Penulisan yang Benar Kompleks atau Komplek

Dalam praktik berbahasa Indonesia sehari-hari, kita sering menjumpai keraguan dalam penulisan kata tertentu. Salah satu contoh yang cukup sering menimbulkan kebingungan adalah penulisan kata “kompleks” atau “komplek”. Keduanya kerap digunakan secara bergantian, baik dalam percakapan lisan maupun tulisan formal, padahal secara kaidah kebahasaan hanya salah satunya yang dinyatakan baku.

Kesalahan penulisan seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi dalam konteks akademik, jurnalistik, administrasi, dan penulisan profesional, penggunaan kata baku sangat menentukan kualitas serta kredibilitas sebuah teks. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami mana penulisan yang benar, apa alasannya, serta bagaimana penerapannya dalam berbagai konteks kalimat.

Asal Usul Kata kompleks

Untuk memahami perbedaan antara “kompleks” dan “komplek”, kita perlu menelusuri asal katanya terlebih dahulu. Kata kompleks berasal dari bahasa Latin complexus yang berarti “tersusun dari beberapa bagian” atau “berjalin”. Dari bahasa Latin, kata ini kemudian diserap ke dalam berbagai bahasa modern, termasuk bahasa Inggris (complex) dan bahasa Indonesia (kompleks).

Dalam proses penyerapan ke dalam bahasa Indonesia, kata ini mengalami penyesuaian ejaan agar sesuai dengan kaidah fonologi dan ortografi bahasa Indonesia. Hasil penyesuaian tersebut menghasilkan bentuk kompleks, bukan komplek.

Penulisan Baku Menurut KBBI

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk kata yang dinyatakan baku adalah kompleks. Kata ini memiliki beberapa makna, di antaranya:

  • Ruwet atau rumit; tidak sederhana
  • Terdiri atas berbagai bagian yang saling berkaitan
  • Kumpulan bangunan atau kesatuan tertentu (misalnya kompleks perumahan)

Sementara itu, kata komplek tidak tercantum sebagai entri utama dalam KBBI. Jika pun ditemukan, biasanya hanya sebagai bentuk tidak baku atau variasi lisan yang tidak dianjurkan untuk digunakan dalam tulisan resmi.

Mengapa Kata “komplek” Sering Digunakan?

Meskipun tidak baku, kata “komplek” masih sering kita temui dalam berbagai situasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

1. Pengaruh Bahasa Lisan

Dalam pengucapan sehari-hari, akhiran -ks sering kali disederhanakan menjadi -k. Akibatnya, kata “kompleks” terdengar seperti “komplek” ketika kita ucapkan secara cepat atau santai.

2. Kebiasaan yang Turun-Temurun

Penggunaan kata “komplek” sudah berlangsung lama dan jadi warisan secara tidak sadar. Banyak orang menuliskannya sebagaimana mereka mendengarnya, tanpa mengecek bentuk baku dalam kamus.

3. Pengaruh Media dan Lingkungan

Tidak sedikit papan nama, iklan, atau bahkan dokumen semi-resmi yang masih menggunakan kata “komplek”. Paparan berulang ini membuat masyarakat menganggapnya sebagai bentuk yang benar.

Penggunaan Kata kompleks dalam Berbagai Konteks

Agar pemahaman kita semakin utuh, berikut beberapa contoh penggunaan kata kompleks yang benar sesuai konteksnya.

1. kompleks sebagai Kata Sifat

Dalam fungsi ini, “kompleks” berguna untuk menggambarkan sesuatu yang rumit atau tidak sederhana.

  • Masalah sosial di perkotaan semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk.
  • Proses pengambilan keputusan ini cukup kompleks dan memerlukan analisis mendalam.

2. kompleks sebagai Kata Benda

“Kompleks” juga dapat kita gunakan untuk merujuk pada kumpulan bangunan atau area tertentu.

  • Kita tinggal di kompleks perumahan yang cukup tenang.
  • Kompleks industri itu menampung ratusan perusahaan manufaktur.

Perbandingan Kompleks vs Komplek

Untuk memperjelas perbedaannya, berikut perbandingan singkat antara kedua bentuk tersebut:

Aspekkomplekskomplek
StatusBakuTidak baku
Ada di KBBIYaTidak
Digunakan dalam tulisan resmiDianjurkanTidak dianjurkan
Umum dalam bahasa lisanYaYa

Pentingnya Menggunakan Kata Baku

Menggunakan kata baku seperti “kompleks” bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga mencerminkan ketelitian dan profesionalisme penulis. Dalam dunia akademik, jurnalistik, maupun administrasi pemerintahan, kesalahan kecil dalam ejaan dapat mengurangi kredibilitas sebuah tulisan.

Selain itu, penggunaan kata baku membantu menjaga konsistensi bahasa Indonesia agar tetap tertib dan mudah familiar untuk semua kalangan. Jika kita terus membiasakan diri menggunakan bentuk yang benar, lama-kelamaan kesalahan umum seperti “komplek” akan semakin berkurang.

Tips Agar Tidak Salah Menulis kompleks

Agar kita tidak lagi ragu atau keliru dalam penulisan, berikut beberapa tips sederhana:

  • Biasakan memeriksa KBBI sebelum menulis kata yang meragukan.
  • Ingat bahwa akhiran -ks tetap ada dalam bentuk baku.
  • Gunakan kata “kompleks” secara konsisten dalam tulisan formal.
  • Jangan terpancing oleh kebiasaan lisan atau contoh tidak baku di sekitar.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar dan baku adalah “kompleks”, bukan “komplek”. Kata “kompleks” telah diakui secara resmi dalam KBBI dan digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang rumit maupun sebagai sebutan bagi kumpulan bangunan atau area tertentu.

Sementara itu, kata “komplek” hanyalah bentuk tidak baku yang muncul akibat pengaruh bahasa lisan dan kebiasaan masyarakat. Dalam konteks tulisan formal dan profesional, penggunaan kata “kompleks” sangat bagus agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat menulis dengan lebih cermat dan berkontribusi dalam menjaga mutu penggunaan bahasa Indonesia.