Pernahkah Anda ragu memilih kata yang tepat untuk menunjukkan sebab? Banyak penutur bertanya-tanya saat menulis formal. Topik ini membahas perbedaan fungsi antara dua bentuk yang sering dipertanyakan.
Artikel ini berperan sebagai glossary dan panduan singkat. Di dalamnya, pembaca mendapat definisi ringkas, rujukan ke kbbi daring, serta contoh penggunaan yang sesuai kaidah bahasa indonesia.
Kami akan menguraikan arti menurut kamus bahasa, menyorot catatan ragam, membandingkan dengan kata “sebab”, dan memberi contoh kalimat beserta perbaikannya. Rujukan utama mengacu pada entri KBBI Daring yang dapat diverifikasi.
Alur tulisan: mulai dari definisi satu bentuk, lanjut ke bentuk lain, panduan memilih yang tepat, lalu ringkasan praktis untuk penerapan sehari-hari.
Poin Kunci
- Penjelasan singkat arti dan fungsi kata yang sering membingungkan.
- Rujukan utama adalah entri pada KBBI Daring yang dapat dicek.
- Contoh kalimat disajikan beserta versi perbaikannya.
- Perbandingan dengan kata “sebab” untuk konteks formal.
- Panduan praktis memilih bentuk yang sesuai dalam penulisan.
Arti “karena” menurut KBBI Daring dan kamus bahasa Indonesia
Bagian ini menjabarkan arti kata yang sering dipakai untuk menunjukkan sebab menurut rujukan resmi.
Entri pada KBBI Daring mencatat bentuk tersebut sebagai kata penghubung untuk menandai sebab atau alasan. Secara ringkas, definisi yang tercantum: “kata penghubung untuk menandai sebab atau alasan”.
Definisi sebagai kata penghubung penanda sebab
Dalam penggunaan sehari-hari, kata ini menghubungkan klausa penyebab dan akibat. Contoh pola sederhana: “Dia terlambat karena hujan.”
Makna kedua: ‘disebabkan oleh; lantaran’ dalam konteks kalimat
Makna tambahan yang tertera adalah ‘disebabkan oleh; lantaran’. Bentuk ini muncul saat menjelaskan sebab secara langsung, mis. “… karena kondisi jalan yang rusak.”
Catatan hasil pencarian dan verifikasi sumber
Hasil pencarian di laman terkait menunjukkan bahwa bentuk alternatif ejaan tidak ditemukan, sedangkan entri resmi ada. Hal ini penting untuk memastikan ejaan yang diakui dalam kamus bahasa indonesia.
Rujukan KBBI Daring Edisi III dan cara memverifikasi
Data pada website mengacu pada database utama KBBI (KBBI Daring Edisi III) yang merupakan hak cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Pusat Bahasa). Untuk verifikasi, gunakan pranala/permalink entri, perhatikan tampilan yang ditandai warna untuk jenis kata dan contoh, serta cek kolom “kata dasar” dan daftar Memuat untuk melihat turunan lema.
Setelah memahami arti dan sumber resmi, pembahasan berlanjut ke bentuk turunan yang sering dipertanyakan.
Arti “dikarenakan” di KBBI dan catatan ragam bahasa
Sekarang kita fokus pada entri turunan yang muncul dalam hasil pencarian KBBI Daring. Bagian ini menjelaskan status kata tersebut di kbbi daring serta implikasi ragamnya dalam penulisan.
Makna dan contoh menurut KBBI
“di·ka·re·na·kan (v cak) disebabkan: korupsi ini dikarenakan belum adanya kesadaran bernegara yang baik”
Entri di atas menegaskan arti sebagai verba berlabel cak, yang berarti setara dengan “disebabkan”. Label ini memberi petunjuk ragam penggunaan.
Catatan ragam dan panduan pembaca
Label cak menunjukkan kata lebih lazim dipakai dalam percakapan atau tulisan nonformal. Untuk teks akademik, jurnalistik, atau dokumen resmi, pilihlah bentuk yang lebih netral.
Untuk menemukan turunan ini di kbbi daring, lakukan pencarian pada entri dasar lalu periksa kolom Memuat pada tampilan hasil. Perhatikan keterangan jenis kata (v), penandaan huruf dan warna yang menandai arti, serta pranala atau link entri sebagai rujukan.
Pranala tersebut dapat dibuka dari komputer atau perangkat yang tersambung ke jaringan web untuk verifikasi. Meski masuk dalam KBBI edisi daring, pertimbangkan konteks sebelum memilih kata ini dalam tulisan resmi.
Karena atau dikarenakan: kapan digunakan dan contoh kalimatnya
Di bagian ini kita telaah pilihan kata yang tepat untuk menyatakan sebab dalam tulisan formal dan nonformal. Pembaca akan melihat perbedaan fungsi dan contoh langsung yang mudah diterapkan.
Perbedaan fungsi dan dampak pada imbuhan
“karena” berfungsi semata sebagai konjungsi, yakni penghubung klausa penyebab dan akibat. Sebaliknya, “sebab” bisa berperan sebagai konjungsi sekaligus nomina. Hal ini membuat sebab lebih fleksibel menerima imbuhan seperti disebabkan atau menyebabkan.
Kapan bentuk turunan terasa kurang tepat dan alternatif yang disarankan
Pada teks resmi atau akademik, bentuk turunan yang terasa janggal sebaiknya diganti. Pilihan aman: gunakan konjungsi ringkas, kata nomina, atau verba pasif yang baku.
- Gunakan konjungsi ringkas untuk hubungan sebab-akibat langsung.
- Gunakan bentuk nomina atau disebabkan bila ingin menegaskan penyebab.
- Jika ragu, cek fitur KBBI Daring di web atau KBBI Offline untuk melihat keterangan ragam pada tampilan hasil.
Contoh kalimat yang benar dengan konjungsi
Rapat ditunda karena hujan deras.
Karena listrik padam, proses produksi berhenti.
Proyek tertunda karena kurangnya bahan baku.
Perubahan jadwal terjadi karena cuaca buruk.
Siswa absen karena fasilitas rusak.
Contoh kalimat memakai bentuk turunan dan perbaikannya
Kalimat awal: Keterlambatan pengiriman dikarenakan cuaca buruk.
Perbaikan: Keterlambatan pengiriman disebabkan cuaca buruk.
Alternatif lain: Keterlambatan pengiriman terjadi karena cuaca buruk.
Kesimpulan
Penutup ini merangkum poin utama dan memberi checklist verifikasi agar penulisan jelas. Karena berfungsi sebagai konjungsi penanda sebab, sementara bentuk turunan berarti disebabkan dan berlabel ragam cakapan dalam kbbi daring.
Untuk teks resmi, pilih pilihan yang netral seperti sebab atau disebabkan. Gunakan bentuk percakapan dengan hati-hati agar gaya tetap efektif.
Verifikasi cepat: buka kbbi daring di web, lakukan pencarian, lihat hasil dan keterangan jenis kata, perhatikan tampilan serta warna pada entri, lalu simpan pranala sebagai rujukan. Bila menulis dalam jaringan, simpan pranala untuk tinjauan ulang.