Penulisan yang Benar Akomodasi atau Akomodir

Dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari, kita sering menjumpai perbedaan penulisan kata yang sekilas tampak benar, tetapi sebenarnya tidak sesuai dengan kaidah bahasa baku. Salah satu pasangan kata yang kerap menimbulkan kebingungan adalah akomodasi atau akomodir. Keduanya sering dipakai dalam konteks yang mirip, terutama dalam dunia pendidikan, administrasi, hukum, dan perhotelan. Namun, pertanyaannya: manakah yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia?

Artikel ini akan membahas secara mendalam penulisan yang benar antara akomodasi dan akomodir, dilengkapi dengan dasar kebahasaan, contoh penggunaan, serta dampaknya dalam komunikasi formal dan profesional. Dengan pembahasan yang komprehensif, kita diharapkan dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih tepat dan bertanggung jawab.

Pengertian Kata Akomodasi

Kata akomodasi merupakan bentuk baku yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Secara umum, akomodasi memiliki beberapa makna, tergantung pada konteks penggunaannya.

Makna Akomodasi Menurut KBBI

Dalam KBBI, akomodasi diartikan yaitu:

  • Penyesuaian atau adaptasi untuk menghindari konflik
  • Tempat menginap atau fasilitas penginapan
  • Proses penyesuaian lensa mata untuk melihat objek pada jarak tertentu

Dari definisi tersebut, dapat kita lihat bahwa kata akomodasi memiliki cakupan makna yang luas dan telah digunakan secara resmi dalam berbagai bidang keilmuan.

Pengertian Kata Akomodir

Berbeda dengan akomodasi, kata akomodir sering muncul dalam percakapan lisan maupun tulisan informal. Kata ini biasanya digunakan sebagai kata kerja yang bermakna “menyediakan”, “menampung”, atau “memfasilitasi”.

Namun, penting untuk kita pahami bahwa akomodir tidak tercantum sebagai entri baku dalam KBBI. Artinya, kata ini tidak tercatat sebagai bentuk standar dalam bahasa Indonesia resmi.

Asal Mula Penggunaan Kata Akomodir

Kata akomodir muncul akibat proses penyerapan yang tidak sempurna dari bahasa asing, khususnya bahasa Belanda atau Inggris. Dalam bahasa Inggris terdapat kata to accommodate yang berfungsi sebagai kata kerja. Penutur bahasa Indonesia kemudian mencoba membentuk padanan kata kerja secara langsung dengan menambahkan akhiran “-ir”, sehingga lahirlah bentuk akomodir.

Secara linguistik, pembentukan ini tidak sesuai dengan kaidah morfologi bahasa Indonesia.

Perbedaan Akomodasi dan Akomodir

Untuk memperjelas perbedaan antara kedua kata tersebut, kita perlu melihatnya dari sudut pandang kebakuan dan fungsi gramatikal.

Perbedaan dari Segi Kebakuan

  • Akomodasi: kata baku, diakui KBBI, dapat kita gunakan dalam tulisan formal.
  • Akomodir: kata tidak baku, tidak diakui KBBI, sebaiknya dihindari dalam konteks resmi.

Perbedaan dari Segi Fungsi

Akomodasi umumnya berfungsi sebagai kata benda. Sementara itu, akomodir sering kita paksakan sebagai kata kerja. Padahal, bahasa Indonesia sudah memiliki mekanisme pembentukan kata kerja yang jelas.

Jika kita ingin menyatakan makna “menyediakan akomodasi” atau “menyesuaikan”, bentuk yang benar yaitu:

  • mengakomodasi
  • memberikan akomodasi

Bentuk Kata yang Benar Menurut Kaidah Bahasa

Dalam bahasa Indonesia, perubahan kata benda menjadi kata kerja umumnya dilakukan dengan penambahan imbuhan, bukan dengan mengubah bentuk dasar secara bebas.

Mengakomodasi sebagai Bentuk Kata Kerja Baku

Dari kata dasar akomodasi, kita dapat membentuk kata kerja yang baku, yaitu mengakomodasi. Kata ini diakui secara resmi dan sering digunakan dalam dokumen formal.

Contoh penggunaan yaitu:

  • Pemerintah berupaya mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
  • Kebijakan baru ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

Penggunaan kata mengakomodasi jauh lebih tepat daripada menggunakan kata akomodir.

Contoh Kesalahan dan Perbaikannya

Agar kita lebih memahami penerapannya, berikut beberapa contoh penggunaan yang keliru beserta perbaikannya.

Contoh Tidak Baku

  • Panitia akan mengakomodir seluruh peserta.
  • Kebijakan ini belum bisa mengakomodir kepentingan semua pihak.

Contoh Baku

  • Panitia akan mengakomodasi seluruh peserta.
  • Kebijakan ini belum bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak.

Dari contoh di atas, terlihat jelas bahwa penggunaan kata baku membuat kalimat terasa lebih rapi, jelas, dan profesional.

Dampak Penggunaan Kata Tidak Baku

Menggunakan kata tidak baku seperti akomodir dalam konteks resmi dapat menimbulkan berbagai dampak, yaitu:

  • Menurunkan kredibilitas penulis atau lembaga
  • Menimbulkan kesan kurang profesional
  • Berpotensi menimbulkan kesalahan pemahaman

Oleh karena itu, dalam penulisan akademik, jurnalistik, administrasi, maupun konten digital yang bersifat informatif, kita harus selalu menggunakan kata baku.

Peran Bahasa Baku dalam Komunikasi Profesional

Bahasa baku berfungsi sebagai alat pemersatu dan standar komunikasi nasional. Dengan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan KBBI, kita turut menjaga konsistensi dan kejelasan bahasa Indonesia.

Dalam dunia kerja, pendidikan, dan pemerintahan, ketepatan bahasa mencerminkan ketelitian berpikir. Kesalahan kecil dalam pemilihan kata bisa berdampak besar pada persepsi pembaca.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar adalah “akomodasi”, sedangkan “akomodir” merupakan bentuk tidak baku dan tidak bear penggunaannya dalam bahasa Indonesia resmi.

Jika kita membutuhkan bentuk kata kerja, maka pilihan yang tepat adalah mengakomodasi, bukan mengakomodir. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat berkomunikasi secara lebih efektif, profesional, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.

Mari kita biasakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai wujud tanggung jawab kita terhadap bahasa nasional.

Tinggalkan komentar