Penulisan yang Benar Sertifikat atau Sertipikat

Penulisan yang Benar Sertifikat atau Sertipikat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan penggunaan kata sertifikat dan sertipikat pada berbagai dokumen resmi, seperti dokumen pendidikan, administrasi pemerintahan, perbankan, hingga pertanahan. Kedua bentuk kata ini kerap digunakan secara bergantian, bahkan dalam konteks formal. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan penting: manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia, sertifikat atau sertipikat? Pertanyaan ini tidak hanya … Read more

Penulisan yang Benar Bertaraf atau Bertarap

Penulisan yang Benar Bertaraf atau Bertarap

Dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari, kita sering menjumpai kata-kata yang terdengar mirip, tetapi memiliki bentuk penulisan yang berbeda. Salah satu pasangan kata yang kerap menimbulkan kebingungan adalah “bertaraf” dan “bertarap”. Tidak sedikit orang yang menggunakan kedua bentuk tersebut secara bergantian, seolah-olah keduanya sama-sama benar. Padahal, dalam kaidah bahasa Indonesia baku, hanya satu bentuk yang diakui … Read more

Penulisan yang Benar Mempraktekkan atau Mempraktikkan

Penulisan yang Benar Mempraktekkan atau Mempraktikkan

Dalam aktivitas menulis, baik di dunia akademik, jurnalistik, maupun digital seperti blog dan media sosial, kita sering menjumpai kebingungan dalam memilih kata yang benar secara kaidah bahasa. Salah satu contoh yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah penulisan mempraktekkan atau mempraktikkan. Kedua bentuk ini tampak mirip, terdengar sama saat diucapkan, dan sama-sama sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. … Read more

Penulisan yang Benar Dipraktekkan atau Dipraktikkan

Penulisan yang Benar Dipraktekkan atau Dipraktikkan

Dalam kegiatan menulis, baik akademik, jurnalistik, maupun konten digital, kita sering menjumpai kebingungan dalam memilih bentuk kata yang benar. Salah satu pasangan kata yang kerap menimbulkan keraguan adalah “dipraktekkan” atau “dipraktikkan”. Sekilas, keduanya tampak sama dan bahkan sering digunakan secara bergantian. Namun, jika kita merujuk pada kaidah bahasa Indonesia yang baku, hanya satu bentuk yang … Read more

Penulisan yang Benar Konsisten atau Konsistensi

Penulisan yang Benar Konsisten atau Konsistensi

Dalam praktik berbahasa Indonesia, kita sering menjumpai penggunaan kata konsisten dan konsistensi secara bergantian. Tidak jarang, kedua kata ini dianggap sama atau digunakan tanpa mempertimbangkan fungsi dan kelas katanya. Padahal, secara kebahasaan, konsisten dan konsistensi memiliki perbedaan makna, fungsi, serta konteks penggunaan yang cukup jelas. Kesalahan dalam memilih kata tidak hanya berdampak pada keakuratan bahasa, … Read more

Penulisan yang Benar Beresiko atau Berisiko

Penulisan yang Benar Beresiko atau Berisiko

Dalam praktik penulisan bahasa Indonesia, kita sering menjumpai kata-kata yang tampak sederhana, tetapi justru memicu kebingungan. Salah satu contohnya adalah “beresiko” dan “berisiko”. Kedua bentuk ini kerap digunakan secara bergantian dalam artikel, berita, karya ilmiah, hingga unggahan media sosial. Padahal, hanya satu bentuk yang diakui sebagai penulisan baku menurut kaidah bahasa Indonesia. Kesalahan penulisan kata … Read more

Penulisan yang Benar Subjektif atau Subyektif

Penulisan yang Benar Subjektif atau Subyektif

Dalam praktik berbahasa Indonesia, kita sering menemukan kebingungan dalam penulisan kata tertentu. Salah satu pasangan kata yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah “subjektif” atau “subyektif”. Keduanya terdengar mirip, memiliki makna yang sama, dan bahkan sering dipakai secara bergantian dalam tulisan formal maupun nonformal. Namun, apakah keduanya sama-sama benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku? Melalui artikel ini, … Read more

Penulisan yang Benar Obyektif atau Objektif

Penulisan yang Benar Obyektif atau Objektif

Dalam penggunaan bahasa Indonesia, kita sering menjumpai kata-kata yang tampak benar, tetapi sebenarnya tidak sesuai dengan kaidah baku. Salah satu contoh yang paling sering menimbulkan kebingungan ialah penulisan obyektif dan objektif. Banyak orang menggunakan kedua bentuk tersebut secara bergantian tanpa menyadari bahwa hanya satu yang diakui secara resmi. Melalui artikel ini, kita akan membahas secara … Read more

Penulisan yang Benar Ikonik atau Ikonis

Penulisan yang Benar Ikonik atau Ikonis

Dalam penggunaan bahasa Indonesia modern, kita sering menjumpai dua bentuk kata yang tampak serupa, tetapi menimbulkan kebingungan, yakni ikonik dan ikonis. Keduanya kerap muncul dalam artikel media, karya ilmiah, konten digital, hingga percakapan sehari-hari. Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku? Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan ikonik … Read more

Penulisan yang Benar Dianalisis atau di Analisis

Penulisan yang Benar Dianalisis atau di Analisis

Dalam praktik menulis bahasa Indonesia, kita sering menjumpai keraguan dalam penulisan kata berimbuhan. Salah satu contoh yang kerap menimbulkan kebingungan adalah penulisan “dianalisis” atau “di analisis”. Sekilas, kedua bentuk ini tampak mirip dan sama-sama sering kita temukan di berbagai media, baik artikel ilmiah, laporan, maupun konten digital. Namun, apakah keduanya benar menurut kaidah bahasa Indonesia? … Read more