Dalam penulisan bahasa Indonesia, kita kerap menjumpai dua bentuk kata yang terlihat mirip, tetapi menimbulkan keraguan dalam penggunaannya. Salah satu contoh yang sering diperdebatkan adalah kata kelembapan dan kelembaban. Kedua kata ini banyak digunakan dalam konteks cuaca, kesehatan, pertanian, hingga teknologi, namun tidak sedikit penulis yang masih bingung menentukan mana penulisan yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Melalui artikel ini, kita akan membahas secara mendalam penulisan yang benar antara kelembapan atau kelembaban, merujuk pada kaidah kebahasaan yang berlaku, serta mengulas aspek pendukung agar pemahaman kita semakin utuh dan aplikatif.
Pengertian Kelembapan dan Kelembaban
Sebelum membahas bentuk kata yang benar, kita perlu memahami makna dasarnya. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi udara atau lingkungan yang mengandung kadar uap air tertentu.
Makna Secara Umum
Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menjelaskan keadaan udara yang tidak kering. Misalnya, udara pagi yang terasa basah atau ruangan yang pengap karena kadar air di udara cukup tinggi.
Namun, dalam konteks ilmiah, istilah ini merujuk pada ukuran kuantitatif jumlah uap air yang terkandung di udara, biasanya dinyatakan dalam persentase.
Penggunaan dalam Berbagai Bidang
Kita dapat menemukan istilah ini dalam berbagai bidang, seperti:
- Meteorologi, untuk mengukur kondisi atmosfer
- Kesehatan, terkait kenyamanan dan risiko penyakit
- Pertanian, untuk menentukan kualitas tanah dan tanaman
- Teknologi, khususnya pada penyimpanan alat elektronik
Penulisan yang Benar Menurut KBBI
Untuk menentukan penulisan yang benar, rujukan utama yang perlu kita gunakan adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). KBBI menjadi standar resmi dalam penggunaan kosakata bahasa Indonesia baku.
Kelembapan dalam KBBI
Menurut KBBI, kata kelembapan adalah bentuk yang baku. Kata ini berasal dari kata dasar lembap, yang berarti mengandung air atau tidak kering.
Pembentukan kata kelembapan mengikuti kaidah morfologi bahasa Indonesia, yaitu:
- lembap (kata dasar)
- ke- + lembap + -an
- menjadi: kelembapan
Dengan demikian, penulisan kelembapan sesuai dengan kaidah yang benar dan dianjurkan dalam penulisan formal.
Kelembaban Tidak Baku
Sementara itu, kata kelembaban tidak tercantum sebagai bentuk baku dalam KBBI. Bentuk ini muncul akibat pengaruh pelafalan lisan atau analogi dari kata lain yang berakhiran -an.
Walaupun sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dan bahkan muncul dalam beberapa tulisan nonformal, kita perlu memahami bahwa kelembaban bukanlah bentuk yang dianjurkan dalam bahasa Indonesia baku.
Alasan Banyak Orang Salah Menulis
Kesalahan penulisan antara kelembapan dan kelembaban tidak terjadi tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kebiasaan ini.
Pengaruh Bahasa Lisan
Dalam pengucapan sehari-hari, bunyi “p” pada kata lembap sering terdengar seperti “b”. Akibatnya, banyak orang secara tidak sadar menuliskan bentuk kelembaban karena terasa lebih alami saat diucapkan.
Kurangnya Rujukan Baku
Tidak semua penulis terbiasa memeriksa KBBI sebelum menulis. Oleh karena itu, kesalahan yang terus diulang lama-kelamaan dianggap sebagai hal yang wajar.
Pengaruh Media dan Internet
Selain itu, kita juga sering menemukan penggunaan kata kelembaban di berbagai artikel daring, media sosial, dan bahkan dokumen semi-resmi. Hal ini memperkuat anggapan bahwa kedua bentuk tersebut sama-sama benar, padahal tidak demikian.
Contoh Penggunaan yang Benar dan Salah
Agar pemahaman kita semakin jelas, berikut beberapa contoh penggunaan dalam kalimat.
Contoh yang Benar
- Kelembapan udara hari ini cukup tinggi sehingga terasa pengap.
- Alat ukur ini digunakan untuk mengetahui tingkat kelembapan ruangan.
- Tanaman tropis membutuhkan kelembapan yang stabil untuk tumbuh optimal.
Contoh yang Salah
- Kelembaban udara di kota ini meningkat drastis. (tidak baku)
- Sensor ini mengukur kelembaban ruangan. (tidak baku)
Pentingnya Menggunakan Bahasa Baku
Menggunakan bahasa baku bukan sekadar mengikuti aturan, tetapi juga mencerminkan profesionalisme dan kredibilitas penulis.
Untuk Optimasi Mesin Pencari
Selain itu, penggunaan kata baku juga berpengaruh pada optimasi mesin pencari. Mesin pencari cenderung lebih menghargai konten yang rapi, informatif, dan sesuai dengan standar bahasa.
Tips Agar Tidak Keliru di Kemudian Hari
Agar kita tidak lagi keliru dalam menulis kelembapan atau kata serupa, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita terapkan.
- Membiasakan diri memeriksa KBBI sebelum memublikasikan tulisan
- Menggunakan alat bantu pengecekan ejaan
- Memperbanyak membaca tulisan berkualitas dan terpercaya
- Mengingat bahwa kata dasar lembap berakhiran huruf “p”
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar dan baku adalah kelembapan, sedangkan kelembaban merupakan bentuk tidak baku yang sebaiknya kita hindari dalam penulisan formal.
Dengan memahami kaidah bahasa Indonesia dan membiasakan diri menggunakan bentuk baku, kita tidak hanya meningkatkan kualitas tulisan, tetapi juga turut menjaga kelestarian dan ketertiban bahasa Indonesia. Semoga artikel ini membantu kita menulis dengan lebih percaya diri dan tepat.