Dalam bahasa Indonesia, kita sering menjumpai dua kata yang tampak mirip, tetapi memiliki fungsi dan makna yang berbeda, yaitu perubahan dan pengubahan. Kesalahan dalam menggunakan kedua kata ini cukup sering terjadi, baik dalam tulisan ilmiah, artikel daring, karya jurnalistik, maupun dokumen resmi. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai penulisan dan penggunaan kata perubahan atau pengubahan menjadi sangat penting.
Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan makna, fungsi, dan konteks penggunaan kata perubahan dan pengubahan. Dengan memahami kaidah kebahasaan yang benar, kita dapat menulis secara lebih akurat, efektif, dan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Pengertian Kata Perubahan
Kata perubahan merupakan nomina atau kata benda yang berasal dari kata dasar ubah dengan imbuhan per- dan -an. Secara umum, perubahan merujuk pada hasil, keadaan, atau kondisi yang berbeda dari sebelumnya.
Dalam konteks ini, perubahan tidak menekankan pada siapa atau apa yang melakukan proses mengubah, melainkan lebih pada hasil akhir atau keadaan yang sudah berganti.
Makna Perubahan dalam Bahasa Indonesia
Menurut kaidah bahasa, perubahan mengacu pada peralihan keadaan, bentuk, sifat, atau fungsi. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi yang telah terjadi secara alami maupun akibat suatu proses tertentu.
Contoh penggunaan kata perubahan:
- Perubahan iklim berdampak besar terhadap kehidupan manusia.
- Kita melihat perubahan sikap masyarakat terhadap teknologi digital.
- Perubahan kebijakan ini memengaruhi banyak sektor.
Dari contoh tersebut, dapat kita pahami bahwa perubahan menekankan pada hasil atau kondisi yang berbeda, bukan pada tindakan mengubah itu sendiri.
Pengertian Kata Pengubahan
Berbeda dengan perubahan, kata pengubahan juga merupakan kata benda, tetapi memiliki nuansa makna yang berbeda. Pengubahan berasal dari kata dasar ubah dengan imbuhan peN- dan -an, yang menandakan proses, tindakan, atau perbuatan mengubah.
Dengan demikian, pengubahan lebih menitikberatkan pada aktivitas atau proses yang dilakukan oleh subjek tertentu.
Makna Pengubahan dalam Konteks Bahasa
Kata pengubahan digunakan ketika kita ingin menekankan adanya tindakan sadar atau proses sistematis dalam mengubah sesuatu. Kata ini lazim ditemukan dalam teks akademik, hukum, teknis, dan administratif.
Contoh penggunaan kata pengubahan:
- Pengubahan data tanpa izin dapat dikenai sanksi hukum.
- Proses pengubahan kurikulum membutuhkan kajian mendalam.
- Pengubahan struktur organisasi harus melalui persetujuan pimpinan.
Pada contoh tersebut, jelas terlihat bahwa pengubahan merujuk pada proses atau tindakan yang dilakukan secara sengaja.
Perbedaan Perubahan dan Pengubahan
Agar tidak terjadi kekeliruan, kita perlu memahami perbedaan utama antara perubahan dan pengubahan. Perbedaan ini dapat dilihat dari aspek makna, fungsi, dan konteks penggunaannya.
Perbedaan dari Segi Makna
Perubahan bermakna hasil atau kondisi yang telah berubah, sedangkan pengubahan bermakna proses atau tindakan mengubah. Dengan kata lain, perubahan adalah akibat, sementara pengubahan adalah proses.
Perbedaan dari Segi Fungsi
Dalam kalimat, perubahan biasanya digunakan untuk menjelaskan fenomena, kondisi, atau dampak. Sebaliknya, pengubahan digunakan untuk menjelaskan kegiatan, prosedur, atau tindakan tertentu.
Perbedaan dari Segi Konteks Penggunaan
Perubahan lebih sering digunakan dalam bahasa umum dan narasi deskriptif. Sementara itu, pengubahan lebih lazim ada dalam bahasa formal, akademik, hukum, dan teknis.
Kesalahan Umum dalam Penggunaan Perubahan dan Pengubahan
Salah satu kesalahan yang sering kita temui adalah penggunaan kata pengubahan untuk menggantikan perubahan, atau sebaliknya, tanpa mempertimbangkan konteks maknanya.
Contoh kesalahan:
- Pengubahan iklim global terjadi sangat cepat. (kurang tepat)
Kalimat tersebut seharusnya menggunakan kata perubahan, karena yang benar adalah kondisi iklim yang telah berubah, bukan proses mengubahnya.
Perbaikan kalimat:
- Perubahan iklim global terjadi sangat cepat.
Pentingnya Ketepatan Diksi dalam Bahasa Indonesia
Ketepatan pemilihan kata atau diksi sangat penting dalam komunikasi tertulis. Penggunaan kata yang tepat akan membantu pembaca memahami maksud penulis secara jelas dan menghindari ambiguitas.
Dalam konteks akademik dan profesional, kesalahan dalam menggunakan kata perubahan atau pengubahan dapat menurunkan kualitas tulisan dan kredibilitas penulis. Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri untuk memahami makna imbuhan dalam bahasa Indonesia.
Imbuhan dan Pembentukan Makna Kata
Bahasa Indonesia memiliki sistem imbuhan yang kaya. Imbuhan per- -an umumnya membentuk kata benda yang bermakna hasil atau keadaan, sedangkan imbuhan peN- -an membentuk kata benda yang bermakna proses atau perbuatan.
Dengan memahami pola ini, kita dapat lebih mudah membedakan kata-kata serupa lainnya, seperti:
- pembangunan (proses membangun) dan bangunan (hasil membangun)
- pengolahan (proses mengolah) dan olahan (hasil olah)
Contoh Kalimat Perubahan dan Pengubahan dalam Paragraf
Untuk memperjelas pemahaman, perhatikan contoh paragraf berikut:
Perubahan sistem pendidikan nasional tidak dapat kita hindari seiring perkembangan zaman. Namun, pengubahan kurikulum harus kita lakukan secara terencana dan melibatkan berbagai pihak agar hasilnya optimal.
Dalam paragraf tersebut, kedua kata kita gunakan secara tepat sesuai dengan konteks dan maknanya.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa perubahan dan pengubahan memiliki makna dan fungsi yang berbeda. Perubahan merujuk pada hasil atau kondisi yang telah berganti, sedangkan pengubahan merujuk pada proses atau tindakan mengubah sesuatu.
Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia secara lebih tepat, efektif, dan sesuai kaidah. Ketepatan berbahasa tidak hanya mencerminkan kemampuan linguistik, tetapi juga menunjukkan sikap profesional dan tanggung jawab dalam berkomunikasi.
Semoga artikel ini dapat membantu kita semua dalam memahami penulisan yang benar antara perubahan atau pengubahan, serta meningkatkan kualitas tulisan dalam berbagai konteks.