Body email lamaran kerja yang profesional menjadi kunci utama agar rekruter tertarik membuka CV kamu di tahun 2026. Padahal, body email merupakan surat pengantar digital yang membentuk kesan pertama bagi HRD. Pada tahun 2026 ini, persaingan kerja menuntut profesionalitas yang sangat tinggi sejak detik pertama. Akibatnya, rekruter sering kali langsung menghapus email yang terlihat asal-asalan atau bahkan kosong tanpa keterangan. Oleh karena itu, artikel ini akan memandu kamu menulis body email yang efektif agar peluang interview kamu semakin besar.
1. Mengapa Body Email Sangat Menentukan Nasib Lamaranmu?
Kamu harus memahami bahwa rekruter menerima ratusan email setiap harinya. Jadi, body email berfungsi sebagai pembuka jalan bagi CV kamu agar mendapat perhatian lebih. Pertama, pesan yang rapi menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Dengan demikian, perusahaan akan menilai kamu sebagai kandidat yang serius dan memiliki etika kerja.
Kedua, body email memberikan kesempatan bagi kamu untuk menjual nilai unik diri secara singkat. Meskipun CV sudah lengkap, penjelasan singkat di email sering kali menjadi penentu apakah HRD akan membuka lampiran kamu atau tidak. Ketiga, email yang profesional membantu sistem penyaringan email perusahaan mengenali maksud tujuanmu dengan jelas. Sebaliknya, email tanpa subjek atau isi akan dianggap sebagai spam oleh sistem keamanan kantor.
2. Struktur Penting dalam Menulis Body Email Lamaran Kerja
Menyusun email lamaran kerja memerlukan struktur yang logis dan tidak bertele-tele. Oleh sebab itu, ikutilah urutan anatomi email berikut ini agar rekruter merasa nyaman saat membacanya.
Mulailah dengan menulis subjek email yang jelas sesuai instruksi lowongan kerja. Jika perusahaan tidak memberikan format, gunakanlah format standar seperti Nama Lengkap – Posisi yang Dilamar. Selanjutnya, gunakan salam pembuka yang sopan seperti “Selamat Pagi Bapak atau Ibu HRD”. Selain itu, sebutkan nama rekruter jika kamu mengetahuinya dari LinkedIn atau website resmi perusahaan.
Pada paragraf pertama, jelaskan maksud tujuan kamu dengan singkat. Sebutkan posisi yang ingin kamu lamar dan dari mana kamu mendapatkan informasi lowongan tersebut. Kemudian, pada paragraf kedua, tunjukkan satu atau dua pencapaian terbesar yang relevan dengan posisi tersebut. Jadi, jangan hanya mengulang isi CV, tetapi berikan ringkasan yang paling menonjol. Terakhir, tutup email dengan pernyataan bahwa kamu sangat menantikan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut dalam sesi interview.
3. Kesalahan Fatal yang Wajib Kamu Hindari
Banyak kandidat gagal bukan karena kurang pengalaman, melainkan karena kecerobohan kecil saat mengirim email. Oleh karena itu, pastikan kamu menghindari beberapa kesalahan umum berikut ini agar emailmu tidak masuk keranjang sampah.
Pertama, hindari penggunaan bahasa gaul atau singkatan seperti “yg”, “sdh”, atau “sy”. Penggunaan bahasa yang tidak baku menunjukkan bahwa kamu belum siap bekerja secara profesional. Kedua, jangan pernah mengirim email lamaran secara massal dengan fitur CC atau BCC. Hal ini memberikan kesan bahwa kamu malas dan tidak benar-benar menginginkan posisi tersebut.
Ketiga, periksa kembali ukuran lampiran dokumen kamu sebelum menekan tombol kirim. Pastikan ukuran file PDF kamu tidak lebih dari 2 MB agar tidak memberatkan kotak masuk email rekruter. Selain itu, pastikan kamu tidak salah menulis nama perusahaan. Sebab, kesalahan copy-paste semacam ini adalah penghinaan bagi rekruter dan menunjukkan bahwa kamu tidak teliti.
4. FAQ: Pertanyaan Penting Seputar Email Lamaran Kerja
Pertanyaan: Kapan waktu terbaik untuk mengirim email lamaran kerja? Jawaban: Kamu sebaiknya mengirim email pada jam kerja produktif, yaitu antara pukul 08.00 hingga 10.00 pagi. Dengan demikian, email kamu akan berada di urutan paling atas saat rekruter mulai bekerja. Selain itu, hindari mengirim email pada hari libur atau tengah malam agar kamu tetap terlihat memiliki batasan waktu yang profesional.
Pertanyaan: Apakah saya harus menggunakan Bahasa Inggris di dalam body email? Jawaban: Hal ini sangat bergantung pada bahasa yang perusahaan gunakan dalam iklan lowongan kerja mereka. Jika lowongan ditulis dalam Bahasa Inggris, maka kamu wajib membalasnya dengan Bahasa Inggris pula. Namun, jika lowongan menggunakan Bahasa Indonesia, penggunaan bahasa nasional yang baku justru jauh lebih disarankan.
Pertanyaan: Berapa lama saya harus menunggu sebelum melakukan follow-up? Jawaban: Kamu bisa menunggu selama 5 hingga 7 hari kerja setelah pengiriman email pertama. Jika belum ada respon, kirimkan satu email follow-up yang singkat dan sangat sopan. Namun, jangan melakukan follow-up berkali-kali karena hal tersebut akan mengganggu kenyamanan rekruter.
Kesimpulan
Menulis body email lamaran kerja adalah langkah awal yang sangat krusial dalam perjalanan karirmu. Dengan memperhatikan detail kecil, kamu menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang berkualitas tinggi. Jadi, mulailah mempraktikkan panduan ini agar lamaranmu tidak lagi berakhir di folder sampah. Sebab, pada tahun 2026, cara kamu berkomunikasi secara digital menjadi kunci utama untuk membuka pintu kesuksesan profesional.