Penulisan yang Benar Beresiko atau Berisiko

Penulisan yang Benar Beresiko atau Berisiko

Dalam praktik penulisan bahasa Indonesia, kita sering menjumpai kata-kata yang tampak sederhana, tetapi justru memicu kebingungan. Salah satu contohnya adalah “beresiko” dan “berisiko”. Kedua bentuk ini kerap digunakan secara bergantian dalam artikel, berita, karya ilmiah, hingga unggahan media sosial. Padahal, hanya satu bentuk yang diakui sebagai penulisan baku menurut kaidah bahasa Indonesia. Kesalahan penulisan kata … Read more

Penulisan yang Benar Subjektif atau Subyektif

Penulisan yang Benar Subjektif atau Subyektif

Dalam praktik berbahasa Indonesia, kita sering menemukan kebingungan dalam penulisan kata tertentu. Salah satu pasangan kata yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah “subjektif” atau “subyektif”. Keduanya terdengar mirip, memiliki makna yang sama, dan bahkan sering dipakai secara bergantian dalam tulisan formal maupun nonformal. Namun, apakah keduanya sama-sama benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku? Melalui artikel ini, … Read more

Penulisan yang Benar Obyektif atau Objektif

Penulisan yang Benar Obyektif atau Objektif

Dalam penggunaan bahasa Indonesia, kita sering menjumpai kata-kata yang tampak benar, tetapi sebenarnya tidak sesuai dengan kaidah baku. Salah satu contoh yang paling sering menimbulkan kebingungan ialah penulisan obyektif dan objektif. Banyak orang menggunakan kedua bentuk tersebut secara bergantian tanpa menyadari bahwa hanya satu yang diakui secara resmi. Melalui artikel ini, kita akan membahas secara … Read more

Penulisan yang Benar Ikonik atau Ikonis

Penulisan yang Benar Ikonik atau Ikonis

Dalam penggunaan bahasa Indonesia modern, kita sering menjumpai dua bentuk kata yang tampak serupa, tetapi menimbulkan kebingungan, yakni ikonik dan ikonis. Keduanya kerap muncul dalam artikel media, karya ilmiah, konten digital, hingga percakapan sehari-hari. Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku? Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan ikonik … Read more

Penulisan yang Benar Dianalisis atau di Analisis

Penulisan yang Benar Dianalisis atau di Analisis

Dalam praktik menulis bahasa Indonesia, kita sering menjumpai keraguan dalam penulisan kata berimbuhan. Salah satu contoh yang kerap menimbulkan kebingungan adalah penulisan “dianalisis” atau “di analisis”. Sekilas, kedua bentuk ini tampak mirip dan sama-sama sering kita temukan di berbagai media, baik artikel ilmiah, laporan, maupun konten digital. Namun, apakah keduanya benar menurut kaidah bahasa Indonesia? … Read more

Penulisan yang Benar Pembaruan atau Pembaharuan

Penulisan yang Benar Pembaruan atau Pembaharuan

Dalam praktik berbahasa Indonesia, kita sering menjumpai dua bentuk kata yang tampak serupa tetapi menimbulkan kebingungan, yaitu “pembaruan” dan “pembaharuan”. Kedua kata ini kerap digunakan secara bergantian dalam tulisan resmi, media massa, dokumen akademik, hingga konten digital. Namun, pertanyaannya adalah: manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku? Melalui artikel ini, kita akan membahas … Read more

Penulisan yang Benar Putra atau Putera

Penulisan yang Benar Putra atau Putera

Dalam penggunaan bahasa Indonesia, kita sering menjumpai dua bentuk penulisan yang tampak mirip, yaitu putra dan putera. Banyak penulis memakai kedua kata tersebut secara bergantian tanpa mempertimbangkan kaidah bahasa yang berlaku. Padahal, bahasa Indonesia memiliki aturan baku yang perlu kita patuhi, terutama dalam penulisan formal. Melalui artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh perbedaan penulisan … Read more

Penulisan yang Benar Seringkali atau Sering Kali

Penulisan yang Benar Seringkali atau Sering Kali

Dalam praktik berbahasa Indonesia, kita seringkali atau justru sering kali menemui kebingungan mengenai penulisan kata yang tampak sederhana. Salah satu pasangan kata yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah “seringkali” dan “sering kali”. Keduanya terdengar sama, memiliki makna yang mirip, bahkan sering digunakan secara bergantian dalam percakapan maupun tulisan. Namun, apakah keduanya sama-sama benar menurut kaidah bahasa … Read more

Penulisan yang Benar Tercermin atau Tecermin

Dalam praktik berbahasa Indonesia sehari-hari, kita sering menjumpai kebingungan dalam menuliskan kata yang terdengar mirip, tetapi berbeda secara kaidah. Salah satu contoh yang cukup sering menimbulkan pertanyaan adalah penulisan “tercermin” atau “tecermin”. Sekilas, perbedaan keduanya tampak sepele karena hanya satu huruf. Namun, dari sudut pandang kebahasaan, perbedaan tersebut sangat menentukan benar atau tidaknya sebuah kata. … Read more

Penulisan yang Benar Memerhatikan atau Memperhatikan

Penulisan yang Benar Memerhatikan atau Memperhatikan

Dalam penggunaan bahasa Indonesia, kita sering menjumpai kata-kata yang tampak sederhana, tetapi menimbulkan keraguan dalam penulisan. Salah satu contoh yang sering memunculkan kebingungan adalah kata memerhatikan dan memperhatikan. Kedua bentuk ini terdengar mirip, sering muncul dalam tulisan, dan kerap digunakan secara bergantian. Namun, bahasa baku tidak mengenal kompromi. Kita perlu menentukan bentuk yang benar berdasarkan … Read more