bisa dipakai segera saat menulis.

Halaman ini bertujuan sebagai cheat sheet: sebuah daftar yang memuat bentuk baku menurut kamus bahasa Indonesia dan contoh pemakaian. Gunakan daftar ini untuk memeriksa naskah sebelum dipublikasikan.

Setelah pengantar, artikel membahas dampak kesalahan, perbedaan kata baku vs tidak baku sesuai PUEBI, kategori kekeliruan, lalu masuk ke daftar lengkap beserta contoh penggunaan. Beberapa kata yang tampak benar karena sering dipakai akan dibetulkan ke bentuk KBBI.

Catatan penting: acuan utama adalah kamus bahasa resmi, bukan tren media sosial. Siapa pun yang sering menulis—pelajar, mahasiswa, penulis konten, atau pekerja—akan mendapat manfaat langsung.

Poin Kunci

  • Daftar ini menyediakan koreksi singkat sesuai KBBI untuk penggunaan sehari-hari.
  • Gunakan sebagai cek cepat sebelum mempublikasikan teks.
  • Artikel menjelaskan perbedaan ejaan baku dan nonbaku dengan contoh.
  • Rujukan utama adalah kamus bahasa Indonesia dan pedoman PUEBI.
  • Daftar dipilih berdasarkan frekuensi kesalahan di tulisan umum.

Mengapa salah tulis kata baku bisa berdampak pada kualitas tulisan

Kesalahan kecil pada pilihan kata baku seringkali membuat pembaca meragukan kualitas tulisan. Satu bentuk yang tidak tepat dapat menurunkan wibawa naskah, meski data dan ide kuat.

Kesalahan kecil yang menurunkan kredibilitas naskah, laporan, dan surat resmi

Dalam konteks formal, seperti laporan atau surat resmi, typo atau bentuk tidak baku memberi kesan kurang profesional. Pembaca menilai penulis kurang teliti dan reputasi bisa terganggu.

Di sekolah atau instansi, kesalahan yang lolos sering memicu revisi berkali-kali. Proses jadi lambat dan citra pengirim ikut menurun.

Pengaruh percakapan sehari-hari, dialek daerah, dan typo saat mengetik

Kebiasaan percakapan sehari-hari membuat bentuk nonbaku terasa normal. Lingkungan dan dialek daerah juga memengaruhi cara orang menulis.

Secara teknis, ketikan cepat dan fitur auto-correct kerap menambah kesalahan. Tanpa proofreading, pola ini berulang dan membentuk penggunaan yang keliru.

Dampak Situasi Solusi singkat
Kehilangan kredibilitas Surat resmi, laporan Proofread dan cek KBBI
Revisi berkepanjangan Dokumen instansi atau sekolah Gunakan checklist istilah
Pengaruh lisan masuk tulisan Konten publik dan naskah pribadi Pelajari patokan baku

Fungsi bahasa baku adalah memberi kesan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Setelah memahami dampak ini, pembaca perlu merujuk pada patokan KBBI dan PUEBI untuk menentukan penggunaan yang tepat.

Kata baku vs tidak baku dalam bahasa Indonesia: patokan ejaan dan penggunaan

Patokan resmi untuk bentuk baku adalah KBBI dan kaidah PUEBI (EYD). Kata baku adalah bentuk yang diakui oleh kamus dan aturan tata ejaan. Bentuk nonbaku muncul dalam percakapan dan tulisan santai, tetapi tidak selalu sesuai aturan.

ejaan bahasa indonesia

Gunakan bentuk baku ketika menyusun dokumen formal: laporan, surat resmi, karya ilmiah, dan publikasi. Jika ragu, cek KBBI dan aturan PUEBI untuk imbuhan, gabungan kata, dan preposisi.

  • Kategori kesalahan umum: ejaan/typo, serapan asing yang belum disesuaikan, kesalahan imbuhan, dan penempatan preposisi (mis. awalan vs kata depan).
  • Pilih satu bentuk baku dan konsisten dalam satu naskah agar tulisan tampak rapi dan kredibel.

Setelah memahami pengertian dan konteks penggunaan, pembaca siap melanjutkan ke daftar contoh konkret dan koreksi bentuk nonbaku.

Daftar 50 kata salah tulis bahasa indonesia yang paling umum beserta bentuk bakunya

Berikut ringkasan pasangan bentuk umum yang sering keliru dan koreksinya menurut kamus bahasa Indonesia dan PUEBI. Daftar ini disusun supaya mudah dipindai.

Preposisi dan penulisan terpisah

  • di mana → di mana (kata depan ditulis terpisah)
  • diikuti → diikuti (imbuhan digabung: contoh digabung dengan kata kerja)

Serapan dan istilah ilmiah

  • analisa → analisis
  • hipotesa → hipotesis
  • diagnosa → diagnosis
  • standarisasi → standardisasi

Perubahan huruf yang mengecoh

  • kuatir → khawatir
  • jaman → zaman
  • kwalitas → kualitas

Kebiasaan lisan dan bentuk umum

  • silahkan → silakan
  • sekedar → sekadar
  • napas → napas (arti nya: nafas = pernapasan)

Istilah agama dan nama tempat

  • ustadz/ustad → ustaz
  • sholat/shalat → salat
  • Sumatera → Sumatra, Perancis → Prancis

Gabungan kata dan spasi

  • terimakasih → terima kasih
  • bertanggungjawab → bertanggung jawab

Catatan: gunakan daftar ini sebagai cek cepat. Jika ragu, konfirmasi bentuk dan makna melalui kamus bahasa Indonesia agar penulisan mengikuti kaidah.

Contoh pasangan salah-baku yang paling sering muncul di tugas sekolah dan konten digital

Berikut contoh nyata untuk enam kata populer agar pembaca langsung paham penggunaan baku dalam konteks formal dan daring.

Kelompok kata populer: aktivitas, kualitas, praktik, risiko, respons, detail

  • aktivitas — Laporan menunjukkan peningkatan aktivitas ekstrakurikuler siswa selama semester ini.
  • kualitas — Ulasan produk menilai kualitas bahan dan ketahanan sebagai faktor utama.
  • praktik — Praktik lapangan dijadwalkan setiap akhir pekan untuk mahasiswa program studi.
  • risiko — Analisis proyek mencantumkan risiko finansial dan rekomendasi mitigasinya.
  • respons — Tim memberikan respons cepat terhadap keluhan pelanggan melalui email resmi.
  • detail — Mohon lengkapi detail laporan sebelum dikirim ke buku mutasi proyek.

Catatan: pasangan ini baku sesuai KBBI. Perbedaan bentuk bukan sekadar hafalan — konsistensi penulisan memperbaiki persepsi profesionalitas tulisan dan memudahkan pemeriksaan ejaan bahasa.

contoh penggunaan baku

Tips cepat menghindari kesalahan ejaan bahasa Indonesia saat menulis

Menjaga ejaan yang rapi membuat tulisan lebih mudah dipercaya oleh pembaca. Kebiasaan cek cepat akan mengurangi kesalahan dan meningkatkan kualitas penulisan.

Cek KBBI daring sebelum final: buat daftar kata rawan

Setiap kali ragu pada bentuk sebuah kata, buka kamus bahasa daring untuk konfirmasi. Simpan istilah yang sering menimbulkan keraguan ke daftar pribadi.

  • Buat “daftar kata rawan” di dokumen terpisah.
  • Perbarui daftar setelah menemukan kesalahan baru.
  • Gunakan daftar itu sebagai checklist sebelum publikasi.

Strategi proofreading: baca per paragraf, baca lantang, cek konsistensi istilah

Proofreading efektif dimulai dari membaca per paragraf, lalu turun ke tiap kalimat. Cara ini membantu menemukan typo dan penggunaan yang keliru.

Baca naskah lantang untuk menangkap frasa yang terdengar janggal. Teknik ini membedakan bentuk yang berasal dari percakapan sehari-hari dengan bentuk yang baku menurut kaidah.

Pastikan tidak mencampur dua bentuk istilah dalam satu naskah; inkonsistensi menurunkan wibawa tulisan.

Manfaatkan fitur pengecek ejaan, tetapi tetap verifikasi konteks

Alat spellcheck berguna sebagai lapisan pertama. Namun, alat otomatis sering melewatkan kesalahan konteks atau pemilihan kata yang keliru.

Fitur Kelebihan Keterbatasan
Spellcheck bawaan Deteksi typo cepat Sering melewatkan kesalahan bentuk kata
Plugin pemeriksa gaya Rekomendasi konsistensi istilah Butuh verifikasi makna
Verifikasi manual + KBBI Ketepatan kontekstual tinggi Lebih memakan waktu

Ringkasnya, jadikan pengecekan ejaan dan kaidah sebagai kebiasaan kerja. Fungsi langkah ini bukan hanya teknis, tetapi menjaga kredibilitas komunikasi di sekolah, kantor, dan ruang publik digital. Daftar pada contenttype ini bisa dipakai sebagai template checklist harian untuk penulis.

Kesimpulan

Akhir artikel ini memberi panduan singkat agar penggunaan kata baku lebih konsisten dalam semua jenis tulisan. strong, Perubahan kecil pada kebiasaan menulis meningkatkan kredibilitas saat naskah dibaca guru, atasan, klien, atau publik.

Patokan utama adalah KBBI dan PUEBI. Gunakan kedua rujukan itu untuk memutuskan bentuk yang benar, bukan kebiasaan di masyarakat atau pengaruh dialek dan bahasa daerah.

Simpan daftar ini sebagai checklist saat proofreading. Ketika penggunaan baku konsisten, surat resmi, laporan, dan dokumen kerja terlihat rapi dan mudah dipercaya.

Langkah kecil: buka kamus bahasa daring sebelum finalisasi dan terapkan contoh-contoh di artikel sebagai template penulisan yang benar.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan kata tidak baku dan bagaimana membedakannya dari bentuk baku?

Kata tidak baku adalah bentuk kata yang tidak sesuai kaidah KBBI dan PUEBI. Untuk membedakannya, cek ejaan, imbuhan, dan pemisahan kata: bentuk baku tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau pedoman Ejaan yang Disempurnakan (PUEBI). Jika bentuk umum yang Anda jumpai berbeda dari entri resmi, itu kemungkinan tidak baku.

Mengapa kesalahan ejaan sekilas terlihat sepele namun bisa merusak kredibilitas tulisan?

Kesalahan kecil membuat pembaca mempertanyakan ketelitian penulis. Dalam surat resmi, laporan, atau publikasi, ejaan yang tepat menunjukkan profesionalisme. Kebiasaan percakapan dan tipe mengetik cepat sering jadi pemicu typo yang menurunkan kualitas naskah.

Kapan harus selalu memakai bentuk baku dalam penulisan?

Bentuk baku wajib dipakai pada konteks formal seperti surat resmi, tugas akademik, dokumen hukum, artikel jurnal, dan publikasi institusi. Di percakapan sehari-hari atau catatan pribadi, variasi nonbaku mungkin dapat ditolerir, tetapi hindari pada media publik.

Apa saja kategori kesalahan yang paling sering muncul dalam penulisan?

Kategori umum meliputi kesalahan ejaan, salah serapan kata asing, penggunaan imbuhan yang keliru, dan pemisahan atau penggabungan kata yang tidak sesuai kaidah. Contoh lain adalah kebingungan huruf seperti f/v atau kh/k.

Bagaimana cara cepat memeriksa apakah sebuah kata sudah baku?

Cara tercepat adalah membuka KBBI daring atau aplikasi resmi PUEBI. Buat juga daftar kata yang sering Anda pakai untuk dicek berkala sehingga mengurangi ulang kesalahan yang sama.

Alat pemeriksa otomatis cukup andal untuk menangkap semua kesalahan ejaan?

Alat bantu berguna untuk menangkap typo dan konsistensi, namun tidak selalu memahami konteks atau ketepatan istilah ilmiah dan agama. Selalu verifikasi hasil dengan sumber resmi seperti KBBI dan baca ulang secara manual.

Apakah dialek daerah sering memengaruhi munculnya bentuk tidak baku?

Ya. Kebiasaan lisan dan dialek menyebabkan pengucapan dan penulisan yang menyimpang dari bentuk baku. Penulis perlu menyadari perbedaan ini terutama saat menyusun materi untuk audiens luas.

Contoh kesalahan preposisi atau pemisahan kata yang sering terjadi apa saja?

Kesalahan umum termasuk penulisan terpisah padahal harus digabung, atau sebaliknya. Misalnya bentuk yang terkait imbuhan atau frasa tetap perlu dikonfirmasi ke pedoman resmi untuk mengetahui aturan pemisahan yang benar.

Tips praktis untuk mengurangi kesalahan saat proofreading?

Baca per paragraf, baca lantang untuk menangkap alur dan kelancaran, gunakan daftar kata rawan, dan manfaatkan pengecek ejaan. Lakukan jeda antara penulisan dan pemeriksaan agar mata lebih segar.

Adakah kata serapan tertentu yang sering salah eja dan perlu perhatian khusus?

Kata serapan dari bahasa Arab, Belanda, dan Inggris kerap menimbulkan variasi ejaan. Periksa satu per satu di KBBI karena beberapa serapan telah disesuaikan dengan kaidah ejaan baku sementara yang lain belum.

Apa langkah tepat saat menemukan perbedaan antara KBBI dan kebiasaan lokal?

Utamakan entri KBBI atau PUEBI untuk konteks formal. Jika menulis untuk komunitas lokal, tambahkan catatan atau gunakan variasi yang dipahami audiens, namun jelaskan bahwa itu bukan bentuk baku jika perlu.

Bagaimana menangani nama tempat atau istilah agama yang sering ditulis tidak sesuai kaidah?

Untuk nama tempat dan istilah agama, periksa sumber resmi seperti pemerintah daerah, KBBI, atau lembaga keagamaan. Gunakan bentuk yang tercantum secara resmi untuk menghindari kesalahan dan kebingungan.

Tinggalkan komentar