Penulisan yang Benar Mencangkul atau Menyangkul

Dalam aktivitas berbahasa Indonesia sehari-hari, kita sering menjumpai kebingungan dalam penulisan kata kerja yang berasal dari kata benda. Salah satu contoh yang cukup sering dipertanyakan adalah penulisan mencangkul atau menyangkul. Keduanya terdengar mirip saat diucapkan, tetapi hanya satu bentuk yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku.

Kesalahan penulisan seperti ini tampak sepele. Namun, dalam konteks penulisan ilmiah, pendidikan, jurnalistik, maupun konten digital seperti blog dan website, ketepatan bahasa menjadi faktor penting. Oleh karena itu, kita perlu memahami dasar kebahasaan agar dapat menggunakan bentuk yang benar secara konsisten.

Asal Kata dan Makna Cangkul

Kata cangkul merupakan kata benda yang merujuk pada alat pertanian tradisional. Alat ini digunakan untuk menggemburkan tanah, membersihkan lahan, dan menyiapkan media tanam. Dalam kehidupan masyarakat agraris Indonesia, cangkul memiliki peran yang sangat penting.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cangkul berarti alat pertanian yang bertangkai panjang dengan bilah besi lebar di ujungnya. Dari kata benda inilah kemudian terbentuk kata kerja yang menyatakan aktivitas menggunakan alat tersebut.

Pembentukan Kata Kerja dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mengenal proses pembentukan kata melalui penambahan imbuhan atau afiksasi. Salah satu imbuhan yang paling sering digunakan adalah awalan me-. Awalan ini berfungsi membentuk kata kerja aktif dari kata dasar.

Namun, awalan me- tidak selalu muncul dalam bentuk yang sama. Bentuknya dapat berubah menyesuaikan huruf awal kata dasar. Proses ini disebut dengan peluluhan bunyi.

Aturan Awalan Me-

Secara umum, awalan me- mengalami perubahan sebagai berikut:

  • me- + p → mem- (p luluh)
  • me- + t → men- (t luluh)
  • me- + k → meng- (k luluh)
  • me- + s → meny- (s luluh)
  • me- + c → menc-

Khusus untuk kata dasar yang diawali huruf c, awalan me- berubah menjadi menc- tanpa menghilangkan huruf awal kata dasar.

Analisis Kata Mencangkul

Kata dasar cangkul diawali huruf c. Berdasarkan aturan afiksasi, awalan me- berubah menjadi menc-. Dengan demikian, proses pembentukannya adalah:

me- + cangkul → mencangkul

Kata mencangkul berarti melakukan kegiatan menggunakan cangkul. Bentuk ini sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan tercantum dalam KBBI sebagai kata kerja yang baku.

Mengapa Menyangkul Dianggap Tidak Baku?

Bentuk menyangkul sering muncul karena adanya analogi dengan kata-kata lain yang menggunakan awalan meny-, seperti menyapu atau menyiram. Namun, analogi ini tidak tepat.

Awalan meny- hanya digunakan untuk kata dasar yang diawali huruf s. Contohnya:

  • me- + sapu → menyapu
  • me- + sebut → menyebut

Karena kata cangkul tidak berawalan huruf s, penggunaan awalan meny- menjadi tidak sesuai. Oleh sebab itu, menyangkul tergolong sebagai bentuk tidak baku dan sebaiknya kita hindari dalam penulisan formal.

Perbandingan Mencangkul dan Menyangkul

BentukStatusKeterangan
MencangkulBakuSesuai kaidah afiksasi bahasa Indonesia
MenyangkulTidak bakuTidak sesuai aturan awalan me-

Contoh Penggunaan Kata yang Benar

Agar pemahaman kita semakin kuat, berikut beberapa contoh penggunaan kata mencangkul dalam kalimat:

  • Para petani mulai mencangkul lahan sejak pagi hari.
  • Kita mencangkul tanah agar menjadi lebih gembur sebelum kita tanami.
  • Ia belajar mencangkul dengan teknik yang benar agar tidak cepat lelah.

Semua contoh di atas menggunakan bentuk baku dan sesuai dengan konteks formal maupun nonformal.

Pentingnya Menggunakan Kata Baku dalam Penulisan Digital

Dalam dunia digital, penggunaan bahasa yang baik dan benar memberikan banyak keuntungan. Artikel yang ditulis dengan kata baku cenderung lebih dipercaya oleh pembaca. Selain itu, mesin pencari seperti Google juga lebih menyukai konten yang berkualitas secara bahasa.

Bagi kita yang mengelola blog atau website, konsistensi penggunaan kata baku membantu meningkatkan kredibilitas konten. Hal ini juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam proses peninjauan Google AdSense.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Awalan Me-

Selain kasus mencangkul dan menyangkul, masih banyak kesalahan serupa yang sering muncul, seperti:

  • mensuci (seharusnya menyucikan)
  • menyetrika (baku, karena dari setrika)
  • mengkopi (seharusnya menyalin atau mengopi)

Kesalahan ini umumnya terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap proses morfologis dalam bahasa Indonesia.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa penulisan yang benar adalah mencangkul, bukan menyangkul. Kata mencangkul terbentuk dari kata dasar cangkul dengan penambahan awalan me- yang berubah menjadi menc-.

Oleh karena itu, memahami aturan dasar pembentukan kata membantu kita terhindar dari kesalahan berbahasa. Dengan menggunakan kata baku secara konsisten, kita tidak hanya meningkatkan kualitas tulisan, tetapi juga menjaga kelestarian dan ketepatan bahasa Indonesia.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi referensi yang jelas bagi kita semua dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.