Dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam dunia pendidikan, pekerjaan profesional, dan penulisan digital, kita sering dihadapkan pada kebingungan dalam memilih kata yang benar secara ejaan. Salah satu pasangan kata yang kerap menimbulkan keraguan adalah “teknis” atau “tehnis”. Keduanya terdengar mirip dan sering dipakai secara bergantian, padahal secara kaidah bahasa Indonesia, hanya satu bentuk yang dinyatakan baku.
Kesalahan penulisan seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi dapat berdampak besar pada kualitas tulisan, kredibilitas penulis, hingga penilaian profesional suatu dokumen. Oleh karena itu, melalui artikel ini, kita akan membahas secara mendalam penulisan yang benar antara teknis dan tehnis, lengkap dengan penjelasan linguistik, contoh penggunaan, serta implikasinya dalam berbagai konteks.
Pengertian Kata Teknis dan Tehnis
Sebelum menentukan mana yang benar, kita perlu memahami makna kata yang sedang dibahas. Kata “teknis” secara umum berguna untuk merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan teknik, cara pelaksanaan, prosedur, atau aspek praktis dari suatu kegiatan.
Dalam praktiknya, kata ini sering muncul dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, teknologi, olahraga, proyek konstruksi, hingga administrasi. Namun, apakah bentuk “tehnis” juga memiliki kedudukan yang sama?
Makna Kata Teknis
Kata teknis berarti berhubungan dengan teknik, metode, atau cara pelaksanaan secara rinci. Kata ini biasanya berguna untuk menjelaskan detail operasional atau prosedural yang bersifat praktis dan spesifik.
Contohnya:
- Penjelasan teknis penggunaan aplikasi
- Masalah teknis pada sistem jaringan
- Aspek teknis dalam pelaksanaan proyek
Makna Kata Tehnis
Sementara itu, bentuk tehnis sering muncul karena pengaruh kebiasaan lama atau kesalahan ejaan. Banyak orang mengira bahwa karena kata “teknik” dulu pernah ditulis “tehnik”, maka turunannya juga harus “tehnis”. Anggapan inilah yang menjadi sumber kekeliruan.
Bentuk Baku Menurut KBBI
Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai pedoman resmi bahasa Indonesia, jawabannya sangat jelas. Bentuk kata yang baku dan diakui adalah “teknis”, sedangkan “tehnis” dinyatakan sebagai bentuk tidak baku.
Dalam KBBI, kata “teknis” didefinisikan sebagai:
Bersifat teknik; berhubungan dengan cara atau metode pelaksanaan.
Sementara itu, kata “tehnis” tidak tercantum sebagai lema utama dan hanya dianggap sebagai variasi tidak baku yang sebaiknya dihindari dalam penulisan formal.
Sejarah Perubahan Ejaan Kata Teknik
Salah satu alasan mengapa banyak orang masih menulis “tehnis” adalah karena faktor sejarah ejaan bahasa Indonesia. Pada masa lalu, kata “teknik” memang pernah ditulis sebagai “tehnik”, mengikuti pola serapan dari bahasa asing.
Namun, seiring dengan penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia, penulisan tersebut diperbarui agar lebih konsisten dan sesuai dengan kaidah fonetik. Akhirnya, bentuk “teknik” masuk sebagai bentuk baku, dan secara otomatis turunannya pun mengikuti pola yang sama, yaitu “teknis”.
Pengaruh Ejaan Lama dalam Kebiasaan Menulis
Kebiasaan menulis “tehnis” masih bertahan di masyarakat karena faktor kebiasaan, lingkungan, dan kurangnya pembaruan pengetahuan kebahasaan. Bahkan, tidak jarang kita menemukan kata “tehnis” dalam dokumen resmi, artikel daring, atau laporan kerja.
Padahal, penggunaan bentuk tidak baku dalam konteks formal dapat menurunkan kualitas bahasa dan kesan profesional suatu tulisan.
Penggunaan Teknis dalam Berbagai Konteks
Agar pemahaman kita semakin kuat, berikut beberapa konteks penggunaan kata “teknis” yang benar.
Dalam Dunia Pendidikan
Dalam dunia pendidikan, kata “teknis” sering kita gunakan untuk menjelaskan petunjuk, mekanisme, atau aturan pelaksanaan kegiatan akademik.
Contoh:
- Dosen menjelaskan ketentuan teknis pelaksanaan ujian.
- Petunjuk teknis penulisan skripsi wajib dipatuhi mahasiswa.
Dalam Dunia Kerja dan Profesional
Di lingkungan kerja, istilah teknis sangat sering kita gunakan, terutama dalam bidang teknologi, konstruksi, dan manajemen proyek.
Contoh:
- Tim IT sedang menangani kendala teknis pada server.
- Masalah teknis harus selesai sebelum proyek kita lanjutkan.
Dalam Penulisan Digital dan Media
Dalam penulisan artikel, blog, atau konten digital, penggunaan bahasa baku menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pembaca dan meningkatkan kualitas SEO.
Penggunaan kata “teknis” yang tepat menunjukkan bahwa penulis memahami kaidah bahasa dan memperhatikan detail kebahasaan.
Dampak Penggunaan Kata Tidak Baku
Meskipun terlihat sederhana, penggunaan kata tidak baku seperti “tehnis” dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, terutama dalam konteks formal.
Menurunkan Kredibilitas Tulisan
Pembaca yang memiliki pemahaman bahasa yang baik akan langsung menyadari kesalahan ejaan. Hal ini dapat mengurangi kepercayaan terhadap isi tulisan, meskipun substansinya sebenarnya berkualitas.
Berpotensi Menimbulkan Kesalahan Berantai
Jika kesalahan ini terus kita biarkan, pembaca lain bisa ikut meniru dan menganggapnya sebagai bentuk yang benar. Akibatnya, kesalahan bahasa menjadi semakin meluas.
Tidak Sesuai dengan Standar Akademik
Dalam penulisan akademik, penggunaan bahasa baku adalah syarat mutlak. Kata “tehnis” sebaiknya kita hindari karena tidak sesuai dengan standar penulisan ilmiah.
Tips Agar Tidak Keliru Menulis Teknis
Agar kita tidak lagi ragu atau keliru dalam menulis kata “teknis”, berikut beberapa tips sederhana yang dapat kita terapkan.
Biasakan Merujuk KBBI
KBBI adalah rujukan utama dalam menentukan kebakuan kata. Dengan membiasakan diri mengecek KBBI, kita dapat meminimalkan kesalahan ejaan.
Gunakan Alat Pemeriksa Ejaan
Saat ini tersedia berbagai alat bantu digital yang dapat membantu mendeteksi kata tidak baku dalam tulisan kita.
Perbarui Pengetahuan Kebahasaan
Bahasa bersifat dinamis. Oleh karena itu, kita perlu terus memperbarui pengetahuan agar tidak terjebak pada kebiasaan lama yang sudah tidak sesuai dengan kaidah.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar dan baku adalah “teknis”, bukan “tehnis”. Bentuk “tehnis” merupakan ejaan tidak baku yang masih sering kita gunakan karena pengaruh kebiasaan lama.
Dalam penulisan formal, akademik, maupun profesional, penggunaan kata “teknis” sangat dianjurkan agar tulisan kita sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Dengan memahami dan menerapkan penulisan yang benar, kita tidak hanya meningkatkan kualitas bahasa, tetapi juga menunjukkan sikap cermat dan profesional dalam berkomunikasi.
Semoga artikel ini membantu kita semua untuk lebih percaya diri dan tepat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.