Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kita kadang melihat dua bentuk yang tampak mirip namun menimbulkan ragu dalam penulisan sehari-hari?
Dalam bahasa indonesia, perbedaan antara bentuk berkaitan dengan ejaan dan makna muncul sering kali di dokumen kerja, tugas sekolah, dan konten digital.
Artikel ini hadir untuk memberi penjelasan singkat tentang bentuk baku menurut KBBI, aturan imbuhan, dan cara menulis yang tepat agar kalimat Anda jelas dan konsisten.
Kami akan menyorot dua hal inti: arti frasa sebagai konsep kewajiban, serta tata cara penulisan ketika kata itu berdiri sendiri atau berubah bentuk.
Sekilas, kata tanggung akan dibahas sebagai unsur pembentuk, sementara frasa bermakna kewajiban dan konsekuensi akan dijelaskan lebih detil di bagian berikut.
Struktur artikel mencakup definisi KBBI, penulisan baku, alasan pemisahan, aturan awalan/akhiran, contoh kalimat, bentuk turunan, kesalahan umum, dan kesimpulan praktis.
Poin Kunci
- Kenali bentuk baku untuk menghindari kesalahan dalam dokumen resmi.
- Pahami makna frasa sebagai konsep kewajiban dan konsekuensi.
- Ikuti aturan imbuhan untuk bentuk turunan yang benar.
- Contoh kalimat membantu penerapan dalam penulisan sehari-hari.
- Kesimpulan praktis memudahkan konsistensi gaya bahasa.
Definisi “tanggung jawab” menurut KBBI
Untuk menghindari kebingungan, mari telaah definisi kata ini menurut KBBI. Sumber resmi memberi dua makna yang sering dipakai dalam dokumen resmi dan konteks hukum.
Makna sebagai “keadaan wajib menanggung”
Makna pertama menekankan kondisi wajib menanggung segala sesuatunya. Ini mencakup kesiapan menerima risiko dan kemungkinan dimintai pertanggungannya.
- Menjelaskan bahwa bila kalau terjadi apa-apa, pihak terkait bisa dituntut atau dipersalahkan.
- Memberi informasi referensi yang kuat sebelum membahas aspek penulisan.
Makna dalam konteks hukum
Makna kedua muncul dalam ranah hukum sebagai fungsi menerima pembebanan. Fungsi ini bisa timbul dari sikap pihak sendiri atau relasi dengan pihak lain.
| Aspek | Makna | Contoh Praktis |
|---|---|---|
| Kewajiban | Posisi yang harus menanggung tugas | Jabatan publik yang memikul peran |
| Akibat | Peluang dituntut atau dipersalahkan | Kerusakan akibat kelalaian prosedur |
| Relasi | Pembebanan dari pihak lain | Kontrak kerja yang menempatkan beban |
Memahami dua makna ini memberi dasar kuat untuk memilih bentuk penulisan yang tepat dalam dokumen formal.
Tanggung jawab atau tanggungjawab: mana penulisan yang baku?
Satu hal penting: rujukan resmi menentukan bentuk ejaan yang disarankan dalam dokumen formal.
Bentuk baku: “tanggung jawab” (dipisah)
Penulisan yang dianjurkan menurut KBBI adalah dua kata: tanggung jawab. Spasi di antara kedua kata ini berfungsi sebagai tanda pemisah kata.
Bentuk tidak baku: “tanggungjawab” (disambung)
Versi serangkai termasuk tidak baku. Hindari penggunaan bentuk ini dalam teks resmi dan akademik.
Catatan penelusuran KBBI
Jika Anda mengetik bentuk serangkai di KBBI Daring, hasilnya akan mengarah ke lema terpisah. Ini menegaskan bahwa standar resmi memilih bentuk terpisah.
- Kesimpulannya: bentuk baku adalah tanggung jawab, sedangkan bentuk serangkai tidak direkomendasikan.
- KBBI menjadi rujukan utama untuk keputusan ejaan dalam penulisan formal.
- Perhatikan spasi sebagai tanda penting saat merangkai frasa.
- Untuk penjelasan selengkap nya, baca bagian berikutnya mengenai alasan linguistik penggunaan spasi.
Contoh singkat: “tanggung jawab” benar, “tanggungjawab” salah dalam konteks baku.
Kenapa “tanggung jawab” ditulis terpisah dalam bahasa Indonesia modern
Dalam ejaan baku, pemisahan kata punya dasar linguistik yang bisa dijelaskan singkat. Istilah ini bukan hasil kebiasaan saja, melainkan soal struktur morfem yang jelas.
Konsep morfem bebas pada frasa “tanggung” + “jawab”
Kedua unsur adalah morfem bebas. Masing-masing dapat berdiri sendiri dan membawa makna. Saat dipadu, mereka membentuk frasa bermakna khusus tanpa mesti menjadi satu kata.
Peran spasi sebagai tanda pemisah kata dalam penulisan baku
Spasi berfungsi sebagai tanda batas kata pada bahasa indonesia modern. Aturan ejaan memosisikan spasi untuk menunjukkan unit makna. Karena itu, penyambungan sering dianggap tidak baku oleh rujukan seperti Kompas.com.
Dampak pada konsistensi penulisan dalam artikel, dokumen, dan media
Bagi penulis, konsistensi penulisan meningkatkan kredibilitas naskah. Dokumen resmi seperti SOP, kontrak, dan laporan terlihat lebih rapi jika bentuk baku dipakai sejak judul sampai isi.
- Praktis: kurangi koreksi editor.
- Jelas: pembaca lebih mudah memahami arti frase.
- Rapi: format dokumen menjadi seragam.
Selanjutnya, aturan ini akan lebih jelas saat frasa mendapat imbuhan dalam bagian berikut artikel.
Aturan imbuhan: kapan harus dipisah dan kapan harus disambung
Aturan imbuhan menentukan kapan frasa dasar tetap dipisah dan kapan berubah menjadi satu kata baru.
Jika sebuah frasa hanya diberi awalan, seperti ber-, penulisan tetap terpisah. Contoh yang tercatat di KBBI adalah bertanggung jawab, yang ditulis sebagai dua kata meski mendapat awalan.
Namun, ketika frasa mendapat gabungan awalan dan akhiran, penulisan sering berubah menjadi serangkai. KBBI mencatat bentuk turunan seperti pertanggungjawaban dan mempertanggungjawabkan sebagai entri serangkai.
Kaidah praktis untuk penulis
- Periksa apakah hanya ada awalan. Jika ya, biarkan kata tetap terpisah.
- Jika ada awalan akhiran (mis. per-…-an, memper-…-kan), cek kemungkinan penulisan serangkai.
- Lakukan cek cepat: identifikasi bentuk dasar, lalu lihat apakah turunan diakui KBBI sebagai satu entri.
Langkah sederhana ini membantu memastikan konsistensi penulisan sebelum publikasi. Contoh kalimat dan daftar bentuk turunan yang sering keliru akan memudahkan penerapan aturan ini di bagian selanjutnya.
Contoh penggunaan “tanggung jawab” dalam kalimat
Di bawah ini tersaji beberapa contoh singkat yang memperlihatkan pemakaian frasa dalam konteks berbeda.
Contoh di lingkungan kerja dan organisasi
Keamanan data pelanggan menjadi tanggung jawab tim TI, sehingga pembagian peran jelas.
Pemimpin redaksi memikul tanggung jawab atas isi majalah sebagai contoh hubungan antara jabatan dan kewajiban.
Contoh dalam keluarga dan masyarakat
Mendidik anak adalah tanggung umum yang dipegang orang tua.
Menjaga kebersihan fasilitas umum menjadi kewajiban bersama di masyarakat.
Contoh bernuansa hukum: boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan
“Kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan.”
Jika pelanggaran prosedur terjadi, pihak terkait dapat dikenai tuntutan karena akibat dari kelalaian.
- Catatan penulisan: selalu tulis frasa dasar terpisah untuk konsistensi dan kejelasan.
Bentuk turunan yang sering tertukar dan penulisannya yang benar
Bagian ini merinci bentuk turunan yang sering menimbulkan kebingungan penulisan.
“penanggung jawab” sebagai nomina untuk orang
Penulisan dipisah. Bentuk ini merujuk pada orang atau jabatan yang memegang beban tugas.
Contoh: “Penanggung jawab kegiatan adalah ketua panitia.”
“pertanggungjawaban” sebagai nomina proses/hal
Istilah ini ditulis serangkai karena merupakan bentuk berimbuhan per-…-an.
Pertanggungjawaban berarti perbuatan atau hal yang dipertanggungjawabkan. Kata ini sering muncul dalam konteks akuntabilitas dan laporan.
“mempertanggungjawabkan” sebagai verba
Verba ini ditulis serangkai karena terbentuk oleh konfiks yang menghasilkan makna utuh.
Maknanya: memberi penjelasan dan menanggung akibat dari tindakan yang dilakukan.
“menanggungjawabi” sebagai padanan verba
Menurut KBBI, bentuk ini merupakan padanan dari mempertanggungjawabkan dan juga ditulis serangkai.
“Panitia harus mempertanggungjawabkan penggunaan dana yang dipungut dari masyarakat.”
- Mengurutkan bentuk: nomina posisi (dipisah) → nomina proses (disambung) → verba (disambung).
- Periksa akhiran dan awalan sebelum publikasi untuk memastikan penulisan sesuai entri KBBI.
Catatan singkat: cek entri kamus saat ragu agar penulisan konsisten dan resmi.
Makna kata “bertanggung jawab” dan konteks pemakaiannya
Dalam praktik penulisan, frasa ini berfungsi sebagai indikator kewajiban dan garis laporan. Bentuknya memakai awalan ber- dan tetap ditulis terpisah, sehingga konsistensi penulisan menjadi penting dalam kalimat.
Arti: berkewajiban menanggung; memikul tugas
Makna pertama menegaskan bahwa subjek memiliki kewajiban untuk memikul tugas. Ini menilai sikap seseorang terhadap tugas atau amanah.
“Ia tidak bertanggung jawab.”
Arti: menanggung segala sesuatunya kepada pihak tertentu
Makna kedua menunjukkan hubungan pelaporan. Contoh baku: “Kabinet bertanggung jawab kepada Presiden.”
- Frasa ini tetap dipisah meski berawalan, sesuai KBBI.
- Gunakan frasa untuk menunjukkan posisi kewajiban atau evaluasi perilaku.
- Untuk informasi lebih lanjut, lihat bagian selengkap nya di akhir artikel.
Kesalahan umum dalam penulisan dan cara cepat memperbaikinya
Banyak naskah masih mengandung kesalahan ejaan yang mudah dihindari. Perbaikan cepat akan meningkatkan kualitas teks dan mengurangi revisi.
Kebiasaan menyambung frasa: bentuk serangkai yang keliru
Sering terlihat penulis menggabung dua kata yang seharusnya dipisah. KBBI Daring sendiri mengarahkan entri serangkai kembali ke bentuk terpisah untuk kasus tertentu.
Keliru memisah kata turunan berimbuhan
Sebaliknya, ada juga kebiasaan memisah kata turunan yang semestinya disambung. Contoh umum adalah penulisan yang memecah bentuk berimbuhan menjadi dua kata.
Catatan: KBBI memuat beberapa bentuk serangkai sebagai entri sah. Jadi, cek dulu sebelum mengubah spasi.
Checklist singkat sebelum publikasi
- Pastikan frasa dasar dipisah jika aturan menyarankan demikian.
- Jika hanya ada awalan (mis. ber-), biarkan terpisah seperti bertanggung jawab.
- Jika ada gabungan awalan+akhiran, periksa kemungkinan bentuk serangkai di KBBI.
- Lakukan ulang pengecekan cepat di KBBI Daring untuk kata yang meragukan.
Biasakan cek 10 detik sebelum unggah. Langkah kecil ini membantu penulis menjaga konsistensi penulisan dan menurunkan beban editor.
Perbedaan nuansa “tanggung” dan “tanggung jawab”
Unsur leksikal sederhana bisa berubah makna drastis saat digabungkan dalam frasa. Di bagian ini kita membedah peran elemen dasar dan frasa utuh agar pembaca mendapat penjelasan praktis.
“tanggung” sebagai unsur kata dalam pembentukan makna
Sebagai unsur, kata ini berfungsi membentuk istilah yang lebih besar. Ia sendiri tidak menyiratkan sistem pelaporan atau konsekuensi penuh.
Pada tingkat morfologis, unsur ini menjadi bagian pembentuk. Peran utamanya adalah memberi nuansa dasar sebelum bergabung dengan unsur lain.
“tanggung jawab” sebagai konsep kewajiban dan akibat
Ketika bergabung, frasa menjadi istilah yang merujuk pada kewajiban, akuntabilitas, dan konsekuensi. Penggunaan frasa ini sering muncul pada peran, jabatan, dan amanah.
Penulisan yang baku menulis frasa ini terpisah, karena unit maknanya berbeda dari unsur dasarnya. Contoh singkat: seseorang bisa memikul tanggung sebagai metafora, tetapi frasa utuh menunjukkan posisi akuntabilitas.
- Unsur = pembentuk makna; frasa = konsep operasional.
- Perubahan makna tercermin dalam konteks pemakaian profesional.
- Selanjutnya, istilah terkait seperti pertanggungjawaban akan dibahas pada bagian praktik dan pelaporan.
Istilah terkait: “wajib menanggung”, “akibat”, dan “pertanggungjawaban” dalam praktik
Dalam praktik sehari-hari, istilah terkait sering dipakai untuk menjelaskan hubungan antara kewajiban, tindakan, dan hasil. Penjelasan singkat ini membantu pembaca menilai proses pelaporan dan tanggung legal di lingkungan organisasi.
Keterkaitan antara kewajiban, tindakan, dan konsekuensi
Wajib menanggung menggambarkan posisi pihak yang berkewajiban. Tindakan adalah pelaksanaan peran tersebut. Konsekuensi dikelola lewat proses pertanggungjawaban.
Pertanggungjawaban bukan sekadar menunjuk siapa yang salah. Ini mencakup laporan, bukti transaksi, dan evaluasi keputusan oleh pihak berwenang.
Contoh pertanggungjawaban penggunaan dana/amanah dari masyarakat
Sesuai KBBI, panitia harus mempertanggungjawabkan penggunaan dana yang dipungut dari masyarakat. Praktik baku meliputi laporan rinci, bukti pembayaran, serta ringkasan realisasi anggaran.
Dalam penulisan formal—judul laporan, lembar pengesahan, dan isi artikel internal—gunakan istilah baku agar pesan tersampaikan jelas.

| Istilah | Makna praktis | Dokumen yang relevan |
|---|---|---|
| wajib menanggung | Pihak berkewajiban menerima beban tugas | Surat tugas, SOP |
| Pertanggungjawaban | Proses pelaporan dan pembuktian | Laporan keuangan, notulen |
| Akibat | Konsekuensi administratif atau hukum | Notifikasi, rekomendasi pemeriksaan |
Ringkasan praktis: pahami benang merah istilah ini sebagai panduan menulis SOP, laporan, dan berita kegiatan. Perhatikan tanda kebahasaan seperti spasi dan bentuk berimbuhan agar pembaca tidak keliru.
Kesimpulan
Ringkasnya, rujukan resmi (KBBI Daring) mengarahkan bentuk serangkai ke bentuk baku: tanggung jawab. Untuk naskah formal, pakai penulisan terpisah agar makna dan ejaan konsisten.
Aturan imbuhan singkat: jika hanya ada awalan ber- → tulis tetap terpisah seperti bertanggung jawab. Jika ada awalan dan akhiran, bentuk turunan umumnya disambung (mis. pertanggungjawaban, mempertanggungjawabkan).
Biasakan ulang cek di KBBI saat ragu. Panduan ini, selengkap nya dalam struktur artikel, bisa dipakai sebagai cek cepat: definisi, kaidah, contoh, dan daftar bentuk turunan.
Manfaat: konsistensi ejaan meningkatkan kejelasan, kurangi salah paham, dan membuat tulisan tampak lebih profesional.