Penulisan yang Benar Survei atau Survey

Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di dunia akademik, jurnalistik, pemasaran, hingga birokrasi, kita sering menjumpai dua bentuk penulisan yang tampak mirip, yaitu survei dan survey. Keduanya kerap digunakan secara bergantian, bahkan dalam dokumen resmi. Namun, pertanyaannya adalah: manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia?

Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan survei dan survey, penulisan yang sesuai standar, latar belakang kebahasaan, contoh penggunaan dalam kalimat, hingga kesalahan umum yang sering terjadi. Dengan pembahasan yang lengkap dan edukatif, kita diharapkan mampu menggunakan istilah ini secara tepat dan konsisten.

Asal Usul Kata Survei dan Survey

Untuk memahami penulisan yang benar, kita perlu menelusuri asal-usul katanya terlebih dahulu. Kata survey berasal dari bahasa Inggris yang berarti kegiatan pengumpulan data, pengamatan, atau pemeriksaan secara sistematis untuk memperoleh informasi tertentu.

Dalam bahasa Inggris, survey memang tulisannya dengan huruf y di akhir. Namun, ketika sebuah kata asing diserap ke dalam bahasa Indonesia, tidak semua bentuk aslinya dipertahankan. Ada proses adaptasi ejaan dan pelafalan agar sesuai dengan sistem fonologi dan ortografi bahasa Indonesia.

Dari proses inilah lahir bentuk survei, yang telah sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia.

Penulisan Baku Menurut Kaidah Bahasa Indonesia

Berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku, khususnya yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk yang baku dan benar adalah survei, bukan survey.

Kata survei mengandung arti sebagai kegiatan pengumpulan data atau informasi dengan cara tertentu, biasanya melalui kuesioner, wawancara, atau pengamatan langsung. Dengan demikian, survei adalah bentuk serapan yang sudah sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia.

Sementara itu, survey tetap dianggap sebagai bentuk bahasa Inggris. Penggunaan kata ini dalam teks berbahasa Indonesia bentuk tidak baku, kecuali dalam konteks tertentu seperti judul buku berbahasa asing atau kutipan langsung.

Mengapa Banyak Orang Masih Menggunakan Kata Survey?

Meskipun survei adalah bentuk baku, kenyataannya kata survey masih sangat sering kita gunakan. Ada beberapa alasan yang menyebabkan hal ini terjadi.

1. Pengaruh Bahasa Inggris

Bahasa Inggris memiliki pengaruh yang sangat kuat, terutama di bidang pendidikan, teknologi, dan bisnis. Banyak istilah asing yang kita gunakan tanpa penyesuaian, sehingga masyarakat terbiasa melihat dan menulis survey.

2. Kebiasaan di Dunia Profesional

Dalam dunia kerja, terutama di perusahaan multinasional atau lembaga riset, istilah survey sering muncul dalam laporan, aplikasi, atau perangkat lunak. Akibatnya, bentuk ini terasa lebih familiar.

3. Kurangnya Kesadaran Terhadap Kata Baku

Tidak semua orang terbiasa memeriksa kata baku melalui kamus atau pedoman ejaan. Selama kata tersebut dipahami maknanya, kesalahan ejaan sering dianggap sepele.

Perbedaan Survei dan Survey dalam Penggunaan

Secara makna, survei dan survey sebenarnya merujuk pada hal yang sama. Perbedaannya terletak pada konteks dan bahasa yang kita gunakan.

  • Survei: digunakan dalam teks berbahasa Indonesia dan bersifat baku.
  • Survey: digunakan dalam teks berbahasa Inggris atau konteks asing.

Oleh karena itu, jika kita sedang menulis artikel, laporan, skripsi, atau dokumen resmi dalam bahasa Indonesia, penggunaan survei adalah pilihan yang tepat.

Contoh Penggunaan Kata Survei dalam Kalimat

Agar lebih jelas, berikut beberapa contoh penggunaan kata survei yang benar dalam kalimat:

  • Kita melakukan survei kepuasan pelanggan untuk meningkatkan kualitas layanan.
  • Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden setuju dengan kebijakan baru.
  • Survei lapangan dilakukan sebelum proyek pembangunan dimulai.
  • Tim peneliti sedang menyusun instrumen survei yang valid dan reliabel.

Semua contoh di atas menggunakan bentuk baku sesuai kaidah bahasa Indonesia.

Penggunaan Kata Survey yang Masih Dianggap Salah

Berikut beberapa contoh penggunaan survey yang kurang tepat dalam konteks bahasa Indonesia:

  • Kami akan mengadakan survey kepuasan masyarakat.
  • Data survey ini dikumpulkan selama satu bulan.

Kalimat-kalimat tersebut seharusnya menggunakan kata survei agar sesuai dengan ejaan yang benar.

Survei dalam Dunia Akademik dan Penelitian

Dalam dunia akademik, ketepatan bahasa memiliki nilai yang sangat penting. Penggunaan kata baku mencerminkan profesionalisme dan kepatuhan terhadap kaidah ilmiah.

Metode survei merupakan salah satu pendekatan penelitian yang paling sering kita gunakan, baik dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Oleh karena itu, penulisan istilah ini harus konsisten dan sesuai standar.

Dosen, mahasiswa, dan peneliti harus selalu menggunakan kata survei dalam proposal, laporan penelitian, skripsi, tesis, maupun disertasi.

Peran Media dan Penulis Konten dalam Penggunaan Kata Baku

Media massa dan penulis konten memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan berbahasa masyarakat. Jika media secara konsisten menggunakan kata survei, maka pembaca akan semakin terbiasa dengan bentuk yang benar.

Begitu pula bagi kita yang aktif menulis artikel, blog, atau konten digital. Menggunakan kata baku bukan hanya soal aturan, tetapi juga bentuk edukasi kepada pembaca.

Kesimpulan

Dari seluruh pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa:

  • Survei adalah bentuk penulisan yang benar dan baku dalam bahasa Indonesia.
  • Survey merupakan bentuk bahasa Inggris dan tidak cocok dalam teks berbahasa Indonesia.
  • Penggunaan kata baku mencerminkan profesionalisme, ketelitian, dan kepedulian terhadap bahasa.

Dengan memahami perbedaan survei dan survey, kita dapat menulis dengan lebih tepat, konsisten, dan sesuai kaidah. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi rujukan bagi kita semua dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tinggalkan komentar