Dalam kehidupan sehari-hari, baik di media massa, media sosial, maupun dokumen resmi, kita sering menjumpai dua bentuk penulisan kata yang tampak serupa tetapi sebenarnya berbeda, yaitu imbauan dan himbauan. Perbedaan satu huruf ini kerap menimbulkan kebingungan, bahkan tidak jarang digunakan secara bergantian seolah-olah keduanya sama-sama benar.
Padahal, dalam kaidah bahasa Indonesia yang baku, hanya satu bentuk yang diakui secara resmi. Oleh karena itu, melalui artikel ini kita akan membahas secara mendalam penulisan yang benar antara imbauan atau himbauan, lengkap dengan dasar kebahasaan, sejarah kata, contoh penggunaan, serta dampaknya dalam komunikasi formal dan profesional.
Pentingnya Penulisan Kata yang Baku
Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan tingkat literasi dan profesionalisme penuturnya. Dalam konteks formal seperti surat edaran, pengumuman instansi, artikel ilmiah, dan berita, penggunaan kata yang tidak baku dapat mengurangi kredibilitas penulis maupun lembaga yang diwakilinya.
Penulisan kata yang sesuai kaidah bahasa Indonesia juga penting untuk menjaga keseragaman makna. Ketika kita menggunakan kata baku, pembaca tidak perlu menebak-nebak maksud penulis karena bentuk dan maknanya sudah tertulis secara nasional.
Pengertian Imbauan dalam Bahasa Indonesia
Kata imbauan dalam bahasa Indonesia memiliki arti ajakan, seruan, atau permintaan kepada seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Imbauan biasanya bersifat persuasif dan tidak memaksa.
Dalam praktiknya, imbauan sering digunakan oleh pemerintah, lembaga, atau tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan kepada publik, misalnya imbauan menjaga kebersihan, imbauan tertib berlalu lintas, atau imbauan menjaga ketertiban umum.
Makna Imbauan Secara Kontekstual
Secara kontekstual, imbauan berbeda dengan perintah atau larangan. Imbauan menekankan kesadaran dan partisipasi sukarela, bukan kewajiban dengan sanksi. Oleh karena itu, kata ini sering kita pilih dalam komunikasi yang bersifat edukatif dan preventif.
Asal Usul Kata Imbauan
Kata imbauan berasal dari kata dasar imbau. Kata kerja ini berarti meminta atau mengajak dengan cara halus. Dari kata dasar tersebut, kemudian menjadi kata benda imbauan yang merujuk pada isi atau bentuk ajakan itu sendiri.
Dalam proses pembentukan kata bahasa Indonesia, imbuhan kita gunakan secara sistematis. Kata imbuhan “-an” pada kata imbau membentuk nomina yang menyatakan hasil atau isi dari perbuatan mengimbau.
Mengapa Kata “Himbauan” Sering Digunakan?
Meski tidak baku, kata himbauan sangat sering kita temui. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kebiasaan berbahasa lisan dan asumsi bahwa semua kata awalan bunyi /im/ harus kita tulis dengan huruf “h”.
Beberapa kata dalam bahasa Indonesia memang memiliki huruf “h” di awal, seperti himbau yang sering dianggap sejalan dengan kata-kata seperti himbau, himbauan, atau himbaukan. Padahal, asumsi tersebut tidak sesuai dengan kaidah bahasa baku.
Pengaruh Bahasa Lisan dan Kebiasaan Sosial
Dalam bahasa lisan, bunyi imbau dan himbau terdengar sangat mirip. Akibatnya, banyak penutur bahasa Indonesia menuliskannya berdasarkan kebiasaan pengucapan, bukan berdasarkan aturan ejaan.
Selain itu, kesalahan ini terus berulang karena diwariskan melalui media, dokumen lama, hingga papan pengumuman yang tidak pernah dikoreksi.
Bentuk Baku Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk kata yang benar dan baku adalah imbau dan imbauan. Sementara itu, kata himbau dan himbauan tidak tercantum sebagai entri baku.
Hal ini menjadi dasar yang sangat kuat untuk menyimpulkan bahwa penulisan yang benar adalah imbauan, bukan himbauan.
Contoh Penggunaan Kata Imbauan yang Benar
Agar pemahaman kita semakin jelas, berikut beberapa contoh penggunaan kata imbauan dalam kalimat yang benar:
- Pemerintah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air.
- Imbauan menjaga protokol kesehatan masih berlaku di beberapa wilayah.
- Pihak sekolah menyampaikan imbauan kepada orang tua siswa terkait kegiatan belajar.
Dalam konteks apa pun, penggunaan kata imbauan selalu konsisten dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Dampak Kesalahan Penulisan dalam Dokumen Resmi
Kesalahan penulisan kata seperti himbauan dalam dokumen resmi dapat menimbulkan beberapa dampak, antara lain:
- Menurunkan citra profesional lembaga atau instansi
- Menunjukkan kurangnya ketelitian dalam berbahasa
- Berpotensi menimbulkan kesalahan berulang pada dokumen berikutnya
Oleh sebab itu, ketelitian dalam memilih kata baku sangat penting, terutama bagi penulis konten, jurnalis, aparatur sipil negara, dan akademisi.
Peran Media dan Pendidikan dalam Meluruskan Kesalahan
Media massa dan institusi pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan berbahasa masyarakat. Ketika media menggunakan kata yang tidak baku, kesalahan tersebut akan dianggap benar oleh pembaca.
Sebaliknya, jika media dan dunia pendidikan konsisten menggunakan kata imbauan, lambat laun masyarakat akan terbiasa dan kesalahan penulisan dapat kita hindari.
Kesimpulan: Imbauan atau Himbauan?
Berdasarkan pembahasan yang telah kita uraikan secara menyeluruh, dapat kita tegaskan bahwa penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia adalah imbauan, bukan himbauan.
Kata imbauan merupakan bentuk baku yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan bisa kita gunakan dalam konteks formal maupun nonformal. Sementara itu, kata himbauan hanyalah bentuk tidak baku yang muncul akibat kebiasaan lisan dan kesalahan turun-temurun.
Dengan memahami perbedaan ini, kita harus lebih bijak dan cermat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga komunikasi yang kita bangun menjadi lebih efektif, profesional, dan bermutu.