Dalam penggunaan bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulisan, kita sering menemukan dua bentuk kata yang tampak serupa, yaitu personel dan personil. Banyak penulis menggunakan kedua kata tersebut secara bergantian tanpa mempertimbangkan kaidah kebahasaan yang berlaku. Padahal, pemilihan kata yang tepat sangat memengaruhi kualitas dan kredibilitas sebuah tulisan.
Melalui artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh perbedaan antara personel dan personil. Pembahasan mencakup pengertian, asal-usul kata, status kebakuan, contoh penggunaan, hingga alasan pentingnya memakai kata yang benar sesuai standar bahasa Indonesia.
Pengertian Personel dan Personil
Makna Kata Personel
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata personel berarti “orang-orang yang bekerja dalam suatu instansi, organisasi, atau kesatuan tertentu”. Kata ini merujuk langsung pada individu yang menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam sebuah lembaga.
Contoh penggunaan kata personel yang tepat antara lain sebagai berikut:
- Personel kepolisian menjaga keamanan selama acara berlangsung.
- Manajemen menambah jumlah personel untuk meningkatkan pelayanan.
Dari contoh tersebut, kita dapat melihat bahwa kata personel berfungsi sebagai nomina kolektif yang menunjuk pada sumber daya manusia dalam suatu organisasi.
Makna Kata Personil
Berbeda dengan personel, kata personil tidak memiliki status sebagai kata baku. KBBI tidak mencantumkan kata ini sebagai bentuk yang benar dalam bahasa Indonesia. Masyarakat sering menggunakan personil karena pengaruh kebiasaan lisan dan kesalahan penulisan yang terus berulang.
Walaupun banyak orang memahami maksud kata personil, penggunaan kata ini tetap dianggap keliru dalam konteks bahasa Indonesia baku.
Asal-Usul dan Etimologi Kata
Serapan dari Bahasa Inggris
Kata personel berasal dari bahasa Inggris personnel, yang berarti staf atau pegawai. Bahasa Indonesia menyerap kata tersebut dengan menyesuaikan ejaan dan pelafalannya agar sesuai dengan sistem fonologi bahasa Indonesia.
Dalam proses penyerapan ini, bahasa Indonesia menetapkan bentuk personel sebagai hasil adaptasi resmi. Bentuk inilah yang kemudian digunakan dalam berbagai dokumen formal.
Alasan Munculnya Bentuk Personil
Banyak penutur bahasa Indonesia melafalkan kata personel dengan bunyi “il” di akhir. Kebiasaan tersebut mendorong sebagian orang menuliskannya sebagai personil. Kesalahan ini terus menyebar karena sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan media nonformal.
Namun, pelafalan tidak selalu mencerminkan penulisan yang benar. Oleh karena itu, kita perlu membedakan antara kebiasaan berbicara dan kaidah menulis.
Perbedaan Personel dan Personil
Perbedaan dari Segi Kebakuan
Pertama, perbedaan antara personel dan personil terletak pada status kebakuannya. Bahasa Indonesia mengakui personel sebagai kata baku, sedangkan personil masuk dalam kategori tidak baku.
Dalam konteks penulisan resmi, seperti laporan instansi, karya ilmiah, surat dinas, dan berita, penulis wajib menggunakan kata personel.
Perbedaan dari Segi Penggunaan
Kata personel digunakan untuk menyebut individu atau kelompok individu yang menjalankan fungsi tertentu dalam organisasi. Sementara itu, kata personil sering muncul hanya sebagai variasi keliru tanpa dasar kebahasaan yang kuat.
Dengan memilih kata yang tepat, kita dapat menyampaikan informasi secara lebih akurat dan profesional.
Kesalahan dan Perbaikannya
Contoh Penggunaan yang Tidak Tepat
- Personil TNI menjaga wilayah perbatasan.
- Perusahaan membutuhkan tambahan personil baru.
Contoh Penggunaan yang Benar
- Personel TNI menjaga wilayah perbatasan.
- Perusahaan membutuhkan tambahan personel baru.
Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kata baku membuat kalimat menjadi lebih jelas dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Pentingnya Menggunakan Kata Baku
Meningkatkan Kualitas Tulisan
Penulis yang menggunakan kata baku akan menghasilkan tulisan yang lebih rapi, sistematis, dan mudah dipahami. Pembaca pun dapat menangkap pesan dengan lebih baik tanpa terganggu oleh kesalahan bahasa.
Menunjukkan Profesionalisme
Dalam dunia akademik dan profesional, pemilihan kata mencerminkan kompetensi penulis. Ketika kita menggunakan kata personel secara konsisten, kita menunjukkan kepedulian terhadap ketepatan bahasa.
Mendukung Pelestarian Bahasa Indonesia
Dengan mematuhi kaidah bahasa, kita ikut menjaga konsistensi dan kejelasan bahasa Indonesia. Kebiasaan ini membantu mencegah munculnya bentuk-bentuk kata yang tidak baku.
Tips Agar Tidak Salah Menulis Personel
Gunakan KBBI sebagai Rujukan
Setiap kali ragu terhadap penulisan sebuah kata, kita dapat langsung memeriksa KBBI. Langkah sederhana ini sangat efektif untuk menghindari kesalahan.
Perbanyak Membaca Teks Formal
Buku pelajaran, jurnal ilmiah, dan artikel resmi biasanya menggunakan bahasa baku. Dengan membaca sumber-sumber tersebut, kita dapat membiasakan diri dengan penggunaan kata yang benar.
Fokus pada Penulisan, Bukan Pelafalan
Pelafalan tidak selalu menjadi acuan penulisan. Oleh karena itu, kita perlu melatih diri untuk menulis berdasarkan kaidah, bukan berdasarkan bunyi kata.
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh pembahasan di atas, kita dapat menegaskan bahwa penulisan yang benar adalah “personel”, bukan “personil”. Bahasa Indonesia telah menetapkan personel sebagai kata baku yang merujuk pada orang-orang yang bekerja dalam suatu organisasi atau institusi.
Kata personil muncul akibat kebiasaan dan pengaruh pelafalan, tetapi tidak memiliki dasar kebahasaan yang sah. Oleh karena itu, dalam penulisan formal maupun profesional, kita perlu secara konsisten menggunakan kata personel.
Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat meningkatkan kualitas tulisan sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketertiban bahasa Indonesia.