Penulisan yang Benar Pedesaan atau Perdesaan

Bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai alat komunikasi resmi dalam pendidikan, pemerintahan, dan karya tulis ilmiah. Namun, dalam praktik sehari-hari, kita sering menemukan kebingungan dalam penulisan kata-kata tertentu yang tampak sederhana, salah satunya adalah “pedesaan” atau “perdesaan”. Kedua bentuk ini kerap digunakan secara bergantian, baik di media massa, artikel akademik, maupun tulisan digital.

Pertanyaannya, manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia baku? Untuk menjawabnya secara tuntas, kita perlu memahami aspek morfologi, kaidah pembentukan kata, serta rujukan resmi bahasa Indonesia. Artikel ini akan mengupas secara mendalam perbedaan, makna, dan penggunaan yang tepat antara “pedesaan” dan “perdesaan”.

Pentingnya Ketepatan Penulisan dalam Bahasa Indonesia

Ketepatan penulisan bukan hanya soal estetika bahasa, tetapi juga menyangkut ketepatan makna dan kredibilitas tulisan. Dalam konteks akademik, jurnalistik, maupun konten edukatif, kesalahan kecil dalam pemilihan kata dapat menimbulkan kesan kurang profesional.

Dalam hal kata “pedesaan” dan “perdesaan”, kesalahan penulisan sering terjadi karena keduanya terdengar mirip dan sama-sama berkaitan dengan wilayah desa. Namun, dalam bahasa Indonesia baku, kemiripan bunyi tidak selalu berarti kesamaan fungsi atau kebenaran bentuk.

Pengertian Kata Desa sebagai Bentuk Dasar

Sebelum membahas “pedesaan” dan “perdesaan”, kita perlu memahami kata dasar “desa”.

Makna Kata Desa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga dan memiliki sistem pemerintahan sendiri, biasanya berada di luar wilayah perkotaan. Desa identik dengan kehidupan agraris, hubungan sosial yang erat, serta kearifan lokal yang kuat.

Dari kata dasar inilah muncul berbagai bentuk turunan, termasuk kata yang sedang kita bahas.

Pembentukan Kata Pedesaan

Asal Kata Pedesaan

Kata pedesaan berasal dari kata dasar desa yang mendapatkan imbuhan pe-an. Dalam kaidah bahasa Indonesia, imbuhan pe-an digunakan untuk membentuk kata benda abstrak yang menunjukkan tempat, wilayah, atau hal-hal yang berkaitan dengan kata dasar.

Dengan demikian, pedesaan berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan desa atau wilayah desa secara umum.

Makna dan Penggunaan Pedesaan

Secara makna, pedesaan merujuk pada:

  • Wilayah desa secara keseluruhan
  • Kehidupan sosial dan budaya desa
  • Sistem ekonomi, lingkungan, dan pola hidup masyarakat desa

Contoh penggunaan yang benar:

  • Pembangunan pedesaan menjadi prioritas pemerintah.
  • Kehidupan pedesaan masih menjunjung tinggi nilai gotong royong.
  • Sektor pertanian berkembang pesat di wilayah pedesaan.
  • Berdasarkan kaidah dan rujukan bahasa baku, pedesaan adalah bentuk yang benar dan diakui secara resmi.

Pembahasan Kata Perdesaan

Apakah Perdesaan Kata Baku?

Bentuk perdesaan sering muncul dalam tulisan, terutama karena adanya analogi dengan kata lain seperti perkotaan. Namun, dalam kaidah bahasa Indonesia, pembentukan kata dari “desa” tidak menggunakan imbuhan per-an, melainkan pe-an.

Dalam KBBI, kata “perdesaan” tidak tercatat sebagai entri baku. Artinya, secara normatif, kata ini dianggap tidak baku dan tidak dianjurkan untuk digunakan dalam penulisan resmi.

Alasan Kesalahan Penggunaan Perdesaan

Kesalahan ini biasanya muncul karena:

  • Pengaruh analogi dari kata “perkotaan”
  • Kebiasaan lisan yang terbawa ke tulisan
  • Kurangnya pemahaman tentang kaidah imbuhan bahasa Indonesia

Meskipun sering digunakan secara informal, perdesaan tidak sesuai dengan aturan pembentukan kata baku.

Perbandingan Pedesaan dan Perdesaan

Dari Segi Kaidah Bahasa

Pedesaan: sesuai kaidah, baku, tercantum dalam KBBI

Perdesaan: tidak baku, tidak tercantum dalam KBBI

Dari Segi Penggunaan Resmi

Dalam dokumen resmi seperti:

  • Peraturan pemerintah
  • Karya ilmiah
  • Buku pelajaran
  • Artikel edukatif

Bentuk yang digunakan secara konsisten adalah pedesaan, bukan perdesaan.

Pedesaan dalam Konteks Pembangunan dan Sosial

Pedesaan sebagai Konsep Pembangunan

Istilah pedesaan berguna untuk menggambarkan wilayah sasaran pembangunan berbasis komunitas. Pembangunan pedesaan mencakup:

  • Infrastruktur dasar
  • Peningkatan kualitas pendidikan
  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat desa
  • Pelestarian lingkungan dan budaya lokal

Kehidupan Sosial di Pedesaan

Kehidupan pedesaan identik dengan:

  • Solidaritas sosial yang tinggi
  • Nilai gotong royong
  • Hubungan kekerabatan yang erat
  • Ketergantungan pada sumber daya alam

Penggunaan istilah pedesaan dalam konteks ini memperkuat kejelasan makna dan kesesuaian bahasa.

Dampak Kesalahan Penulisan dalam Karya Tulis

Menggunakan kata tidak baku seperti “perdesaan” dalam karya tulis dapat menimbulkan beberapa dampak, antara lain:

  • Menurunkan kredibilitas penulis
  • Dianggap kurang memahami kaidah bahasa
  • Mengurangi kualitas akademik tulisan
  • Berpotensi ada koreksi dalam proses editorial

Oleh karena itu, pemilihan kata baku seperti pedesaan menjadi hal yang sangat penting.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dari aspek kaidah bahasa, morfologi, dan rujukan resmi bahasa Indonesia, dapat kita simpulkan yaitu:

  • Pedesaan adalah penulisan yang benar dan baku
  • Perdesaan adalah bentuk tidak baku dan sebaiknya kita hindari
  • Kata pedesaan berasal dari imbuhan pe-an + desa
  • Penggunaan pedesaan sesuai untuk konteks akademik, formal, dan edukatif

Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat menulis dengan lebih tepat, profesional, dan sesuai standar bahasa Indonesia.