Penulisan yang Benar Nasihat atau Nasehat

Dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari, kita kerap menemukan dua bentuk penulisan yang tampak berbeda tetapi memiliki makna yang sama, yaitu nasihat dan nasehat. Perbedaan satu huruf ini sering menimbulkan kebingungan, baik dalam penulisan formal seperti karya ilmiah, surat resmi, maupun dalam konten digital seperti artikel, blog, dan media sosial.

Pertanyaannya, manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia yang baku? Apakah nasihat atau nasehat? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami asal kata, aturan ejaan, serta rujukan resmi bahasa Indonesia. Artikel ini akan membahasnya secara komprehensif agar kita tidak lagi keliru dalam menggunakannya.

Pengertian Nasihat dalam Bahasa Indonesia

Secara makna, kata nasihat merujuk pada ajaran, anjuran, atau petunjuk yang diberikan kepada seseorang dengan tujuan kebaikan. Nasihat biasanya mengandung nilai moral, etika, atau kebijaksanaan yang diharapkan dapat membantu seseorang mengambil keputusan yang tepat.

Dalam kehidupan sehari-hari, nasihat sering diberikan oleh orang tua kepada anak, guru kepada murid, pemimpin kepada bawahan, atau oleh sesama individu sebagai bentuk kepedulian. Oleh karena itu, kata ini memiliki peran penting dalam komunikasi interpersonal dan sosial.

Asal Usul Kata Nasihat

Untuk memahami penulisan yang benar, kita perlu menelusuri asal-usul kata nasihat. Kata ini berasal dari bahasa Arab نصيحة (naṣīḥah), yang berarti petunjuk, wejangan, atau nasihat yang tulus.

Dalam proses penyerapan ke dalam bahasa Indonesia, banyak kata dari bahasa Arab mengalami penyesuaian ejaan agar sesuai dengan sistem fonologi dan ortografi bahasa Indonesia. Penyesuaian inilah yang kemudian memengaruhi bentuk baku suatu kata.

Nasihat atau Nasehat: Mana yang Baku?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk kata yang baku dan resmi adalah nasihat, bukan nasehat.

Kata nasehat tergolong sebagai bentuk tidak baku yang muncul akibat kebiasaan pelafalan atau pengaruh ejaan lama. Meskipun sering digunakan dalam percakapan dan tulisan nonformal, bentuk ini tidak dianjurkan untuk digunakan dalam konteks resmi.

Alasan Nasihat Menjadi Bentuk Baku

Ada beberapa alasan mengapa nasihat ditetapkan sebagai bentuk baku:

  • Penyesuaian ejaan mengikuti kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).
  • Pelafalan fonem Arab “ṣ” diserap menjadi “s”, bukan “se”.
  • Standarisasi bahasa oleh lembaga resmi kebahasaan.

Dengan demikian, penulisan nasihat lebih sesuai dengan kaidah linguistik bahasa Indonesia.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Kata Nasehat

Banyak penutur bahasa Indonesia masih menggunakan kata nasehat karena sudah terbiasa mendengarnya sejak lama. Kesalahan ini umum ditemukan pada:

  • Caption media sosial
  • Artikel blog nonformal
  • Pesan singkat dan percakapan daring
  • Materi presentasi yang tidak melalui proses penyuntingan

Meskipun tidak mengubah makna, penggunaan kata tidak baku dapat menurunkan kualitas tulisan, terutama dalam konteks akademik dan profesional.

Contoh Penggunaan Nasihat yang Benar

Agar lebih jelas, berikut beberapa contoh penggunaan kata nasihat dalam kalimat:

  • Orang tua memberikan nasihat kepada anaknya agar selalu jujur.
  • Guru itu terkenal bijak dalam menyampaikan nasihat kepada murid-muridnya.
  • Kita sebaiknya mendengarkan nasihat orang yang lebih berpengalaman.

Contoh-contoh di atas menunjukkan penggunaan kata nasihat secara tepat dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.

Pentingnya Menggunakan Kata Baku dalam Penulisan

Menggunakan kata baku bukan sekadar mengikuti aturan, tetapi juga mencerminkan sikap profesional dan penghargaan terhadap bahasa Indonesia. Dalam konteks tertentu, penggunaan kata tidak baku dapat berdampak pada persepsi pembaca.

Dampak Positif Penggunaan Kata Baku

  • Meningkatkan kredibilitas penulis
  • Memudahkan pemahaman pembaca dari berbagai latar belakang
  • Menjaga konsistensi bahasa dalam dokumen resmi
  • Mendukung pelestarian bahasa Indonesia yang baik dan benar

Oleh karena itu, membiasakan diri menggunakan kata nasihat merupakan langkah kecil tetapi penting dalam meningkatkan kualitas berbahasa kita.

Nasihat dalam Konteks Budaya dan Sosial

Dalam budaya Indonesia, nasihat memiliki nilai yang sangat tinggi. Nasihat sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Bahkan, dalam banyak tradisi, nasihat disampaikan melalui pepatah, peribahasa, dan petuah adat.

Hal ini menunjukkan bahwa kata nasihat tidak hanya memiliki makna linguistik, tetapi juga nilai filosofis dan budaya yang mendalam.

Perbedaan Nasihat dengan Istilah Serupa

Agar tidak rancu, kita juga perlu membedakan nasihat dengan beberapa istilah lain yang memiliki makna berdekatan:

  • Saran: lebih bersifat pilihan dan tidak mengikat.
  • Teguran: biasanya karena kesalahan.
  • Petuah: nasihat yang bernilai kebijaksanaan tinggi.

Meskipun mirip, nasihat memiliki nuansa ketulusan dan niat baik yang kuat.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar dan baku menurut kaidah bahasa Indonesia adalah nasihat, bukan nasehat. Bentuk nasehat hanyalah variasi tidak baku yang sebaiknya kita hindari dalam penulisan formal.

Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat meningkatkan kualitas bahasa tulis sekaligus turut menjaga kelestarian bahasa Indonesia. Membiasakan penggunaan kata baku seperti nasihat adalah langkah sederhana namun bermakna dalam komunikasi yang efektif dan profesional.