Dalam praktik berbahasa Indonesia, kita sering menjumpai kebingungan dalam menulis kata-kata yang sekilas terdengar sama, tetapi ternyata hanya satu bentuk yang dianggap baku. Salah satu contoh yang paling sering memunculkan perdebatan adalah penulisan indra atau indera. Kedua bentuk ini kerap muncul dalam buku pelajaran, artikel ilmiah, media daring, hingga percakapan sehari-hari. Namun, pertanyaannya adalah: manakah penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia?
Melalui artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif perbedaan antara “indra” dan “indera”, penulisan yang baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), latar belakang linguistiknya, serta contoh penggunaan yang tepat dalam berbagai konteks. Dengan demikian, kita tidak hanya tahu mana yang benar, tetapi juga memahami alasan di balik kaidah tersebut.
Pengertian Indra dan Perannya dalam Kehidupan
Sebelum membahas aspek kebahasaan, penting bagi kita untuk memahami makna kata yang sedang dipersoalkan. Secara umum, indra atau indera merujuk pada alat tubuh manusia yang berfungsi menerima rangsangan dari lingkungan sekitar. Melalui indra, kita dapat melihat, mendengar, mencium, merasakan, dan menyentuh.
Dalam ilmu pengetahuan, terutama biologi dan psikologi, indra memiliki peran fundamental. Informasi yang diterima oleh indra akan diproses oleh sistem saraf dan otak, kemudian diinterpretasikan menjadi persepsi. Tanpa indra, manusia akan kesulitan beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan.
Lima Macam Indra pada Manusia
Secara umum, kita mengenal lima macam indra, yaitu:
- Indra penglihatan (mata) untuk menangkap rangsangan cahaya.
- Indra pendengaran (telinga) untuk menerima gelombang suara.
- Indra penciuman (hidung) untuk mengenali bau.
- Indra perasa (lidah) untuk membedakan rasa.
- Indra peraba (kulit) untuk merasakan sentuhan, tekanan, dan suhu.
Pemaparan ini menunjukkan bahwa kata yang kita gunakan sangat sering muncul dalam konteks pendidikan dan ilmiah. Oleh karena itu, ketepatan penulisan menjadi hal yang sangat penting.
Indra atau Indera: Mana yang Baku?
Untuk menentukan penulisan yang benar, rujukan utama yang harus kita gunakan adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berdasarkan KBBI, bentuk kata yang baku adalah indra, bukan indera.
Dalam KBBI, kata indra didefinisikan sebagai alat tubuh untuk mengetahui keadaan di luar (seperti mata, telinga, dan kulit). Sementara itu, kata indera tidak tercatat sebagai bentuk baku.
Dengan demikian, dapat kita tegaskan bahwa penulisan yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia adalah “indra”.
Mengapa Banyak Orang Menulis “Indera”?
Meski sudah ada ketetapan baku, kenyataannya bentuk “indera” masih sering kita gunakan. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan: mengapa kesalahan ini begitu umum?
1. Pengaruh Pelafalan Lisan
Dalam percakapan sehari-hari, kata “indra” sering dengan pengucapan bunyi vokal tambahan, sehingga terdengar seperti “indera”. Pelafalan inilah yang kemudian memengaruhi cara orang menuliskannya.
2. Analogi dengan Kata Lain
Banyak kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki sisipan vokal “e”, seperti pancaindra yang kerap ditulis pancaindera. Padahal, menurut kaidah baku, bentuk yang benar adalah pancaindra.
3. Kebiasaan dalam Media dan Buku Lama
Dalam beberapa buku pelajaran lama atau tulisan populer, kita masih menemukan penggunaan kata “indera”. Kebiasaan ini kemudian diwariskan dan dianggap benar, meskipun secara kaidah tidak sesuai dengan standar bahasa Indonesia terbaru.
Indra dalam Kajian Linguistik
Secara etimologis, kata “indra” berasal dari bahasa Sanskerta. Dalam bahasa asalnya, kata ini merujuk pada kekuatan, kemampuan, atau alat untuk mengetahui. Ketika diserap ke dalam bahasa Indonesia, bentuk aslinya dipertahankan tanpa penambahan huruf vokal “e”.
Proses penyerapan ini serupa dengan banyak kata serapan lain yang tetap mempertahankan struktur fonologis dasarnya. Oleh karena itu, penulisan “indra” lebih sesuai dengan kaidah pembakuan kosakata bahasa Indonesia.
Contoh Penggunaan Kata “Indra” yang Benar
Agar pemahaman kita semakin kuat, berikut beberapa contoh penggunaan kata “indra” dalam kalimat yang benar:
- Manusia menggunakan indra penglihatan untuk mengenali bentuk dan warna.
- Kerusakan pada salah satu indra dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.
- Pancaindra bekerja sama untuk membantu kita memahami lingkungan.
- Anak-anak perlu dilatih agar indra mereka berkembang secara optimal.
Perhatikan bahwa dalam semua contoh tersebut, tidak ada penambahan huruf “e”. Bentuk “indra” digunakan secara konsisten.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Selain menulis “indera”, ada beberapa kesalahan lain yang sering terjadi dan perlu kita hindari, antara lain:
- Menulis pancaindera (salah) alih-alih pancaindra (benar).
- Menggabungkan kata secara tidak tepat, misalnya alat indra tanpa konteks yang jelas.
- Menggunakan bentuk tidak baku dalam tulisan ilmiah atau akademik.
Kesalahan-kesalahan ini mungkin terlihat sepele, tetapi dalam konteks akademik dan profesional, ketepatan bahasa mencerminkan kualitas tulisan dan kredibilitas penulis.
Pentingnya Menggunakan Bahasa Indonesia Baku
Mengapa kita perlu bersusah payah memperhatikan detail seperti ini? Jawabannya sederhana, bahasa baku berfungsi sebagai standar komunikasi yang dapat kita pahami secara luas dan konsisten.
Dalam dunia pendidikan, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi, penggunaan bahasa baku adalah keharusan. Ketika kita menggunakan kata yang tidak sesuai kaidah, pesan yang disampaikan bisa dianggap kurang cermat atau kurang profesional.
Selain itu, penggunaan bahasa baku juga berperan dalam pelestarian bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Dengan menulis “indra” secara benar, kita turut berkontribusi dalam menjaga ketertiban dan kejelasan bahasa.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penulisan yang benar dan baku menurut KBBI adalah “indra”, bukan “indera”. Kesalahan penulisan sering terjadi karena pengaruh pelafalan lisan, analogi dengan kata lain, serta kebiasaan yang sudah terlanjur mengakar.
Dengan memahami dasar linguistik, rujukan kamus, dan contoh penggunaannya, kita dapat lebih teliti dalam menulis. Ketelitian ini sangat penting, terutama dalam konteks pendidikan, akademik, dan profesional.
Semoga artikel ini membantu kita semua untuk lebih percaya diri dan tepat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.